DPRD Palopo Tolak Tuntutan Mahasiswa Copot Kapolda Sulsel

Dari enam tuntutan diantaranya mendesak presiden mengeluarkan Perpu UU KPK dan tolak RUU yang tidak pro rakyat.

DPRD Palopo Tolak Tuntutan Mahasiswa Copot Kapolda Sulsel
hamdan/tribunpalopo.com
Ketua DPRD sementara Kota Palopo, Baharman Supri menerima mahasiswa unjukrasa di Kantor DPRD, Jl Andi Baso Rahim, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Senin (28/10/2019). 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Ketua DPRD Kota Palopo, Baharman Supri menerima pengunjuk rasa di Kantor DPRD, Jl Andi Baso Rahim, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Senin (28/10/2019).

Baharman Supri berdialog dan mendengarkan tuntutan mahasiswa dari berbagai organisasi tersebut.

Baca: Iqbal Suhaeb Minta Generasi Pelanjut Ambil Semangat Pemuda Masa Lalu

Dari enam tuntutan diantaranya mendesak presiden mengeluarkan Perpu UU KPK dan tolak RUU yang tidak pro rakyat.

Mendesak pemerintah menyelesaikan konflik di Papua.

Baca: Peringati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, Begini Penampilan Civitas Akademika UNM dengan Baju Adat

Bubarkan BPJS dan kembali ke Jamkesmas.

Tangkap dan adili aktor pembakaran hutan dan lahan. Usut tuntas kasus pelanggan HAM.

Hanya tuntutan untuk mencopot Kapolda Sulsel yang ditolak oleh Legislator Golkar ini.

Baca: Dua Kelompok Mahasiswa Bentrok di UMI Makassar, Bawa Parang dan Samurai

Baharman mengatakan, alasan pencopotan tidak jelas. Pencopotan Kapolda juga kewenangan Kapolri bukan rana politik.

"Sebaiknya pendemo langsung saja ke Polda sampaikan aspirasinya," kata ketua dprd sementara ini.

Sebelumnya, mahasiswa Palopo dari berbagai organisasi melakukan unjukrasa di depan Kantor DPRD.

Baca: KABAR GEMBIRA, Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka 11 November, sscasn.bkn.go.id, 7 Tahapan & Berkas Wajib

Halaman
123
Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved