TRIBUN WIKI
Rekomendasi 7 Objek Wisata Sejarah di Kota Makassar, Liburan Sambil Belajar
Rekomendasi 7 Objek Wisata Sejarah di Kota Makassar, Liburan Sambil Belajar
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Anita Kusuma Wardana
Rekomendasi 7 Objek Wisata Sejarah di Kota Makassar, Liburan Sambil Belajar
TRIBUN-TIMUR.COM - Kota Makassar tidak hanya memiliki destinasi wisata indah seperti Pantai Losari yang selalu wajib dikunjungi wisatawan lokal hingga mancanegara.
Kabupaten Makassar nyatanya memiliki sejumlah obyek wisata bersejarah yang patut dikunjungi ketika libur lebaran sekaligus belajar, ataupun saat momen mudik bersama keluarga di kampung halaman sekitaran Makassar.
Berikut Tribun Timur menghimpun sejumlah destinasi wisata sejarah di Kota Makassar.
1. Museum Kota Makassar
Alamat: Jl. Balaikota No.11, Kota Makassar
Jam buka: 08.00–19.00
Museum Kota Makassar berada di provinsi Sulawesi Selatan yang didirikan oleh/atas ide wali kota Makassar Drs HB Amiruddin di masa awal-awal menjabat.
Mesuem ini menempati gedung balai kota lama yang terletak di tengah kota Makassar, gedung yang dipakai merupakan gedung yang bersejarah yaitu bangunan yang telah berdiri di masa penjajahan Belanda di tahun 1916.
Museum kota Makassar diresmikan pada tanggal 7 Juni 2000 dengan maksud untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai identitas dan sejarah kota Makassar serta budaya penduduk Makassar seperti dilansir dari wikipedia.
2. Fort Rotterdam
Alamat: Jl. Ujung Pandang, Kota Makassar
Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo.
Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros.
3. Museum La Galigo
Alamat: Jl. Ujung Pandang No.2, Kota Makassar
Jam buka: 08.00–15.30
Museum La Galigo adalah sebuah museum provinsi Sulawesi Selatan yang terletak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Terletak di Jl. Ujung Pandang No. 1. Museum ini didirikan pada tanggal 1 Mei 1970.
Pada 24 Februari 1974 Direktur Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. I.B. Mantra meresmikan gedung No. 5 dengan luas 2.211 m² sebagai ruang pameran tetap dan ruang pembinaan.
Museum ini memiliki koleksi sebanyak kurang lebih 4999 buah yang terdiri atas koleksi prasejarah, numismatik, keramik asing, sejarah, naskah, dan etnografi.
Koleksi etnografi terdiri atas berbagai jenis hasil teknologi, kesenian, peralatan hidup, serta benda lain yang dibuat dan digunakan oleh suku Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja.
Museum juga memiliki benda-benda yang berasal dari kerajaan-kerajaan lokal dan senjata yang pernah digunakan pada saat revolusi kemerdekaan.
4. Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat
Alamat: Jl. Jend. Sudirman, Kota Makassar
Jam buka: 11.00–18.00
Seperti Monumen yang berlokasi di Jl Jenderal Sudirman salah satu yang dijadikan tempat wisata bersejarah. Lokasinya hanya 200 meter sebelah selatan titik nol kilometer Kota Makassar, Lapangan Karebosi. Bersebelahan dengan Gedung Balai Prajurit Jenderal M Yusuf.
Monumen Mandala merupakan bangunan atau tempat yang memiliki nilai sejarah yang penting.
Dilansir dari panduanwisata.id Monumen Mandala dibangun pada tahun 1994 dan selesai pada tahun 1996.
Pembangunan dengan tujuan untuk mengenang jasa pahlawan dalam pembebaskan Irian Barat dari tangan para penjajah sekaligus hadiah atas jasa mantan Presiden Indonesia yang ke-2 yaitu Soeharto.
5. Kompleks Makam Raja-Raja Tallo
Alamat: Jl. Sultan Abdullah Raya, Kota Makassar
Di Kompleks Makam Raja-Raja Tallo bisa dijadikan tempat belajar sejarah sekaligus belajar untuk anak-anak.
6. Monumen Korban 40 Ribu Jiwa
Alamat: Jalan Korban 40000 Jiwa, Kota Makassar
Jam buka: 06.00–17.30 Wita
Satu lagi monumen yang ada di Kota Makassar yang dapat dijadikan tempat wisata sekaligus belajar yakni Monumen Korban 40.000 Jiwa.
Di tempat tersebut terdapat patung-patung yang menggambarkan peristiwa yang terjadi pada bulan Desember 1946-Februari 1947 selama operasi militer Counter Insurgency (penumpasan pemberontakan).
Pembantaian Westerling adalah sebutan untuk peristiwa pembunuhan ribuan rakyat sipil di Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh pasukan Belanda Depot Speciale Troepen pimpinan Raymond Pierre Paul Westerling.
7. Benteng Somba Opu
Alamat: Benteng Somba Opu, Kota Makassar
Benteng Somba Opu adalah benteng peninggalan Kesultanan Gowa yang dibangun oleh Raja Gowa ke-9 Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna pada abad ke-16.
Pada masanya tempat ini pernah menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan dimana rempah-rempah yang diperjualbelikan untuk beberapa pedagang baik dari Asia, sekitar Indonesia dan wilayah Eropa.
Sayangnya tempat yang sering dikunjungi oleh beberapa masyarakat lokal dan internasional ini telah dikuasai oleh VOC pada tahun 1669, kemudian dihancurkan hingga terendam oleh ombak pasang.
Pada tahun 1980-an pun benteng ini ditemukan kembali oleh beberapa ilmuwan yang datang ke tempat itu.
Pada tahun 1990 benteng ini telah direkonstruksi sehingga terlihat lebih baik lagi. Pada saat ini pun Benteng Somba Opu telah menjadi sebuah objek wisata bersejarah karena di dalamnya terdapat beberapa bangunan rumah adat Sulawesi Selatan.(*)
Ingin Periksa Kehamilan? 5 Rekomendasi Dokter Spesialis Kandungan Perempuan di Kota Makassar
Sering Pamerkan Lekuk Tubuh, Inilah Deretan 5 Artis Cantik Indonesia Punya Perut Six Pack
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rekomendasi-7-objek-wisata-sejarah-di-kota-makassar-liburan-sambil-belajar.jpg)