Eks Aktivis PMII dan Kader NU Nurul Ghufron Terancam Tak Dilantik Jadi Pimpinan KPK, Penyebab

Eks aktivis PMII dan kader NU Nurul Ghufron terancam tak dilantik jadi pimpinan KPK, penyebab.

Eks Aktivis PMII dan Kader NU Nurul Ghufron Terancam Tak Dilantik Jadi Pimpinan KPK, Penyebab
SURYA/SRI WAHYUNIK
Nurul Ghufron 

TRIBUN-TIMUR.COM - Eks aktivis PMII dan kader NU Nurul Ghufron terancam tak dilantik jadi pimpinan KPK, penyebab.

Apa penyebabnya?

Kini, Nurul Ghufron sekaligus mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) dan kader NU dipersoalkan dari sisi usia.

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengatakan, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) terpilih Nurul Ghufron masih bisa dilantik meski baru berusia 45 tahun.

Alasan Azis Syamsuddin, saat Nurul Ghufron mendaftar dan kemudian disahkan sebagai Calon Pimpinan atau Capim KPK terpilih, prosesnya masih mengacu pada Undang-Undang KPK yang lama yaitu Undang-Undang nomor 30 tahun 2002.

"Sudah dibahas bahwa dalam asas hukum ada asas non retroaktif, maka pada saat pemilihan saudara Ghufron sebagai capim KPK itu tanggal 17 September masih menggunakan UU yang lama yaitu UU KPK 30/2002 dan proses itu sudah dilakukan di tingkat pertama dan kedua," kata Azis Syamsuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Diketahui, UU Nomor 19 tahun 2019 tentang Perubahan UU KPK menyatakan bahwa minimal usia pimpinan KPK 50 tahun.

UU ini, kata Azis Syamsuddin, tidak berlaku surut.

Artinya, penetapan Nurul Ghufron sekaligus

Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember sebagai Capim KPK pada 13 September 2019 berdasarkan UU yang lama.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved