Bersabarlah, Cuaca Super Panas di Makassar Segera Berakhir, Ini Prediksi BMKG

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Maros yang meliputi Wilayah Sulawesi dan Maluku, Hartanto, cuaca panas terjadi karena faktor kelembaban udara

sanovra/tribuntimur.com
Bias matahari sore terpancar dari sela pohon yang rindang di Jl Tun Abd Razak, Gowa, Rabu (3/7). Pohon-pohon ini berfungsi untuk penghijauan kota. Di musim kemarau, pohon tersebut berperan meneduhkan jalan serta jadi penyaring berbagai polusi kendaraan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Cuaca Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (27/10/2019), sangat panas.

Kondisi ini sudah berlangsung beberapa pekan.

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Maros yang meliputi Wilayah Sulawesi dan Maluku, Hartanto, cuaca panas terjadi karena faktor kelembaban udara yang mengalami peningkatan.

Baca: Tari Sere Bissu Pukau Penonton di Acara Pameran Pusaka di Bone

Kelembaban udara di Makassar mencapai 53 persen atau di atas batas normal yakni 50 persen.

Sedangkan suhu mencapai 38 derajat celcius.

"Terasa lebih panas karena kelembaban meningkat," kata Hartanto.

Baca: Sekpel LLDikti Wilayah IX Sulawesi Janjikan Beasiswa untuk Taruna Polimarim AMI Makassar

Dia mengatakan, penyebab kelembaban udara mengalami peningkatan karena dipengaruhi oleh kandungan uap air di udara meningkat.

Kelembaban yang meningkat dan tidak berangin menyebabkan terasa lebih gerah di badan.

Baca: AMM Bulukumba Tolak Hasil Musda KNPI Bulukumba

Kondisi cuaca panas kata dia sudah tidak berlangsung lama.

Potensi cuaca panas diprediksi terjadi hanya hingga akhir Oktober 2019.

Baca: VIDEO: Mentan SYL Puji Program Peternakan Ayam Unismuh Makassar

RAMAI di Whatsapp Suhu di Indonesia Capai 45 Derajat, Makassar 43 Derajat, Ini Kata BMKG, Hoax?

Halaman
1234
Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved