Jokowi Kalah di MA Soal Penyebaran Dokter, Begini Respon Plt Kadis Kesehatan Jeneponto

Menurut Syafruddin Nurdin, putusan MA tersebut tak terlalu berpengaruh ke Jeneponto.

Jokowi Kalah di MA Soal Penyebaran Dokter, Begini Respon Plt Kadis Kesehatan Jeneponto
ikbal/tribunjeneponto.com
Plt Kadis Kesehatan Jeneponto dr Syafruddin Nurdin 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Plt Kepala dinas kesehatan Jeneponto dr Syafruddin Nurdin, menanggapi santai putusan MA soal mencoret kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebar para dokter spesialis hingga ke penjuru nusantara.

Menurut Syafruddin Nurdin, putusan MA tersebut tak terlalu berpengaruh ke Jeneponto.

"Untuk wilayah Jeneponto putusan ini tidak terlalu berpengaruh, karena akses fasilitas kesehatan rujukan dalam hal ini RS dimana tempat para dokter spesialis mengabdi masih sangat mudah ditempuh," katanya, Selasa (5/11/2019).

Kukuhkan Prof Makmur Saini, Politeknik Negeri Ujung Pandang Kini Punya Dua Guru Besar

Dokter Gadungan Kabur ke Malaysia, Ini Pendapat Pakar Pidana

VIDEO: Intip Kegiatan Donor Darah Semen Tonasa Pangkep

Tapi disisi lain program untuk penguatan kelembagaan Puskesmas, bisa dilakukan kerjasama kunjungan dokter speasialis.

Seperti kunjungan dokter ahli mata untuk operasi katarak di Puskesmas sudah sering dilakukan di Jeneponto.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) mencoret kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebar para dokter spesialis hingga ke penjuru Nusantara.

Jokowi terpaksa membuat Peraturan Presiden (Perpres) baru yang tidak lagi mewajibkan bagi dokter spesialis untuk berdinas hingga ke pelosok Papua.

Tapi yang akan ditugaskan hanya dokter sukarela.

 Kukuhkan Prof Makmur Saini, Politeknik Negeri Ujung Pandang Kini Punya Dua Guru Besar

 Dokter Gadungan Kabur ke Malaysia, Ini Pendapat Pakar Pidana

 VIDEO: Intip Kegiatan Donor Darah Semen Tonasa Pangkep

Keputusan MA mencoret kebijakan Jokowi itu, seiring dengan diketoknya putusan Judicial Review Nomor 62 P/HUM/2018.

MA menganulir Perpres Nomor 4 Tahun 2017 tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis.

MA beralasan wajib kerja merupakan bagian dari kerja paksa dan dilarang oleh UU Nomor 39 tahun 1999, tentang HAM dan UU Nomor 19 Tahun 1999 tentang Konvensi ILO mengenai Penghapusan Kerja Paksa.

Atas putusan MA itu, Jokowi kemudian mengeluarkan Perpres Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pendayagunaan Dokter Spesialis. (TribunJeneponto.com)

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved