Ritual 'Mappalili' di Segeri Pangkep Dipimpin Puang Matoa Bissu Nani

Rabu (6/11/2019) pagi pukul 06.00 Wita, panitia menyiapkan segala bahan yang akan dibawah dan mengisi acara Mappalili sebagai persyaratan dalam acara

Ritual 'Mappalili' di Segeri Pangkep Dipimpin Puang Matoa Bissu Nani
Munjiyah/Tribun Pangkep
Ratusan masyarakat di Kecamatan Segeri menyambut ritual Turun Sawah (Mappalili) di Kelurahan Bontomatene, Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu (6/11/2019). 

TRIBUNPANGKEP.COM, SEGERI - Ratusan warga di Kecamatan Segeri menyambut ritual Turun Sawah (Mappalili) di Kelurahan Bontomatene, Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu (6/11/2019).

Ritual Mappalili di Segeri Pangkep dipimpin Puang Matoa Bissu Nani.

Bahas SDGs, Fakultas Keperawatan Unhas Hadirkan Pembicara dari 4 Negara

Prediksi Susunan Pemain Atalanta Vs Manchester City, The Citizen Tanpa Aymeric Laporte

Di ILC, Mahfud MD Tantang Debat Soal Radikalisme, Rocky Gerung: Dia Mulai Mengancam & Meneror

Dalam Hal Ini Nikita Mirzani Rekan Billy Syahputra & Raffi Ahmad Kalah Telak dari Elza Syarif

Tim Ubur-ubur Polrestabes Makassar Amankan 1,3 Kg Sabu, Tangkap Bandar Narkoba di Jl Kakatua

Puang Matoa Bissu Nani bernama lengkap Ramli, dipercayakan memimpin acara ritual tersebut yang dipusatkan di rumah adat Arajang Segeri.

"Ini ritual yang wajib dilaksanakan masyarakat Segeri ketika akan turun sawah dalam setahun sekali," ujarnya.

Rabu (6/11/2019) pagi pukul 06.00 Wita, panitia menyiapkan segala bahan yang akan dibawah dan mengisi acara Mappalili sebagai persyaratan dalam acara itu.

Puang Matoa Bissu Nani dan para Bissu lainnya juga menyiapkan perlengkapan kostum mereka di rumah adat Arajang.

Acara Mappalili yang digelar selama tiga hari diawali dengan acara Mateddu Arajang, Mappalesso Arajang, Malekke Wae, Madewata dan Maggiri.

Usai semua acara di rumah adat dilaksanakan, para Bissu dan rombongan mengarak Arajang ke sawah yang merupakan momen puncak acara.

Arajang akan diarak dalam proses hikmat dan sakral dari rumah adat lalu dibawah ke sungai Segeri, ke Pasar Segeri lalu dibawa kembali ke tempat semula yaitu di rumah Arajang.

Puang Matoa Bissu Nani menambahkan, ini sangat penting untuk melestarikan budaya di Segeri Pangkep.

Halaman
12
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved