Mediasi di Rumah Pak Dusun Batu-batua Bontoramba Jeneponto Berakhir Ricuh, Seorang Warga Tewas

Sementara Dg Nuntung mendapat perawatan di RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto usai terluka karena diamuk sekelompok massa.

Mediasi di Rumah Pak Dusun Batu-batua Bontoramba Jeneponto Berakhir Ricuh, Seorang Warga Tewas
ikbal/tribunjeneponto.com
Jenazah yang ditemukan tewas di Kampung Batu-batua, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Senin (4/11/2019) sore. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BONTORAMBA - Pembunuhan sadis terjadi di Dusun Batu-batua, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, Sulsel, Senin (4/11/2019) kemarin.

Ambo (38) dan Mantari Dg Nuntung (70) mengalami luka serius akibat amuk massa.

PENTING Ralat Pengumuman CPNS 2019 Kemenkumham, Cek Perubahannya Berikut Ini

Stadion Gelora Parepare Paling Siap jadi Markas PSM Musim 2020, Asal 2 Infrastuktur Ini Dibenahi

Sering Pamerkan Lekuk Tubuh, Inilah Deretan 5 Artis Cantik Indonesia Punya Perut Six Pack

Tokoh Sangalla Tempuh Perjalanan 315 Kilometer Toraja-Makassar Hanya Laporkan Jalan Rusak

VIDEO: Ini Kata CEO PSM Munafri Arifuddin Soal Pelatih Hingga Pemain Musim Depan

Keduanya masih berstatus anak dan bapak, bahkan sang anak tewas usai batu dan parang bersarang di tubuhnya.

Sementara Dg Nuntung mendapat perawatan di RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto usai terluka karena diamuk sekelompok massa.

Informasi yang dihimpun jurnalis Tribun Timur, dua warga Desa Barayya Kecamatan Bontoramba, Jeneponto itu di curigai mencuri kuda.

Saat itu ia dibawa ke rumah Kepala Dusun Batu-batua yang bernama Tayang. Yang saat itu kepala dusun tak berada di tempat karena bertepatan dengan pemilihan desa.

Mereka berencana akan menyelesaikan persoalan tudingan pencurian kuda di rumah kepala dusun, hingga terjadi cekcok.

Berawal dari cekcok itu, kemudian oknum warga dari kelompok massa menuding korban sebagai pencuri kuda.

Usai menuding korban sebagai pencuri kuda, massa kemudian menghujani lemparan batu korban hingga menebas parang hingga Ambo tewas.

" Saat kejadian saya tidak tahu. Karena saya ada di tempat pemilihan desa, saat saya tiba di rumah orang sudah ramai dan rumahku hancur," kata Tayang kepada Tribun di kediamannya.

Halaman
12
Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved