Terapkan E Coklit, KPU Makassar Libatkan 4 000 PPDP

Kegiatan E Coklit KPU akan melibatkan sekitar 4000 petugas untuk mencocokan data dan penelitian di lapangan. Mereka akan disebar disetiap kecamatan de

Terapkan E Coklit, KPU Makassar Libatkan 4 000 PPDP
hasan/tribun-timur.com
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar akan menerapkan pencocokan dan penelitian (Coklit) Elektronik atau E Coklit) daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar 2020 mendatang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar akan menerapkan pencocokan dan penelitian (Coklit) Elektronik atau E Coklit Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar 2020 mendatang.

Kegiatan E Coklit KPU akan melibatkan sekitar 4000 petugas untuk mencocokan data dan penelitian di lapangan. Mereka akan disebar disetiap kecamatan dengan cara door to door.

Customer Gathering, PT Wahana Persada Indonesia Bagi-bagi Emas

Begini Cara SMKN I Makassar Agar Tak Kalah Bersaing dengan Sekolah Swasta

"Bulan Maret mulai diterapkan dengan melibatkan sekitar 4000 PPDP (Petugas panitia pemutakhiran data pemilih )," kata Komisioner Program dan Data KPU Kota Makassar,Romy Harminto.

Menurut Romy Harminto kelebihan e Coklit ini mempermudah pengimputan dan akurasi yang tinggi, sehingga untuk kasus ganda bisa ditekan seminimal mungkin.

Senada disampaikan Ketua KPU Makassar, Farid Wajdi bahwa sistem ini penting untuk diketahui oleh masyarakat bahwa rekapitulasi data pemilih adalah proses yang terukur.

Sehingga ketika ada isu, aplikasi ini sebagai alat bantu, agar isu-isu itu dapat dipetakan. Coklik sebenarnya kata dia sebagai alat bantu bagi KPU untuk memudahkan kerja-kerja pemutakhiran data pemilih.

"Cara kerjanya sebenarnya, sama dengan rekapitulasi dengan rekap data pemilih Sebelumnya, hanya saja modelnya di database kan, ketika ada data ganda, gampang kami litigasi," ujar Farid.

 Customer Gathering, PT Wahana Persada Indonesia Bagi-bagi Emas

 Begini Cara SMKN I Makassar Agar Tak Kalah Bersaing dengan Sekolah Swasta

Untuk pemuktahiran DPT Pilwali mendatang, KPU terus berkoordinasi dengan Dinas Kepenudukan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Disinggung soal tingkat pemilih pemula, Farid menenerankan melakukan pengumpulan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) . Setelah ini DAK2 keluar kemudian DP4.

"Kemudian kami melakukan pemutakhiran data pemilih berdasarkan data DP4 yang diberikan Kemendagri melalui Pemda.

Dari situ akan ada DPS, dari DPS kami sdha bisa memetakan potensial 17 tahun di 2020, nanti tanggal 23 September, sehingga bisa dimasukkan di DPT lebih awal," paparnya. 

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved