Nasib Guru Honorer di Sulbar Semakin Tidak Jelas, DPRD jadi Sasaran

RDP yang berlangsung di ruangan Komisi IV dipimpin langsung ketua DPRD Sulawesi Barat Hj Suraidah Suhardi, dihadiri puluhan Anggota DPRD lintas fraksi

Nasib Guru Honorer di Sulbar Semakin Tidak Jelas, DPRD jadi Sasaran
nurhadi/tribunmamuju.com
RDP GTT-PTT di ruangan Komisi IV DPRS Sulawesi Barat dipimpin langsung Ketua DPRD Hj Sitti Suraidah Suhardi.(nurhadi/tribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Ribuan guru honorer yang tergabung dalam Forum GTT-PTT Sulawesi Barat nasibnya kian tak jelas.

Puluhan perwakilan mereka kembali melakukan Rapat Dengan Pendapat (RDP) dengan DPRD Sulawesi Barat, Senin (28/10/2019).

RDP yang berlangsung di ruangan Komisi IV dipimpin langsung ketua DPRD Sulawesi Barat Hj Suraidah Suhardi, dihadiri puluhan Anggota DPRD lintas fraksi dan Kepala Dinas Pendidikan H Arifuddin Toppo.

RDP digelar usai pelantikan empat pimpinan DPRD Sulbar.

Kata Kejati Sulsel Bilang Begini Pasca Tutupi Informasi dan Larang Wartawan Meliput

Ditahan di Lapas Makassar, Jentang Tunggu Dibebaskan Kejati Sulsel

Suku Bunga Acuan BI Turun, BI7DRR Menjadi 5 Persen

Puluhan GTT-PTT yang dipimpin oleh Ketua Froum Asrar, mempertanyakan status SK ribuan GTT-PTT yang tersebar pada ratusan sekolah SMA dan SMK di Sulawesi Barat yang akan berakhir 31 Oktober mendatang.

Ketua DPRD Sulbar Hj Sitti Suraidah Suhardi mengatakan, berdasarkan keputusan rapat permasalah tersebut akan diselesaikan dengan melibatkan lintas fraksi. Rencananya akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk selesaikan masalah ini.

"Kita akan komunikasikan ini ke gubernur terkait langkah apa yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah ini. Kita akan pertanyakan apakah SK GTT-PTT akan diteruskan atau tidak karenanya sampai 31 Oktober,"kata Suraidah.

Mantan Ketua DPRD Mamuju itu berharap, gubernur Sulawesi Barat bisa membuka hati untuk memberikan kesempatan kembali kepada guru honorer untuk melanjutkan kembali SK GTT-PTT.

"Kita tahu bersama di akhir tahun ini akan ada ujian bagi sekolah. Kita tidak ingin kalau SK ini tidak diteruskan para guru-guru kontrak tidak ada yang mengajar sehingga muncul masalah baru di sekolah.

Karena kita tahu bersama hasil ujian nasional kita di tingkat nasional itu kedua terendah,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved