Bermitra dengan Go Food, Pedagang Makanan Ini Mengaku Omset Meningkat Pesat
Menurut data Gojek, 96 persen dari total mitra mereka adalah UMKM, dan sekitar 80 persen kontribusi mitra UMKM adalah dari bisnis Go Food.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Go Food menjadi salah satu bagian bisnis dari Gojek yang disebut memberi kontribusi besar, baik bagi perusahaan, maupun para pelaku UMKM yang jadi mitranya.
Menurut data Gojek, 96 persen dari total mitra mereka adalah UMKM, dan sekitar 80 persen kontribusi mitra UMKM adalah dari bisnis Go Food.
Rata-rata peningkatan omset UMKM diklaim mampu mencapai 3,5 kali setelah bergabung dengan Go Food, dengan transaksi per bulan sekitar Rp50 juta.
Baca: Baru Sehari Menjabat, Menteri Agama Fachrul Razi Hadapi Masalah, Lihat Respon Nahdlatul Ulama NU
Hal tersebut diakui sejumlah merchant mitra GoFood di Makassar, salah satunya Nasi Kuning Riburane.
Owner rumah makan Nasi Kuning Riburane, Hj Istia mengaku sejak bergabung dengan Go Good, omsetnya meningkat.
"Sejak gabung Go Food memang terjadi peningkatan cukup besar, sebelumnya perhari sekitar 100-an sekarang bisa sampai 300-an per hari, dan kebnyakan lewat order online," kata Istia kepada Manajemen Gojek yang datang ke warungnya, Rabu (23/10/2019).
Baca: Remaja Palopo Curi Kucing Demi Biaya Sekolah
Istia yang telah memulai usahanya sejak tahun 1980 ini, mulai bergabung di Go Food pada 2018 lalu.
Senada dengan Istia, owner Rumah Makan 999, Rizal Usman (37) jug mengaku omsetnya meningkat hingga 30 persen setelah bergabung sebagai mitra Gojek.
Apalagi setelah Ia ikut membuka merchant di Go Food Festival (GFF) yang berlokasi di Karebosi Link.
Baca: Babak Perempat Final Liga 2 Digelar di 2 Kota Ini, Berikut Jadwal dan Pembagian Grupnya
"Omset kami meningkat sekitar tiga puluh persen, apalagi setelah buka lapak di sini (GFF). Awalnya sedikit dan sepi, tapi saya paksakan terus bertambah hingga sekarang bisa sampai 100 piring khusus di sini," kata Rizal yang memiliki rumah makan di Jl Penghibur ini.
Rizal menyebut, saat ini Ia bisa memperoleh omset hingga Rp 100 juta dari seluruh merchantnya.
Baca: Apa Saja Program Wanita Persatuan Pembangunan Sulsel?
Tak hanya Istia dan Rizal, salah satu rumah makan legendaris di Makassar, Sop Ubi Hj Hanian juga merasakan manfaat besar usai bermitra dengan Go Food.
Sop Ubi Hj Hanian yang dibuka di sebuah lorong sempit di Jl Datu Museng, dan tanpa cabang awalnya diakui hanya ammpu menjual sekitar 30 porsi per hari.
Baca: Siapa Balon Bupati Luwu Utara yang Pertama Kembalikan Formulir di PKB?
Namun setelah enjajakkan sop ubinya secara online, omsetnya pun meningkat pesat.
"Gabung di Go Food pastilah membantu sekali, pendapatan terus meningkat dan sekarang sudah bisa sampai 100-an porsi per hari," pungkasnya.
Baca: Citizen Analisis: Menteri Tanpa Tangkapan KPK
Keluarga Mitra Dilatih Wirausaha di Go Food Festival Karebosi Link Makassar, Ini Misi Gojek
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/owner-rm-999-go-food.jpg)