Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pulang Kampung ke Makassar, Jusuf Kalla: Istirahat Aja

Pulang Kampung ke Makassar, Jusuf Kalla: Istirahat Aja. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla telah berada di Kota Makassar.

Tayang:
Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/WAHYU SUSANTO
Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla didampingi Founder Bosowa, Aksa Mahmud dan Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb di kediaman JK, Jl Haji Bau, Makassar, Sabtu (26/10/2019). 

Pulang Kampung ke Makassar, Jusuf Kalla: Istirahat Aja

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla telah berada di Kota Makassar.

Beliau tiba di Bandaran Sultan Hasanuddin ditemani istrinya, Mufidah Jusuf Kalla pagi tadi, Sabtu (26/10/2019).

JK sapaan akrabnya disambut oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan  Pangdam XIV Hasanuddin, Meyjen TNI Surawahadi.

Setelah itu, rombongan berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju kediaman JK, Jl Haji Bau, Makassar.

Baca: Terungkap Kejanggalan Wamen Pariwisata Angela Tanoesoedibjo Saat Baru Selesai Dilantik, Perhatikan

Baca: Jadwal Liga Inggris - Liverpool Hadapi Laga Sulit, City Berpeluang Pangkas Jarak. 2 Live di TVRI

Baca: Membandingkan Gaji Nadiem Makarim sebagai Menteri dengan Saat Menjadi Bos GoJek

Usai menerima para tamu di kediamannya, JK kemudian berkesempatan menyapa awak media.

Setelah tidak menjabat lagi sebagai wakil presiden, ia mengaku memilih istirahat saja.

"Hah, mau istirahat aja dulu. Mau pulang kampung juga," ucap JK didampingi Founder Bosowa, Aksa Mahmud dan PJ Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb.

Selain istirahat, JK juga mengaku ingin berkumpul dengan sahabat-sahabatnya di Makassar beserta keluarga.

Saat ditanya bagaimana mengurus negara selama bertahun-tahun, JK menjawab dengan santai.

"Saya hampir 20 tahun (menjabat) umur begini masih mau menjabat, capek juga," imbuhnya.

Lebih lanjut, JK menambahkan dirinya ingin lebih fokus mengurus beberapa bidang.

Seperti agama, sosial, pendidikan hingga bisnis.

"Dewan mesjid masih, PMI juga, urusan sosial, urusan pendidikan bisnis juga," pungkasnya.

Deretan Tokoh dan Ulama yang Ikut Menyambut

Purna tugas sebagai Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla beserta istri Hj Muhfidah Kalla memilih pulang kampung, Sabtu (26/10/2019) pagi.

Kedatangan JK di Bandara Sultan Hasanuddin disambut Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Founder Bosowa Aksa Mahmud, mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Khusus IAS, ia memboyong anggota komunitas motor gedenya dan mengiringi perjalanan JK dari Bandara Sultan Hasanuddin hingga ke kediaman Jl Haji Bau.

Baca: Terungkap Kejanggalan Wamen Pariwisata Angela Tanoesoedibjo Saat Baru Selesai Dilantik, Perhatikan

Baca: Jadwal Liga Inggris - Liverpool Hadapi Laga Sulit, City Berpeluang Pangkas Jarak. 2 Live di TVRI

Baca: Membandingkan Gaji Nadiem Makarim sebagai Menteri dengan Saat Menjadi Bos GoJek

Di Jl Haji Bau, telah hadir ulama besar Sulsel, Ketua MUI Sulsel Agh Sanusi Baco dan sejumlah tokoh lainnya seperti mantan Wakil Walikota Makassar Syamsul Rizal atau Deng Ical dan presiden Batu Putih Syndicate, Syamsul Bahri A Sirajuddin menyambut.

Pulang Kampung, Begini Suasana Penyambutan Mantan Wapres Jusuf Kalla di Kediamannya Jl Haji Bau, Makassar, Sabtu (26/10/2019) pagi.
Pulang Kampung, Begini Suasana Penyambutan Mantan Wapres Jusuf Kalla di Kediamannya Jl Haji Bau, Makassar, Sabtu (26/10/2019) pagi. (TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA)

Begitu juga dengan 15 camat, lurah se Kota Makassar dan sejumlah kelompok majelis taklim.

Begitu juga sejumlah warga dan kelompok pelajar.

Sejumlah becak hias juga mejeng di kawasan kediaman JK.

JK dan istri memilih keluar dari mobilnya sekitar beberapa meter dari gerban utama.

Keduanya (JK dan Muhfidah) kemudian menyalami satu-persatu tokoh yang menyambut sembari berjalan masuk ke kediaman pribadi.

Pada kesempatan itu, turut hadir Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe.

Jusuf Kalla Disambut Masyarakat dan Kerabat

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla tiba di kediaman pribadinya, Jl Haji Bau, Makassar.

Beliau tiba sekitar pukul 09.15 WITA,Sabtu (26/10/2019) dan disambut masyarakat hingga kerabat terdekat.

Pantauan Tribun-Timur.com, halaman rumah JK sapaan akrabnya masih dipenuhi tamu.

Area Jl Haji Bau, pun demikian yang masih dipenuhi masyarakat.

Baca: Terungkap Kejanggalan Wamen Pariwisata Angela Tanoesoedibjo Saat Baru Selesai Dilantik, Perhatikan

Baca: Jadwal Liga Inggris - Liverpool Hadapi Laga Sulit, City Berpeluang Pangkas Jarak. 2 Live di TVRI

Baca: Membandingkan Gaji Nadiem Makarim sebagai Menteri dengan Saat Menjadi Bos GoJek

Nampak pula CEO PT PSM, Munafri Arifuddin turut hadir di kediaman JK.

Selain itu, Mantan Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin juga nampak di kediaman JK.

Pengamanan dari TNI kepolisian turut menjaga kedatangan JK.

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat tiba di kediaman pribadinya, Jl Haji Bau, Makassar, sekitar pukul 09.15 WITA, Sabtu (26/10/2019).
Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat tiba di kediaman pribadinya, Jl Haji Bau, Makassar, sekitar pukul 09.15 WITA, Sabtu (26/10/2019). (TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN)

Pengamanan terlihat dari luar dan area halaman dalam kediaman mantan wakil presiden ke-10 dan ke-12 ini.

JK tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar pagi tadi.

Dia ditemani istrinya, Mufida Jusuf Kalla dan Husain Abdullah yang sebelumnya menjabat sebagai juru bicara Wapres RI.

Di bandara, JK Disambut Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi hingga Founder Bosowa, Aksa Mahmud.

Begini Persiapan Penyambutan di Jl Haji Bau Makassar

Separuh ruas jalan Haji Bau arah Jl Penghibur, Kota Makassar ditutup sementara, Sabtu (26/10/2019) pagi.

Penutupan dari perempatan Jl Cendrawasi-Arif Rate ke arah Jl Haji Bau itu menjelang kedatangan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang pulang kampung.

Berbagai persiapan pun dilakukan untuk menyambut JK di kediaman pribadinya.

Baca: Terungkap Kejanggalan Wamen Pariwisata Angela Tanoesoedibjo Saat Baru Selesai Dilantik, Perhatikan

Baca: Jadwal Liga Inggris - Liverpool Hadapi Laga Sulit, City Berpeluang Pangkas Jarak. 2 Live di TVRI

Baca: Membandingkan Gaji Nadiem Makarim sebagai Menteri dengan Saat Menjadi Bos GoJek

Mulai dari becak hias, hingga kehadiran 15 camat dan kepala kelurahan se Kota Makassar.

Para camat dan lurah tersebut terlihat mengenakan seragam dinas serba putih atau PDU 1.

"Para camat dan lurah se kota Makassar," kata seorang lurah A Panguriseng, Lurah Ujung Pandang Baru, Kecamatan Tallo, Makassar.

Separuh ruas jalan Haji Bau arah Jl Penghibur, Kota Makassar ditutup sementara untuk menyambut kedatangan Jusuf Kalla, Sabtu (26/10/2019) pagi.
Separuh ruas jalan Haji Bau arah Jl Penghibur, Kota Makassar ditutup sementara untuk menyambut kedatangan Jusuf Kalla, Sabtu (26/10/2019) pagi. (TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA)

Selain itu sejumlah kelompik majelis taklim juga bersiap menyambut JK dan istri Hj Muhfida Kalla.

Penyambutan di Bandara Sultan Hasanuddin

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sabtu (26/10/2019) pagi.

JK akronim nama Jusuf Kalla, tiba di Bandara Sultan Hasanuddin didampingi istrinya, Mufidah Jusuf Kalla, dan juru bicara saat menjabat Wapres RI, Husain Abdullah.

Saat tiba di bandara, JK disambut sejumlah tokoh dan kolega, yang menanti kedatangannya.

Baca: Terungkap Kejanggalan Wamen Pariwisata Angela Tanoesoedibjo Saat Baru Selesai Dilantik, Perhatikan

Baca: Jadwal Liga Inggris - Liverpool Hadapi Laga Sulit, City Berpeluang Pangkas Jarak. 2 Live di TVRI

Baca: Membandingkan Gaji Nadiem Makarim sebagai Menteri dengan Saat Menjadi Bos GoJek

Terlihat menyambut JK, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Founder Bosowa Corp Aksa Mahmud.

Mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin beserta istri Aliyah Mustika Ilham, dan kolega lainnya.

Saat tiba di area kedatangan bandara, JK tampak disambut dengan tarian adat Bugis Makassar.

JK dan istrinya, juga terlihat mendapat pengalungan bunga selamat datang.

Kedatangan JK ke Makassar, merupakan yang pertama kalinya, pasca tak lagi menjabat Wapres RI.

Jabatan Wapres RI saat ini dijabat oleh KH Ma'ruf Amin.

Ma'ruf Amin mengucapkan sumpah jabatan sebagai Wapres RI pada Minggu (20/10/2019) lalu.

Setelah meninggalkan bandara, JK dan rombongan dijadwalkan ke kediaman pribadinya, di Jl Haji Bau, Kota Makassar.

Terungkap Murahnya Arloji Wapres Jusuf Kalla JK, Kata Tak Diucapkan ke Mufidah, Kerjaan Saat Pensiun

Terungkap harga jam tangan atau arloji Wapres Jusuf Kalla JK walau kaya raya, kata yang tak diucapkan ke Mufidah, kerjaan saat pensiun.

Sehari lagi, tepatnya, Minggu, 20 Oktober 2019, Muhammad Jusuf Kalla (77), mengakhir jabatan sebagai Wakil Presiden RI periode tahun 2014 -2019.

Jabatannya dilanjutkan Wapres ke-13 RI, KH Maruf Amin (76), mulai 20 Oktober 2019, besok.

Sosok Muhammad Jusuf Kalla adalah Wakil Presiden RI di dua periode Presiden RI berbeda.

Ini Langka dan belum pernah dalam sejarah 78 tahun pemerintahan presidensil.

Sosok Muhammad Jusuf Kalla adalah pejabat Wapres ke-10 dan ke-12 dari 13 Wapres sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Tak ada yang menyangsikan jasa dan abdinya untuk bangsa dan negeri ini.

Menjadi juru damai konflik horizontal di Poso, Ambon, Aceh, dan banyak konflik lain, diakuinya “paling” berat.

Baginya, pemerintahan baik, penegakan hukum untuk rakyat makmur dan sentosa, tak bisa tercapai tanpa perdamaian.

Baca: Jelang Pelantikan, 8 Bocoran Menteri atau Kabinet Jokowi - Maruf Amin, Nama Daerah yang Dapat Jatah

Berlatar aktivis dan saudagar, Jusuf Kalla adalah sosok gigih, simpel, sederhana, dan “humoris,” begjtu kesan Jokowi, presiden Indonesia.

Sosok Muhammad Jusuf Kalla mengakui dirinya seperti lelaki Bugis kebanyakan.

Bukan penyair seperti Armin Pane atau penyiar Najwa Shihab yang pandai memadumadankan kata demi susunan kalimat indah.

Orang Bugis tak fasih berkata kata indah.

Kecintaannya ditunjukkan dari perilaku, bahasa tubuh, dan senyumnya.

Untuk romantis pun aku tak pandai ucapkan dengan kata-kata.

Karena itu aku minta maaf kepadamu, karena selama 50 tahun aku tak pernah memberi bunga sambil mengucapkan “I love you”.

Demikian Muhammad Jusuf Kalla membacakan bagian akhir puisi 3 halamannya, di peringatan HUT Emas (50 tahun) Pernikahan dengan Mufidah Jusuf di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (27/8/2017).

Ternyata, Muhammad Jusuf Kalla (memang) tak pandai merangkai kata Indah.

Tulisan tangan yang dia sebut puisi justru tak ubahnya cerita superrealis.

Cerita laiknya berita jurnalis yang dikemas dalam bahas ringan, lugas, dan khas JK, enak. Humoris.

Memang tak ada bakat dan darah seni yang mengalir di darahnya.

Sosok Muhammad Jusuf Kalla sejati adalah aktivis, saudagar, pelobi, dengan gelar doktorandus, yang pernah jadi dosen ekonomi sebagai “alasan” untuk melihat “pacarnya”, Ida.

Dan, puisi yang dia beri judul 'Setengah Abad yang Indah' itu ternyata dibuat selama 3 hari.

“Dulu Pak JK sempat berdiam 3 hari di kantor. Tak terima tamu dan tak mau diganggu. Eh, Ternyata Bapak mempersiapkan pidato perkawinan emasnya. Dan dalam pidatonya, Pak JK justru berkata ‘maafkan saya tidak pernah mengucapkan I love you padamu’, untuk istrinya," ujar Husain Abdullah, Jubir Istana Wakil Presiden, Rabu (16/10/2019) lalu.

Baginya, Pak JK adalah sosok dengan deposito jalan keluar “spontan” dari aneka persoalan.

Sebagai pemimpin dan manajer, Muhammad Jusuf Kalla juga punya ingatan panjang untuk mengontrol gagasan, program kerja, dan senantiasa menagih janji para bawahannya.

Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla menjamu para pimpinan MPR RI, di Rumah Dinas Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (17/10/2019).
Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla menjamu para pimpinan MPR RI, di Rumah Dinas Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (17/10/2019). (SETWAPRES)

Uceng, sapaan Husain Abdullah, menyebut selama 10 tahun lebih mendampingi Muhammad Jusuf Kalla, dia kagum dengan kesederhanaan dan selalu mencari teman makan.

Sosok Muhammad Jusuf Kalla merupakan sosok yang selalu merasa cukup dengan kebutuhan hidup bukan keinginan hidup.

Muhammad Jusuf Kalla kaget kalau mendengar ada kawannya yang memakai baju atau jam tangan mewah.

“Saya beli jam tangan harganya sekitar Rp 250.000,” ujar Muhammad Jusuf Kalla.

Soal jam tangan "murahan” tipis, saudagar Bugis itu, Uceng punya cerita.

“Jam tangan tipis itu Pak JK senang pakainya, kalau baterainya habis itu bisa susah satu kantor carinya,” Kata Uceng, sambil tertawa.

Wajib Bawa Buku UUD 1945

Banyak kebiasaan unik Muhammad Jusuf Kalla saat menjabat Wapres.

Namun, yang mungkin jarang jadi perhatian publik dan pers antara lain, kebiasaan JK membawa buku UUD 1945, saat bepergian ke mana saja.

Ya, termasuk saat tiap tahun selalu hadir di Sidang Umum PBB di New York, mewakili Presiden Jokowi.

“Pak JK itu punya kebiasan unik dan langka. Dia selalu wajibkan ajudan membawa buku Undang Undang Dasar (UUD) 1945 di tas,” kata Husain Abdullah.

Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla saat menerima kunjungan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo bersama para Wakil Ketua MPR RI, Rumah Dinas Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (17/10/2019).
Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla saat menerima kunjungan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo bersama para Wakil Ketua MPR RI, Rumah Dinas Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (17/10/2019). (SETWAPRES)

Buku UUD 1945 itu adalah 3 benda wajib yang selalu dicari Pak JK dari ajudan, 2 lainnya adalah kopiah hitam dan sisir.

“Kalau yang melekat sama dirinya itu selalu adalah pulpen merek Pilot, dan kertas catatan kecil,”

Kenapa Muhammad Jusuf Kalla selalu mencari UUD 1945, kata Husain Abdullah, lebih karena, keyakinan bahwa UUD itu sudah lebih dari cukup untuk jadi acuan dasar dalam pengambilan keputusan.

“Biasa Pak JK tulis pointers pidato kadang-kadang butuh acuan dari konstitusi. Ini Termasuk masalah-masalah HAM yang semua diatur dalam UUD,” ujar Uceng, kepada Tribun-Timur.com, Jumat (18/10/2019) malam.

Wapres Terlama yang Idolakan Wapres I Indonesia

Sosok Muhammad Jusuf Kalla adalah pejabat pendamping Presiden ke-10 dan ke-12 dari 13 Wapres sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Tak runut, jabatan itu diemban bersama dua Presiden berbeda dan dalam periode berbeda.

Lima tahun pertama (2004-2009) bersama Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Lalu, lima tahun kedua jadi pendamping Joko Widodo atau Jokowi (2014-2019).

Ia adalah Wapres terlama kedua (10 tahun), setelah mendiang Muhammad Hatta (11 tahun, 1945 hingga 1956).

Itupun sebenarnya, jika dirunut tahun, masa jabatan Wapres di era Muhammad Hatta pernah lowong selama 2 tahun (1948 – 1950).

Artinya Muhammad Hatta praktis cuma menjabat 9 tahun, sementara Muhammad Jusuf Kalla tepat 10 tahun.

Pada masa transisi politik pemerintahan sipil Orde Lama ( Soekarno ) ke militer Orde Baru ( Soeharto ), jabatan Wapres pernah lowong selama 17 tahun (1956 – 1973).

Presiden Soeharto baru memiliki Wapres pertama di tahun 1973 hingga 1978.

Dia memilih ‘Raja Jawa’, Hamengkubowono IX.

Dari 13 kursi ke-Wapres-an, 9 kali dijabat sosok partisan politik. 

Sosok Muhammad Jusuf Kalla jadi Wapres dengan latar pengusaha dari reprentasi timur Indonesia.

Empat Wapres yang tak berafiliasi resmi ke partai politik adalah Muhammad Hatta, lalu Hamengkubowono IX (23 Maret 1973-23 Maret 1978), Wapres ke-11 Boediono (praktisi keuangan, 20 Oktober 2009 – 20 Oktober 20014).

Dan terakhir yang akan dilantik, Minggu besok adalah KH Maruf Amin (ulama, pendidik), meski pernah jadi anggota partai dan legislator PPP dan PKB di tahun 1970-an hingga 1990-an, Maruf Amin lebih dikenal bukan sosok partisan politik melainkan kiai.

Sosok Muhammad Jusuf Kalla adalah kader Partai Golkar ke-6 yang menjabat Wapres.

Sebelumnya ada Adam Malik (11 Maret 1978-11 Maret 1983), Umar Wirahadikusuma (1983-1988), Soedharmono (1988-1993), Try Sutrisno (1993-1998), BJ Habibie (Maret-Mei 1998).

Jabatan Wapres lowong selama kurang lebih 1 setengah tahun (21 Mei 1998-21 Oktober 1999) sebelum dilanjutkan dua Wapres partisan lain, Megawati Soekarnoputri ( PDIP – 21 Oktober 1999-23 Juli 2001 ) dan Hamzah Haz ( PPP - 26 Juli 2001-20 Oktober 2004).

Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla saat menerima kunjungan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo bersama para Wakil Ketua MPR RI, di Rumah Dinas Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (17/10/2019).
Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla saat menerima kunjungan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo bersama para Wakil Ketua MPR RI, di Rumah Dinas Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (17/10/2019). (SETWAPRES)

Sosok Muhammad Jusuf Kalla dalah Wapres ketiga yang lahir di luar pulau Jawa.

Wapres pertama dari luar Jawa adalah Hatta adalah kelahiran Bukit Tinggi, Sumatera Barat, lalu BJ Habibie, dan Hamzah Haz, pria kelahiran Ketapang, Kalimantan Barat.

Sosok Muhammad Jusuf Kalla sendiri adalah Wapres kedua kelahiran Sulawesi Selatan, setelah BJ Habibie.

Dibanding Muhammad Jusuf Kalla, BJ Habibie terbilang beruntung.

Meski BJ Habibie tercatat sebagai Wapres tercepat, hanya dua bulan, namun pria kelahiran Parepare 25 Juni 1936 ini, sempat 1 tahun 5 bulan menjabat sebagai Presiden ke-3 RI.

Di ujung masa jabatan sebagai Ketua Umum DPP Golkar (2004-2009), Muhammad Jusuf Kalla sempat ‘mengadu nasib’ menjadi Presiden.

Dia menggandeng Wiranto di Pilpres.

Namun, kalah bersaing dengan dua paket militer-sipil di Pilpres 2009; paket SBY - Boediono dan Megawati Soekarnoputri - Prabowo Subianto.

Sosok Muhammad Jusuf Kalla “ditakdirkan” tak ikut jalan presiden BJ Habibie.

“Saya sudah lama jadi presiden direktur di Kalla Group,” kata Muhammad Jusuf Kalla suatu ketika, setelah vakum jabatan eksekutif selama lima tahun

Perihal tak tercapainya cita-cita jadi Presiden dan hanya menjabat Wapres di dua periode berbeda, Muhammad Jusuf Kalla mensyukurinya.

Dia meyakini, doa mendiang ibunya, Hajjah Atirah di tahun 1950-an, sudah dikabulkan lebih oleh Allah SWT.

“Ibu saya cuma mendoakan menjadi gubernur, ternyata jadi bosnya gubernur,” tutur Muhammad Jusuf Kalla dalam wawancara khusus di program Mat aNajwa, Rabu (16/10/2019) malam lalu.

Di awal masa jabatan sebagai ‘Bos Gubernur”, oleh banyak pengamat dan praktisi, Muhammad Jusuf Kalla sering direpresentasikan sebagai The Next Muhammad Hatta.

Postur, komitmen kenegaraan, latar belakang pendidikan; ekonomi, keakraban, religiusitas, kesederhanaan, dan cara pengambilan keputusan yang simpel.

Hatta memang pernah menjadi guru ekonomi Muhammad Jusuf Kalla, saat kuliah di Fakultas Ekonomi pada Universitas Hasanuddin atau Unhas, dekade 1960-an.

Di beberapa kesempatan, Muhammad Jusuf Kalla juga mengakui Muhammad Hatta adalah idolannya.

Bagi Muhammad Jusuf Kalla, Muhammad Hatta adalah tokoh bangsa yang ingin memajukan kesejahteraan ekonomi rakyat, jadi pilar perdamaian bangsa, dan mengurus kemanusiaan.

Ibarat sudah ditakdirkan ikut jejak idola asal Minang itu, Muhammad Jusuf Kalla juga akhirnya menikahi wanita berdarah Minangkabau, Hj Mufidah Jusuf Kalla.

Jika Muhammad Hatta adalah pendiri sekaligus Ketua Umum I Palang Merah Indonesia (PMI, 1945-1946), Muhammad Jusuf Kalla juga ikut bisa ikuti jejak idolnya, menjadi Ketua Umum ke-12 PMI.

Sosok mengemban amanah "kemanusiaan” yang dititip Hatta, justru setelah lengser dari jabatan Wapres (Desember 2009).

Hingga saat ini jadi petahana.

Dan dia berjanji tetap melanjutkannya, “Saya akan masih urus sosial dengan PMI, keagamaan lewat Dewan Masjid. Pendidikan juga. Ke universitas, berdiskusi dengan mahasiswa,” kata Muhammad Jusuf Kalla saat ditanya rencananya saat pensiun.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

A

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved