Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Belum Difungsikan Pasar Rakyat Bontomatinggi Maros Rusak Parah, Telan Rp 5,7 M

Padahal, pasar yang dibangun 2018 lalu itu, belum pernah difungsikan oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Kopumdag) Maros.

Penulis: Ansar | Editor: Syamsul Bahri
ansar lempe
Pasar Rakyat, Desa Bontomatinggi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Proyek pembangunan Pasar Rakyat, Desa Bontomatinggi, Kecamatan Tompobulu, Maros, menuai protes warga, Selasa (22/10/2019).

Pasalnya, pasar yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 5, 7 Miliar tersebut sudah rusak.

VIDEO Detik-detik Gibran Rakabuming Dihadang Paspampres saat Dekati Presiden Jokowi, Begini Akhirnya

Hari Santri Nasional, Andi Etti Pastikan Kader PPP Sulsel Perjuangkan Pesantren

Mantan Gubenur Sulsel SYL Diundang Jokowi, Wakil Bupati Gowa Teringat Saat Masih Lurah

Satlantas Polres Sidrap Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas di SMK 1, Ini Tujuannya

BPJS Ketenagakerjaan Palopo Bertemu Pemkab Enrekang, Ada Apa?

Padahal, pasar yang dibangun 2018 lalu itu, belum pernah difungsikan oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Kopumdag) Maros.

"Pasar Rakyat Bontomatinggi, Kecamatan Tompobulu, belum digunakan tapi sudah rusak parah. Memprihatinkan," kata seorang warga, Hamzan.

Aktivis lingkungan tersebut mengatakan, sejumlah bagian pasar rusak, diantaranya, plafon, dinding dan lantai. Termasuk lapak maupun kios.

Pasar Rakyat, Desa Bontomatinggi, Maros
Pasar Rakyat, Desa Bontomatinggi, Maros (ansar lempe)

Pemerintah dinilai buang-buang anggaran saja, demi keuntungan. Padahal asas manfaatnya tidak ada.

"Perencanaan tidak matang. Begitu juga dengan pengawasan. Makanya, kerjanya asal-asalan saja. Kontraktor mungkin, mendapatkan keuntungan besar," ujar dia.

Pihak penegak hukum, diduga melakukan pembiaran. Sehingga pekerja leluasa membangun seadanya.

Hamzan curiga, proyek tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga bangunannya, mudah rubuh.

"Kalau pengawasan dilakukan secara maksimal, pasti bangunannya juga maksimal. Apakah karena lokasinya jauh dari kota, sehingga dibiarkan," ujarnya.

Proyek tersebut dimenangkan oleh PT Arsirea Cipta Pratama. Berdasarkan, LPSE Pemkab Maros, perusahaan tersebut tidak memiliki alamat lengkap.

Kepala Dinas Kopumdag Maros, Kamaluddin Nur mengaku belum mengetahui persis pembangunan pasar tersebut.

"Iye saya koordinasi dulu dinda. Karena saya baru masuk (Kadis Kopumdag) Agustus 2019," kata mantan Kabag Humas Pemkab Maros tersebut. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved