Mengangkat Kisah Kearifan Lokal Daerah, Andi Januar Ajak Masyarakat Nonton Film Ati Raja

Legislator Sulawesi Selatan dari Fraksi Demokrat, Andi Januar Jaury Dharwis memberikan apresiasi karya-karya film lokal

Mengangkat Kisah Kearifan Lokal Daerah, Andi Januar Ajak Masyarakat Nonton Film Ati Raja
rilis
Andi Januar Jaury Dharwias foto bersama para pemeran Film ATI RAJA 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --- Legislator Sulawesi Selatan dari Fraksi Demokrat, Andi Januar Jaury Dharwis memberikan apresiasi karya-karya film lokal yang mengangkat kisah tentang budaya daerah.

Menurutnya rumah produksi sineas lokal Ati Raja dianggap sudah tepat menggandeng Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan kearifan lokal Sulawesi Selatan melalui promosi karya-karya film daerah.

Penasaran dengan Film Ati Raja, Gadis Palopo ini ke Makassar Khusus Nonton

Maxi Talk Yamaha-Tribun Timur: Sedikit Spoiler Film Ati Raja

FOTO: Pemeran dan Kru Film Ati Raja Kunjungan ke Redaksi Tribun Timur

Apresiasi kreator film Ati Raja, lanjutnya memiliki aspek promosi multi budaya dan kearifan lokal Sulawesi Selatan yang sempat terlupakan.

"Ini menarik karena budaya lokal diperkenalkan melalui media visual film. Sebagai bentuk dukungan karya dalam negeri. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat Sulsel secara khusus dan nusantara secara umum menonton film ini," ujar Praktisi Marine Tourism Sulsel ini seperti dikutip dari rilis yang diterima.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel, Andi Januar Jaury Darwis menjadi pembicara dalam sharing session Outlook Kepariwisataan Sulsel 2018 di Kafe Samudera Ombak di Dermaga Khayangan jalan Pasar ikan Makassar, Minggu (7/1). Januar memaparkan bagaimana menyesuaikan keinginan pasar zaman now dengan potensi wisata yang dikemas semenarik mungkin. tribun timur/muhammad abdiwan
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel, Andi Januar Jaury Darwis menjadi pembicara dalam sharing session Outlook Kepariwisataan Sulsel 2018 di Kafe Samudera Ombak di Dermaga Khayangan jalan Pasar ikan Makassar, Minggu (7/1). Januar memaparkan bagaimana menyesuaikan keinginan pasar zaman now dengan potensi wisata yang dikemas semenarik mungkin. tribun timur/muhammad abdiwan ()

Pemeran Utama Film ATI RAJA Fajar Baharuddin mengatakan film ini sarat dengan pesan-pesan leluhur.

Lagu ATI RAJA yang menjadi pesan penting dalam film ini menceritakan tentang bagaimana keberagaman budaya bisa menyatukan karakteristik budaya kita di Sulsel.

Aktifis Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) ini mengaku terpanggil untuk mengajak seniman-seniman muda, penulis dan budayawan lokal membuat karya layar lebar yang menggambarkan kehidupan masyarakat di Sulawesi Selatan di masa lalu.

"Pesan film ini penting buat generasi kita di Sulsel. Keterlibatan tim milenials BPPD Sulsel dalam mendukung promosi pariwisata daerah melalui film. Saya pikir sebuah terobosan yang baik bagi daerah," kata pria yang akrab disapa Bojan ini.

Hal sama juga disampaikan Direktur Eksekutif BPPD Provinsi Sulawesi Selatan, Hendra Nick Arthur yang mengaku karya-karya lokal wajib menjadi produk branding daerah.

"Bukan kami yang mensyaratkan hal ini. Ini perintah amanat UU No. 10/2009 Tentang Kepariwisataan. Lembaga ini wajib mendukung berbagai kreatifitas daerah dalam memperkenalkan budaya Sulsel keluar. Termasuk bagaimana daerah bisa mendukung karya-karya sineas lokal," ucapnya.

Menurutnya penguatan memperkenalkan budaya daerah melalui film juga menjadi bagian salah satu strategi promosi pariwisata Sulsel.

"Regulasi daerah sudah tegas mengatur ini. Silahkan buka Perda No. 1/2011 Tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan di Sulawesi Selatan. Bapak Gubernur Nurdin Abdullah sudah memberikan dukungannya melalui teaser film bernuansa lokal ini. Kita pun organisasi non-pemerintah wajib hadir atas nama daerah," tuturnya.

Hendra yang juga Sekertaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Selatan ini berharap film ATI Raja yang akan didorong menjadi salah satu program promosi daerah ini bisa mendapat dukungan dari warga Sulawesi Selatan.

"Ini bagian dari kita untuk mendukung gerakan promosi kearifan lokal melalui nonton bareng serentak di 50 layar di sejumlah titik di Indonesia. (*)

Editor: Ilham Mulyawan Indra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved