Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Beda Pilihan di Pilkades Arungkeke Jeneponto, Rumah Ridu Dibongkar

Rumah milik Ridu (38), dibongkar lantaran pemilik tanah berbeda pilihan dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa Arungkeke.

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Imam Wahyudi
ikbal/tribunjeneponto.com
Rumah panggung Kampung Sicini, Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulsel di bongkar warga, Senin (21/10/2019) sore 

TRIBUNJENEPONTO.COM, ARUNGKEKE - Sebuah rumah panggung Kampung Sicini, Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulsel di bongkar warga, Senin (21/10/2019) sore.

Rumah milik Ridu (38), dibongkar lantaran pemilik tanah berbeda pilihan dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa Arungkeke.

Hal tersebut diungkapkan Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul saat dikonfirmasi awak Tribun.

Baca: VIDEO : Duel Gegara Ballo, Seorang Kakek di Camba Maros Tewas Ditikam Pakai Badik

Syahrul menjelaskan sang pemilik rumah membongkar rumahnya sendiri dibantu warga sekitar.

"Pembongkaran tersebut dilakukan oleh pemilik rumah karena berbeda pilihan dengan pemilik tanah tempat rumah Ridu berdiri pada Pilkades Arungkeke," kata Syahrul.

Baca: Pemeran dan Kru Film Ati Raja Berkunjung ke Redaksi Tribun Timur

Lanjut Syahrul, sang pemilik tanah menginginkan Ridu mendukung calon kades nomor urut empat.

Namun Ridu yang bekerja sebagai nelayan malah memilih nomor urut dua.

Baca: Lantik 274 Anggota BPD, Ini Permintaan Bupati Luwu Utara

"Pemilik tanah menginginkan agar Ridu ikut dengan pilihan pemilik tanah yakni calon nomor urut 4," tuturnya.

"Namun pemilik rumah memilih untuk ikut pada calon nomor urut dua, sehingga pemilik tanah menyuruhnya agar memindahkan rumahnya," jelasnya.

Diketahui, dalam kontestasi pemilihan kepala desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, diikuti lima calon.

Baca: Bentrok Mahasiswa Akutansi dan Manajemen UNM, Ini Pemicu Menurut Kapolsek Rappocini

Miris, Gara-gara Beda Pilihan Saat Pilkades, Tak Ada Warga Hadiri Kondangan Janda Tini

 Kisah sedih ini nyata adanya.

Warga dan undangan kompak tak menghadiri undangan pesta pernikahan 

Punya Harta Kekayaan Rp 20 M, Cara Walikota Medan Dzulmi Eldin Memalak dan Menghabiskannya

BLAK-BLAKAN Pengakuan Suami Tega Bakar Istri di Depan Mertua Padahal Pengantin Baru, Ini 7 Faktanya

Tangkap Basah Tunangan Jalan Sama Cewek Lain di Bioskop, Polwan Ini Malah Gandeng Si Pelakor

Seorang janda asal Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Suhartini (50) harus menahan pilu dan malu seusai hajatan pernikahan anak bungsunya, Dwi Sri Suwarni dengan Eko Jatmiko diboikot warga.

Alasannya pun mengejutkan.

Tini sapaan akrabnya, dituduh beda pilihan saat Pilkades yang diselenggarakan 5 September 2019 lalu.

 "Ibu bukan kader, bukan timses, tidak mencolok, kawan sana kawan sini, ia saja hanya buruh tani biasa dan ibu rumah tangga," tutur putri sulung Tini, Siti Aminah (27) kepada TribunSolo.com di RT 13 Dukuh Jetak, Desa Hadiluwih, Sumberlawang, Sragen, Kamis (17/10/2019).
Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved