Gegara DAK, Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kejari Bone Lakukan ini

"Dana sebesar Rp 2, 3 Miliar itu masuk dalam rencana anggaran dari Dinas Kelautan Perikanan Bone pada tahun 2020,"

Gegara DAK, Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kejari Bone Lakukan ini
Humas Pemkab Bone
Dinas Kelautan Perikanan Bone menggandeng Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah ( TP4D) Kejaksaan Negeri Bone. 

TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE- Dinas Kelautan Perikanan Bone menggandeng Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah ( TP4D) Kejaksaan Negeri Bone.

Hal itu dilakukan dalam mengawal kegiatan pembangunan yang dilakukan Dinas Kelautan Perikanan Bone dalam hal penggunaan Dana Alokasi Khusus(DAK) Rp 2, 3 Miliar pada tahun 2020.

Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone, Ir Wahida menuturkan DAK Rp 2, 3 Miliar itu terbagi dalam DAK Kenelayanan Rp 828 juta  dan Bidang Budidaya Rp1, 4 Miliar.

Kesthuri Buka Jaringan Bisnis Syariah di Rusia, Ini Motivasinya

Maksudnya Apa? Rocky Gerung Sebut Prabowo Diumpankan di Kabinet, Bikin Kesalahan Supaya Di-reshuffle

Hindari Pengintip Pesan WhatsApp, Kini Bisa Dikunci Pakai Sidik Jari, Simak Caranya

"Dana sebesar Rp 2, 3 Miliar itu masuk dalam rencana anggaran dari Dinas Kelautan Perikanan Bone pada tahun 2020," kata Ir Wahidah dalam sosialisasi TP4D Pembinaan dan Pengembangan Perikanan di Bunnir Coffee, Jl Jenderal Sudirman, Kota Watampone, Senin (4/11/2019).

Lanjut Wahidah, pada tahun 2019 lalu, pembangunan sukses dilaksanakan dari kucuran dana alokasi khusus (DAK) pada tahun 2019 berupa kegiatan fisik bidang kenelayanan Rp478 juta.

Kemudian dana alokasi umum (DAU) Rp137 juta, begitupula di bidang budidaya DAK sebesar Rp1, 37 M dan DAU Rp308 juta.

Hadir Bupati Bone Dr HA Fahsar M Padjalangi, Kepala Kejaksaan Negeri(Kajari) Bone Dr Eri Satriana SH MH, Kepala Inspektorat Daerah HA Islamuddin.

Bupati Bone Dr HA Fahsar M Padjalangi menuturkan TP4D sangat diperlukan dalam mendampingi pembangunan pemerintah.

“TP4D ini mengawal dari awal rencana kegiatan pembangunan hingga pelaporan hasil pelaksanaan sehingga betul-betul sesuai SOP,” kata Fahsar.

Kesthuri Buka Jaringan Bisnis Syariah di Rusia, Ini Motivasinya

Maksudnya Apa? Rocky Gerung Sebut Prabowo Diumpankan di Kabinet, Bikin Kesalahan Supaya Di-reshuffle

Hindari Pengintip Pesan WhatsApp, Kini Bisa Dikunci Pakai Sidik Jari, Simak Caranya

Kajari Bone, Dr Eri Satriana dalam pemaparannya tentang Strategi Penegakan Hukum Berimbang.

“Kami akan mengatur strategi pendampingan. Kalau misalnya kegiatan banyak fisik maka akan kami minta teknis yang memantau,” tegasnya.

Ia menambahkan penerima manfaat harusnya disurvei dengan memberikan questioner sebelum dan sesudah kegiatan.(TribunBone.com).

Laporan Wartawan TribunBone.com @juzanmuhammad

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved