Gaji Honorer Guru Rp 100 Ribu / Bulan, IGI Sebut Menghina Profesi Guru

Nadiem meminta organisasi dan komunitas guru untuk memberikan solusi untuk dunia pendidikan.

Gaji Honorer Guru Rp 100 Ribu / Bulan, IGI Sebut Menghina Profesi Guru
Kompas.com
Nadiem Makarim 

TRIBUN-TIMUR.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, mengajak organisasi dan komunitas guru untuk berdiskusi tentang isu pendidikan.

Diskusi diadakan di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Nadiem meminta organisasi dan komunitas guru untuk memberikan solusi untuk dunia pendidikan.

RAMALAN ZODIAK Senin 12 Agustus 2019: Pikiran SCORPIO Sedang Diselimuti Kebingungan

Mau Hadirkan Dongeng Keliling (Dongkel) di Sekolah Makassar? Begini Caranya

Sembilan Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Enrekang Bakal Ikuti KKN International di Thailand

Salah satunya adaalah penghapusan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran di SMP dan SMA adalah satu dari 10 solusi yang diajukan ke Nadiem.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan, usulan tersebut telah didiskusikan bersama pengurus-pengurus IGI di daerah.

"Dari usulan kami, intinya kami ingin mengangkat martabat harga diri guru dan membebaskan guru dari, status “honorer”. Status guru honorer dengan pendapatan Rp 100.000 per bulan bahkan kurang dari itu sesungguhnya adalah penghinaan terhadap profesi guru," kata Ramli saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/11/2019).

Berikut 10 solusi yang ditawarkan IGI kepada Mendikbud Nadiem:

1. Pelajaran utama di SD

Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Pendidikan Karakter berbasis agama dan pancasila menjadi mata pelajaran utama di Sekolah Dasar.

Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP dan SMA dihapuskan. karena seharusnya sudah dituntaskan di SD. Pembelajaran bahasa Inggris fokus ke percakapan, bukan tata bahasa.

Halaman
1234
Editor: Sudirman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved