Masyarakat di Kecamatan Tempe Gemar Buang Sampah di Drainase, Ini Buktinya
Salah satu yang terparah adalah di Jl Haji Bahe I, Kelurahan Tempe, Kecamatan Tempe. Tampak, drainase berukuran besar tersebut tertutupi sampah dan di
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Sejumlah saluran air dipenuhi dengan sampah di Sengkang, Kabupaten Wajo.
Salah satu yang terparah adalah di Jl Haji Bahe I, Kelurahan Tempe, Kecamatan Tempe. Tampak, drainase berukuran besar tersebut tertutupi sampah dan dipenuhi sedimentasi.
• BREAKING NEWS: Tolak Likuidasi ke RS Tadjuddin Chalid, Puluhan Pegawai BKMM Makassar Unjukrasa
• Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka, Link 35 Instansi Sudah Umumkan Formasi, Syarat & Dokumen, Cek SMA SMK
Dikhawatirkan, bila musim hujan tiba, sewaktu-waktu saluran air tersebut bisa tersumbat dan menyebabkan banjir.
Persoalan sampah di ibu kota Kabupaten Wajo tersebut memang menjadi masalah serius. Menurut Camat Tempe, Andi Fakhrul Rijal, sejumlah cara telah diupayakan, terutama menangani drainase.
• KLIK LINK sscasn.bkn.go.id Pendaftaran CPNS 2019,Tutorial, Beda Scan KTP dan Ijazah, Dokumen SMA SMK
• Pendaftaran CPNS 2019 Resmi Dibuka, Kok Website sscasn.bkn.go.id Belum Bisa Diakses? Penjelasan BKN
Jumlah anggota satgas drainase yang cuma berjumlah 16 orang dianggap tak bisa melakukan upaya maksimal, mesti bertahap.
Kerja bakti yang dilakukan pun temporer. Selain terkendala soal tenaga, juga terkendala di anggaran.
" Terbatas dana bukan kita tidak mau mengurusnya karena banyak bidang pembangunan yang mau dikerja, akhirnya anggaran terpecah pecah," katanya, Senin (11/11/2019).
Dirinya berharap, ada partisipasi masyarakat dalam upaya menangani soalan sampah yang telah menahun dan akut tersebut.
"Kita keterbatasan anggaran, jadi diharapkan masyarakat ada partisipasinya, seperti membuang sampah pada tempatnya yang di simpan di titik tertentu. Biasanya ada gerobak di pinggir jalan dan juga kontainer disimpan di pinggir jalan," katanya.
Walakin, kesadaran masyarakat memang penting ditumbuhkan dalam upaya bersama tersebut. Solusi lain, ditambahkan Andi Fakhrul Rijal, yakni dengan betul-betul fokus menangani sampah rumah tangga.
• Syamsuddin Susul Anaknya Kamaruddin Hembuskan Nafas Terakhirnya Setelah Ditikam Tetangganya
"Pengambilan sampah rumah tangga diambil setiap rumah tangga di pemukiman-pemukiman tanpa terkecuali, tapi siapkan dana besar," katanya.
Diketahui, saat ini pemerintah Kecamatan Tempe telah menjalankan program sampah di tingkat-tingkat RT, sebagai upaya menekan laju produksi sampah plastik.
Mulai dari RT, RW, hingga kelurahan untuk menginisiasi bank sampah di lingkungannya masing-masing. Pembuatan bank sampah tersebut, dimulai dari rumah Pak Lurah, dan rumahnya sendiri, selaku Camat.
Bahkan, minimarket berjaringan yang ada di Kecamatan Tempe, yang berkisar 25, juga diwajibkan menyediakan bank sampah. (TribunWajo.com)
Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/drainase-di-jl-haji-bahe-i-kelurahn-tempe.jpg)