Bersabarlah, Cuaca Super Panas di Makassar Segera Berakhir, Ini Prediksi BMKG
Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Maros yang meliputi Wilayah Sulawesi dan Maluku, Hartanto, cuaca panas terjadi karena faktor kelembaban udara
Penulis: Hasan Basri | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Cuaca Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (27/10/2019), sangat panas.
Kondisi ini sudah berlangsung beberapa pekan.
Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Maros yang meliputi Wilayah Sulawesi dan Maluku, Hartanto, cuaca panas terjadi karena faktor kelembaban udara yang mengalami peningkatan.
Baca: Tari Sere Bissu Pukau Penonton di Acara Pameran Pusaka di Bone
Kelembaban udara di Makassar mencapai 53 persen atau di atas batas normal yakni 50 persen.
Sedangkan suhu mencapai 38 derajat celcius.
"Terasa lebih panas karena kelembaban meningkat," kata Hartanto.
Baca: Sekpel LLDikti Wilayah IX Sulawesi Janjikan Beasiswa untuk Taruna Polimarim AMI Makassar
Dia mengatakan, penyebab kelembaban udara mengalami peningkatan karena dipengaruhi oleh kandungan uap air di udara meningkat.
Kelembaban yang meningkat dan tidak berangin menyebabkan terasa lebih gerah di badan.
Baca: AMM Bulukumba Tolak Hasil Musda KNPI Bulukumba
Kondisi cuaca panas kata dia sudah tidak berlangsung lama.
Potensi cuaca panas diprediksi terjadi hanya hingga akhir Oktober 2019.
Baca: VIDEO: Mentan SYL Puji Program Peternakan Ayam Unismuh Makassar
RAMAI di Whatsapp Suhu di Indonesia Capai 45 Derajat, Makassar 43 Derajat, Ini Kata BMKG, Hoax?
RAMAI di Whatsapp Suhu di Indonesia Capai 45 Derajat, Makassar 43 Derajat, Ini Kata BMKG, Hoax atau Fakta?
TRIBUN-TIMUR.COM - Ramai beredar di pesan whatsapp Indonesia akan memasuki suhu ekstrem.
Tidak tanggung-tanggung, dalam pesan tersebut dikatakan suhu di Indonesia mencapai 45 derajat celcius.
Hal itu akan terjadi di Solo, Bali, Riau, dan Pekanbaru.
Suhu mencapai 50 derajat bahkan dikatakan akan terjadi di Papua Nugini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bias-matahari-sore-terpancar-dari-celah-pohon-yang-rindang-di-jl-tun-abd-razak-gowa.jpg)