Tiga Jurnalis Dianiaya Polisi, LBH Pers Makassar Tagih Janji Kapolda Sulsel

Menurut tim hukum LBH Pers Makassar Firmansyah, Kapolda harusnya komitmen dengan janjinya yang akan menuntaskan kasus penganiayaan

Tiga Jurnalis Dianiaya Polisi, LBH Pers Makassar Tagih Janji Kapolda Sulsel
muslimin emba/tribun-timur.com
Seorang jurnalis terkena anak panah (busur) saat meliput aksi demonstrasi ricuh di Jl AP Pettarani, Makassar, Jumat (27092019) malam. 

Hal ini diperkuat dengan tim Hukum yang tergabung didalam LBH Pers Makassar yang telah melayangkan surat ke Polda Nomor: 003/LBHPers-Mks/X/2019.

Dalam permintaan Infor perkembangan terkait kasus kekerasan, penganiayaan dan Penghalang-halangan terhadap 3 Jurnalis.

Baca: RS Bhayangkara Makassar Rawat Bocah 2 Tahun yang Dua Hari Peluk Mayat Ibunya di Kamar Kos

Pihaknya juga telah memberikan Kwitansi guna kepentingan pengambilan Visum korban Di RS. Selain itu juga, dua orang saksi telah diperiksa oleh tim penyidik.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani menyebutkan soal kasus kekerasan tiga jurnalis itu saat ini sudah bergulir di penyidik Propam Polda.

"Kasusnya sudah bergulir di Bid Propam, jadi bersabar saja kasus ini akan segera dijelaskan perkembangannya bagaimana," kata Kombes Dicky kepada tribun.

Baca: Berjalan Sukses, Bakti Sosial Bosowa Peduli Warga dengan Bagi 1.469 Kacamata di Maros

Koalisi Antikekerasan dan AJI Minta Kapolda Sulsel Bertanggungjawab Atas Kasus Jurnalis

Menurut Koalisi Antikekerasan di Sulsel peristiwa aksi kekerasan yang melibatkan oknum kepolisian itu terjadi secara masif.

Karena hal ini, Koalisi Antikekerasan gelar aksi kampanye di pertigaan Jl Ap Pettarani dan Boulevard, Jumat (25/10/2019) sore.

Koordinator aksi dari LBH Pers Makassar, Firmansyah mengaku aksi tersebut digelar dalam merespon masifnya kriminalisasi.

NA Jadi Korban Kekerasan, PPPA Sulsel Pendampingan Pemulihan Trauma

Gerindra Mulai Bicara Penunjukan Trenggono Jadi Wakil Menhan: Prabowo Sebenarnya Tidak Happy Ya

VIDEO: Arsyad Kasmar Daftar Balon Bupati Luwu Utara di Partai Gerindra

Pasalnya, saat ini di Indonesia khusus di wilayah Makassar terjadi kriminalisasi dan kekerasan yang dialami oleh masyarakat.

Baik kalangan profesional seperti jurnalis, advokat, dari kalangan aktivis, pegiat HAM dan juga dari kalangan aktivis mahasiswa.

Halaman
1234
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved