TRIBUN WIKI

Masuk dalam Kabinet Kerja, Perjalanan Karier Airlangga Hartarto Pernah Jadi Menteri Perindustrian

Bakal Duduki Jabatan Menteri, Perjalanan Karier Airlangga Hartarto Pernah Jadi Menteri Perindustrian

Tribunnews
Masuk dalam Kabinet Kerja, Perjalanan Karier Airlangga Hartarto Pernah Jadi Menteri Perindustrian 

Bakal Duduki Jabatan Menteri, Perjalanan Karier Airlangga Hartarto Pernah Jadi Menteri Perindustrian

TRIBUN-TIMUR.COM- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dipastikan akan mengisi jabatan menteri dalam kabinet kerja jilid dua.

Hal itu semakin dikuatkan saat ia turut hadir di Istana Kepresidenan, Senin (21/10/2019).

Dengan mengenakan pakaian kemeja putih, sama dengan para calon menteri lainnya seperti, Nadiem Makarim, Wishnutama, dan Erick Thohir.

Dilansir dari Kompas.com, Airlangga yang juga Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla mengakui, ditunjuk kembali sebagai menteri. Namun ia belum mengungkapkan posisinya di kabinet jilid II.

"Insya Allah (masuk kabinet lagi), nanti diumumkan Rabu besok," kata Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (instagram Airlangga Hartarto @airlanggahartarto)

Airlangga menyebut, selain dirinya ada sejumlah kader Golkar lain yang juga menjadi menteri. Namun ia belum mau mengungkap nama-namanya.

Saat ditanya posisinya yang rangkap jabatan Ketum Golkar dan menteri, Airlangga tak menjawab dan langsung menyudahi wawancara.

"Baik, terimakasih ya," kata dia.

Pengamatan Kompas.com, kedatangan Airlangga di Istana tidak terpantau oleh media yang menunggu di pintu masuk depan jalan Veteran.

Hal ini tidak seperti tokoh lain yang terpantau ketika masuk. Tidak diketahui apakah Airlangga masuk melalui pintu Jalan Veteran atau lewat pintu lainnya.

Sejumlah tokoh yang sudah dipanggil Presiden Jokowi, Senin ini, yakni Mahfud MD, Nadiem Makarim, Chirstiany Tetty Paruntu, Erick Thohir, Wishnutama dan Jenderal Tito Karnavian.

Siapa Dia?

Dilansir dari wikipedia, Ir Airlangga Hartarto, MBA, MMT, lahir di Surabaya, Jawa Timur, 1 Oktober 1962.

Ia adalah seorang politisi Golkar berkebangsaan Indonesia.

Pada 27 Juli 2016 ditunjuk untuk menjabat sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Saleh Husin pada perombakan Kabinet Kerja Joko Widodo.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Emiten Indonesia periode 2011-2014.

Airlangga juga adalah Ketua Komisi VII DPR RI (2006-2009) membidangi energi, lingkungan hidup dan ristek dari Fraksi Partai Golkar dan tercatat sebagai Wakil Bendahara dalam Pengurus DPP Partai Golkar periode 2004-2009 di kepengurusan periode 2009-2015 tercatat sebagai Ketua DPP Partai Golkar.

Ia terpilih kembali menjadi anggota DPR periode 2009-2014 untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat V dan menjabat sebagai Ketua Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan, UKMK, Investasi dan BUMN.

Airlangga Hartarto juga menjadi Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2006-2009, Ketua Dewan Insinyur PII 2009-2012.

Airlangga adalah anggota Majelis Wali Amanah Universitas Gadjah Mada Yogyakarta s.d. tahun 2012 dan menjadi pemrakarsa Herman Johannes Award, suatu penghargaan bagi inovasi teknologi saat ia menjabat Ketua Keluarga Alumni Fakultas Teknik UGM (KATGAMA) pada tahun 2003.

Airlangga adalah pemilik sejumlah perusahaan dan ia menjadi Presiden Komisaris dari PT. Fajar Surya Wisesa, Tbk.

Pendidikan

Airlangga Hartarto adalah lulusan SMA Kolese Kanisius Jakarta pada tahun 1981, dan Fakultas Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada tahun 1987.

Airlangga Hartarto mendapatkan gelar MBA dari Monash University Australia tahun 1996 dan Master of Management Technology (MMT) dari University of Melbourne, Australia, tahun 1997.

Semasa studi, Airlangga sudah aktif menjadi Wakil Ketua OSIS SMA Kanisius dan kemudian tepilih menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Ia juga pernah menjadi Ketua Barisan Muda KOSGORO 1957.

Kehidupan Pribadi

Airlangga menikah dengan Yanti K. Isfandiary dan memiliki anak: Adanti, Ravindra, Audi,Dines, Bianda, Latascha, Maisara dan Natalie.

Dalam sebuah media, Airlangga mengungkapkan ia mengagumi ajaran Mahatma Gandhi menyangkut tujuh hal yang harus dihindari, yakni kaya tanpa bekerja, kesenangan tanpa kesadaran, pengetahuan tanpa karakter, bisnis tanpa moral, ilmu tanpa kemanusiaan, penghargaan tanpa pengorbanan, dan politik tanpa prinsip.

Airlangga Hartarto menulis buku Strategi Clustering dalam Industrialisasi Indonesia (terbitan Andi Offset, Yogyakarta, 2004).

Airlangga adalah putra dari Ir. Hartarto yang pernah menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi (Menko Prodis) pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998)

Data Diri:

Nama: Airlangga Hartarto

Instagram: @airlanggahartarto

Lahir: 1 Oktober 1962

Tempat Lahir: Surabaya, Indonesia

Kebangsaan: Indonesia

Partai politik: Partai Golkar

Pasangan: Yanti K. Isfandiary

Anak: 8

Adanti (Airlangga)
Maisara (Airlangga)
Ravindra (Airlangga)
Dines (Airlangga)
Bianda (Airlangga)
Latascha (Airlangga)
Audi (Airlangga)
Natalie (Airlangga)
Orang tua: Hartarto Sastrosoenarto (ayah)

Alma mater: Universitas Gadjah Mada

Pekerjaan: Politisi

Riwayat Pendidikan:

SMA Kanisius, Jakarta, 1981
Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin, UGM, Yogyakarta 1987
AMP Wharton School, University of Pennsylvania, Philadelphia, USA 1993
Master of Business Administration (MBA), Monash University, Australia 1996
Master of Management Technology (MMT), Melbourne Business School University of
Melbourne, Australia 1997

Organisasi dan Politik:

Ketua, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode (2006–2009)
Ketua Dewan Insinyur PII (2009–2012)
Anggota Majelis Wali Amanah, Universitas Gadjah Mada (UGM) dua periode sd tahun
2012
Anggota DPR-RI, (2004–2009) & (2009–2014)
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) (2005–2008), (2008–2011) & (2011–2014)
Menteri Perindustrian Indonesia (2016–)
Ketua Umum Partai Golkar (2017–)

Karier:

Presiden Komisaris PT Fajar Surya Wisesa Tbk, Bekasi (1987)
Presiden Komisaris PT Ciptadana Sekuritas ( 1994 )
Presiden Direktur PT Bisma Narendra ( 1994 )
Komisaris PT Sorini Corporation Tbk Pandaan, Malang ( 2004 )
Menteri Perindustrian RI Kabinet Kerja Jokowi - JK

Penghargaan:

ASEAN Engineering Honorary fellow, conferred by Asean Federation of Engineering
Organization at Myanmar 2004
Australian Alumni Award for Entrepreneurship 2009
Satya Lencana Wira Karya 2014

Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved