Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelajar GGS Makassar Tampilkan Budaya Sulsel dan Papua di Hadapan Mahasiswa Swiss

Berbagai pertunjukan seni tradisional hingga kuliner khas Indonesia, khususnya Makassar pun diperkenalkan oleh pelajar GGS kepada tamu asal Swiss ters

Penulis: Alfian | Editor: Ansar
Golden Gate School
Golden Gate School (GGS) Makassar menyelenggarakan kegiatan Cross Cultural Exchange, Selasa (29/10/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Golden Gate School (GGS) Makassar menyelenggarakan kegiatan Cross Cultural Exchange, Selasa (29/10/2019).

Kegiatan ini menjadi ajang pertukaran budaya antara siswa-siswi GGS dan 18 mahasiswa FHNW, universitas terkemuka di bidang science dan arts di Northwestern Switzerland.

Berbagai pertunjukan seni tradisional hingga kuliner khas Indonesia, khususnya Makassar pun diperkenalkan oleh pelajar GGS kepada tamu asal Swiss tersebut.

Yusran Bakrie sebagai perwakilan Golden Gate School Makassar menyebut kegiatan yang digelar sebagai ajang menambah wawasan global bagi para peserta didiknya.

“Sekaligus  anak-anak juga bisa ikut membantu mempromosikan Indonesia, khususnya Makassar,” ucapnya.

Transaksi di MaRI dan Nipah Mal Dapat Voucher Rp 50 Ribu dari Bank BNI

Nurdin Abdullah Sambangi Korban Kebakaran Rajawali, Sudirman Jadikan Angel Anak Angkat

Tak Tayang di Indosiar, 4 Link Live Streaming TV Online Bhayangkara FC vs PSM, Live Vidio.com via HP

Tidak hanya menampilkan kesenian khas Sulawesi Selatan, kegiatan tersebut juga diisi oleh pertunjukan seni dan presentasi seputar budaya Papua.

Pengenalan budaya Papua dilakukan sendiri oleh pelajar asal Papua yang kini sedang mengikuti Master Preparation Program di Golden Gate.

Mahasiswa Swiss yang hadir pada kegiatan tersebut mengaku terpukau dengan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

Mereka juga memberikan pujian atas kepiawaian siswa-siswi GGS dalam menampilkan tarian
dan mempresentasikan potensi budaya mereka.

Salah seorang mahasiswa asal Swiss pun diajak untuk mengenakan pakaian khas Bugis, baju bodo.

“Saya kagum dengan kepercayaan diri siswa-siswi GGS dalam memperkenalkan budaya mereka.  Semua tarian yang ditampilkan sangat indah. Saya menikmatinya,” katya Dr Stefan Guntert, dosen  FHNW.

Transaksi di MaRI dan Nipah Mal Dapat Voucher Rp 50 Ribu dari Bank BNI

Nurdin Abdullah Sambangi Korban Kebakaran Rajawali, Sudirman Jadikan Angel Anak Angkat

Tak Tayang di Indosiar, 4 Link Live Streaming TV Online Bhayangkara FC vs PSM, Live Vidio.com via HP

Dalam kesempatan tersebut, Prof Lynn Lim dari FHNW pun ikut mempresentasikan potensi  budaya, wisata, maupun pendidikan yang dimiliki Switzerland.

Kota Makassar sendiri sengaja dipilih pihak FHNW sebagai tujuan study tour kampus mereka karena Makassar diyakini memiliki potensi yang besar dalam berbagai bidang, termasuk bisnis.

“Selama ini orang hanya mengenal Indonesia dari Bali dan Jakarta. Untuk itu, kali ini kami
sengaja memilih kota Makassar karena kota ini punya potensi besar untuk berkembang,” terangnya.

Kegiatan Cross Cultural di GGS sendiri adalah bagian dari rangkaian acara mahasiswa Swiss
selama di Makassar hingga tanggal 6 November mendatang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved