5 FAKTA Franka Franklin, Istri Nadiem Makarim Eks Bos GoJek yang Kini Jadi Menteri Pendidikan
5 FAKTA Franka Franklin, Istri Nadiem Makarim Eks Bos Gojek yang Kini Jadi Menteri Pendidikan
5 FAKTA Franka Franklin, Istri Nadiem Makarim Eks Bos GoJek yang Kini Jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
TRIBUN-TIMUR.COM - Istri Nadiem Makarim yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mencuri perhatian saat hadiri pelantikan Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf periode 2019-2024.
Franka Franklin tampil memesona saat menghadiri pelantikan suaminya Nadiem Makarim sebagai menteri di Istana Presiden Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Baca: Foto Ini Ungkap Agama Franka Franklin, Istri Bos Gojek Nadiem Makarim. Ternyata. . .
Sosok Franka Franklin
Franka Franklin tengah menjalin kerjasama dalam bidang bisnis perhiasan bersama Happy Salma.
Brand perhiasan itu bernama Tulola, yang menjadi brand aksesoris lokal asal Bali.

Berikut Biodata lengkap Franka Franklin :
1. Pernah Menempuh Pendidikan di Luar Negeri
Dipantau dari Linkedin, Franka Franklin merupakan Fashion Raffles Design Institue dan Norhbumbria University, Belanda.
2. Karier
Tahun 2007, ia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan sebuah agensi branding ternama.
Franka Franklin juga sempat bergabung dengan gerakan pendidikan sosial Indonesia Mengajar yang dipopulerkan Anies Baswedan.

Baca: LENGKAP Daftar Menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, Prabowo Menhan, Mahfud MD Menko Polhukam
Di sana, Franka Franklin bergabung sebagai Spesialis Komunikasi Strategis tahun 2010.
Catatan karir seorang Franka Franklin pun cukup cemerlang.
Franka Franklin kini diketahui menjabat sebagai Co-Owner dari Tulola Designs dan pernah menjadi Vice President Merchandising & Business Development di Berrybenka.com selama 3 tahun.
Franka Franklin bahkan juga pernah menjadi Brand Marketing & Communications Manager di Time International selama satu tahun.
Baca: Jendral TNI Fachrul Razi Menteri Agama RI, Diminta Urus Radikalisme, Ini Profil, Ikut Pecat Prabowo
3. Chief Marketing Officer Branding Kosmetik
Bahkan, di usianya yang belum genap 30 tahun, Franka juga sempat menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) di sebuah ritel e commerce kosmetik di Indonesia.
Dilansir Swa.co.id, kini, perempuan cantik yang banyak memiliki teman sosialita itu sedang fokus menjalani pekerjaannya sebagai Vice President (VP) merchandising dan pengembangan bisnis sebuah perusahaan fashion online ternama yang juga bekerja sama dengan para brand lokal.
Baca: Prabowo Subianto Menteri Pertahanan? Posisi Edhy Prabowo, Nadiem Makarim, Nadiem Makarim, Mahfud MD
4. Gabung Yayasan Sosial
Selanjutnya, tak mau menjadi pribadi yang hanya mementingkan diri sendiri, ia pun bergabung dengan gerakan pendidikan sosial Indonesia Mengajar sebagai Spesialis Komunikasi Strategis di 2010.
“Waktu itu saya datang sendiri tanpa diminta, saya tawarkan diri untuk kontribusi. Purely, I want to give back to Indonesia,” ungkap Franka dilansir Swa.co.id.
Ia ditugaskan untuk mencari orang-orang yang ditargetkan bergabung dalam gerakan itu, misalnya calon pengajar dan sponsor.
Kariernya pun menanjak saat ia bergabung dengan Kanmo Retail Group tahun 2011 sebagai Manajer Grup Digital dan E-commerce. Ia bertanggung jawab menangani Dept. Digital yang baru dibentuk.
“Dunia digital adalah hal baru bagi saya. Tapi tetap saya ambil, dan ini adalah keputusan terbaik selama karier saya. Kami membangun semua dari awal. Kami orang di toko,” ia menjelaskan. Nampaknya, lompatan besar ini pula yang akhirnya mengantarkan Franka ke posisinya sebagai CMO Luxola Indonesia sekarang.

5. Menikah di Bali
Sukses dengan dunianya, Franka melengkapi hidupnya dengan menerima pinangan Nadiem Makarim 2014 silam.
Mereka menikah di pulau romantis dan dijuluki pulau dewata, Pulau Bali.
Biodata suaminya Nadiem Makarim :
Melansir dari Wikipedia berikut biodata Nadiem Makarim.
Pemilik nama lengkap Nadiem Anwar Makarim adalah pengusaha asal Indonesia.
Pria kelahiran Singapura, 4 Juli 1984 (35 tahun) adalah pendiri serta CEO Go-Jek, sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring.
Keluarga
Nadiem Anwar Makarim adalah putra dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri.
Ayahnya adalah seorang aktivis dan pengacara terkemuka yang berketurunan Minang-Arab.

Baca: Ada Drama di Balik Bos Gojek Nadiem jadi Menteri Jokowi-Maruf? Jusuf Kalla Bilang Begini
Sedangkan ibunya merupakan penulis lepas, putri dari Hamid Algadri, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia.
Nadiem Makarim menikah dengan Franka Franklin.
Keduanya dikaruniai seorang anak perempuan, Solara Franklin Makarim.
Pendidikan
Nadiem menjalani proses pendidikan dasar hingga SLTA berpindah-pindah dari Jakarta ke Singapura.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Singapura, pada tahun 2002 ia mengambil jurusan Hubungan Internasional di Brown University, Amerika Serikat.
Setelah memperoleh gelar sarjana pada tahun 2006, tiga tahun kemudian ia mengambil pasca-sarjana dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.
Bisnis
Tahun 2018 lalu, Nadiem Makarim menduduki urutan ke 150 dalam 150 orang terkaya di Indonesia.
Kekayaan Nadiem Makarim kurang lebih Rp 1,4 Miliar.
Pada tahun 2006, Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company.
Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia.
Di perusahaan tersebut ia juga menjabat sebagai Managing Editor. Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Go-Jek yang telah ia rintis sejak tahun 2011.
Saat ini Go-Jek merupakan perusahaan rintisan terbesar di Indonesia. Pada bulan Agustus 2016, perusahaan ini memperoleh pendanaan sebesar USD 550 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun dari konsorsium yang terdiri dari KKR, Sequoia Capital, Capital Group, Rakuten Ventures, NSI Ventures, Northstar Group, DST Global, Farallon Capital Management, Warburg Pincus, dan Formation Group.
McKinsey & Co (2006-2009)Sekembalinya dari Harvard dengan gelar MBA, Nadiem memutuskan untuk pulang ke tanah air dan bekerja di McKinsey & Co. Nadiem menjadi konsultan McKinsey selama 3 tahun.
Zalora Indonesia (2011-2012)
Nadiem menjadi Co-Founder dan Managing Director Zalora Indonesia pada tahun 2011.
Pada 2012, Nadiem memutuskan keluar dari Zalora untuk membangun startup sendiri, termasuk Gojek yang pada waktu itu memiliki 15 karyawan dan 450 mitra driver.
Dia mengaku telah belajar cukup banyak di Zalora, yang merupakan tujuan utamanya ketika menerima pekerjaan di perusahaan itu.
Di Zalora, Nadiem memiliki kesempatan membangun mega startup dan bekerja dengan sejumlah talenta terbaik di kawasan Asia.
Kartuku (2013-2014)
Sambil mengembangkan Gojek, Nadiem juga menjadi Chief Innovation Officer Kartuku setelah keluar dari Zalora.
Saat awal berdiri, Kartuku tidak ada kompetitor dalam sistem pembayaran non-tunai di Indonesia Kartuku kemudian diakuisisi Gojek untuk memperkuat GoPay.
Gojek (2010)
Nadiem mendirikan Gojek pada 2010 dan kini Gojek sudah menjadi salah satu dari 19 decacorn di dunia, dengan valuasi Gojek mencapai USD 10 miliar.
Gojek pertama kali berdiri sebagai call centre, menawarkan hanya pengiriman barang dan layanan ride-hailing dengan sepeda motor.
Sekarang, Gojek telah bertransformasi menjadi super app, menyediakan lebih dari 20 layanan, mulai dari transportasi, pengantaran makanan, kebutuhan sehari-hari, pijat, bersih-bersih rumah, logistik hingga platform pembayaran digital yang dikenal dengan GoPay.
Nadiem Makarim secara live saat di Istana Negara menyampaikan kepada awak media, sudah tidak memiliki posisi apapun di Go-Jek.
Nadiem Makarim pun sudah membenarkan mendapat tawaran dari Presiden terpilih Joko Widodo menjadi meteri kabinetnya, dan Nadiem menerima.
Namun Nadiem belum memberitahukan posisi menteri apakah yang akan dijabatnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pesona Franka, Istri Nadiem Makarim pada Acara Pelantikan Kabinet Jokowi di Istana