Da'i Papua Sebar Syiar di Ummat Fest Wahdah Islamiyah

Di acara tersebut, Ustad Fadlan menceritakan sejarah Islam, serta dirinya yang berhasil mengajak karena telah mengislamkan 3712 anggota suku di Irian

Da'i Papua Sebar Syiar di Ummat Fest Wahdah Islamiyah
Humas Wahdah Islamiyah
Ustad Fadlan 'sabun' sedang memberi tauziah 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Da'i asal Papua ikut memberikan syiar di Ummat Fest 2019, yang diselenggarakan oleh Wahdah Islamiyah, di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Jl Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Minggu (10/11/2019).

Dia adalah, Ustadz Fadlan atau akrab disapa Ustaz Sabun, Dai asal Nuu Waar (Papua).

Cabang dan Ranting Muhammadiyah se-Indonesia Bakal Hadir di Limbung

BREAKING NEWS: Baru 4 Menit Laga Berlangsung PSM Sudah Ketinggalan

Di acara tersebut, Ustad Fadlan menceritakan sejarah Islam, serta dirinya yang berhasil mengajak karena telah mengislamkan 3712 anggota suku di Irian (sekarang Papua).

Ustadz Fadlan menceritakan bagaimana sejarah Islam sebagai satu agama tertua dan pertama di Papua.

Menurut dai yang telah melakukan perjalanan dakwah lebih dari 30 tahun ini, agama Islam pertama kali dibawa ke Papua oleh Sultan Iskandar Syah dari Samudra Pasai.

Video Panas Sepasang Pelajar di Pinggir Sungai Cikapundung Bandung Viral di Instagram (IG)

"Tanggal 17 Juli 1204 Masehi, Sultan Iskandar Syah dari Kerajaan Samudra Pasai melakukan dakwah ke Malaysia, Solok, Filipina, turun ke Tidore, dan dari Tidore dia sampai ke Irian," ujarnya sambil menunjuk Peta Irian yang dipancarkan dari layar LCD proyektor.

"Tanggal 5 Februari 1885 agama kristiani dibawa masuk Irian, tapi jauh sebelum itu agama Islam sudah masuk terlebih dahulu. Kurang lebih ada sekitar 12 kerajaan Islam di bumi Cendrawasih sana,” tambah Ustad Fadlan.

Ustad Fadlan 'sabun' sedang memberi tauziah
Ustad Fadlan 'sabun' sedang memberi tauziah (Humas Wahdah Islamiyah)


Dalam satu kisah yang paling menarik, dai ini menceritakan bagaimana perjalanannya mengislamkan penduduk pedalaman dengan mandi menggunakan sabun dan memberikannya julukan ‘Ustaz Sabun’.

 Peringati Hari Pahlawan, Kobass Pinrang Sediakan Layanan Seduh Sendiri Bayar Sesuka Hati

Beberapa kali ia terlibat dialog berujung jeruji besi saat mencoba berdakwah, baik kepada juru agama hingga kepala-kepala suku.

Ia mengaku, saat berdakwah ke lereng pegunungan, betis kaki kirinya sempat terkena sabetan tombak hingga ia harus menjalani perawatan selama tiga bulan lamanya.

“Saya percaya, pekerjaan yang paling bergengsi itu adalah berdakwah. Saya beruntung bisa menjadi PNS. Pegawai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,” tuturnya dengan sumringah.

Mau Liburan Tahun Baru di Shanghai China? Ini 4 Pilihan Tiket Murahnya

Decak kagum penduduk pedalaman Papua dengan hadirnya 'sabun' dalam kegiatan dakwah Ustadz Fadlan, menjadikan mereka meyakini akan ajaran agama kebenaran yang dibawa oleh Sang Pendakwah. (*)

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved