Mahasiswa Mamasa Desak Pemprov Tuntaskan Jalan Poros Tabone, Nosu dan Pana

Unjuk peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun ini, mahasiswa Mamasa mendesak pemerintah menuntaskan pembangunan jalan poros Tabone, Nosu dan Pana.

Mahasiswa Mamasa Desak Pemprov Tuntaskan Jalan Poros Tabone, Nosu dan Pana
Nurhadi/Tribun Timur
Unjuk rasa Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mamasa di kantor DPRD Sulbar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Mamasa unjuk rasa di kantor Gubernur dan DPRD Sulawesi Barat, Jl Abd Malik Pattana Endeng, Mamuju, Senin (28/10/2019).

Unjuk peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun ini, mahasiswa Mamasa mendesak pemerintah menuntaskan pembangunan jalan poros Tabone, Nosu dan Pana.

Kembalikan Formulir Bakal Calon Bupati Luwu Timur, Thorig Husler: Semoga Hanura Bersama Saya!

Mahasiswa Ilmu Budaya Unhas Latih Pemuda Somba Opu Bahasa Jepang & Inggris

VIDEO: Hipma Gowa Tuntut Kebakaran Hutan Diusut Tuntas

Wajo Kota Santri, FKPP Usul Pembuatan Perda Pondok Pesantren

Suka Raba-raba Daerah Sensitif, Orangtua Siswa MTsN 2 Enrekang Unjuk Rasa Tuntut Kepsek Mundur

Jendral Lapangan Yustianto Tellulembang mengatakan, kehadiran mereka untuk menyuarakan aspirasi dan jeritan masyarakat Mamasa.

"Masyarakat Mamasa menuntut jalan poros Tobone, Nosu dan Pana segera dituntaskan. Bagi kami warga Mamasa jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan ekonomi,"kata Yustianto.

Menurut Yustianto, Tobone, Nosu dan Pana dikenal sebagai salah satu penghasil komoditi pertanian terbesar di Kabupaten Mamasa.

"Utamanya penghasil kopi. Tapi selama ini justru lebih banyak didistribusikan ke Kabupaten Tanah Toraja, ini karena akses jalan yang sangat dibanding ke Tanah Toraja,"jelasnya.

Jalan poros Tobone, Nosu dan Pana berstatus jalan strategis provinsi dengan panjang mencapai 53 km dengan rincian jalan Tobone - Nosu sepanjang 26 km dan jalan Nosu-Pana sepanjang 27 km.

Kata Yulianto, dalam kurun waktu 17 tahun sejak Mamasa berdiri baru sekitar 5 km jalan yang relatif bagus.

"Masih terdapat 48 km jalanan yang sama sekali belum dikerjakan. Ini menjadi permasalahan bagi masyarakat Tobone, Nosu dan Pana yang sehari-hari melewati jalan tersebut,"ujarnya.

Unjuk rasa Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mamasa di kantor DPRD Sulbar.
Unjuk rasa Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mamasa di kantor DPRD Sulbar. (Nurhadi/Tribun Timur)

"Oleh karena itu kami menuntut agar Gubernur dan DPRD Sulbar untuk meningkatkan status jalan, dari jalan provinsi menjadi jalan nasional. Kemudian kami meminta kejelasan dari Gubernur Sulbar berkaitan dengan status destinasi pariwisata Sulbar agar terang benderang di tengah-tengah masyarakat,"sambung Yustianto.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved