Punya Harta Kekayaan Rp 20 M, Cara Walikota Medan Dzulmi Eldin Memalak dan Menghabiskannya
Punya harta kekayaan Rp 20 M, cara Walikota Medan Dzulmi Eldin memalak dan menghabiskannya.
Syamsul Fitri Siregar sempat berkoordinasi dengan salah satu ajudan Dzulmi Eldin bernama Aidiel Putra Pratama tentang kebutuhan dana tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Medan Isa Ansyari adalah salah satu kepala dinas yang turut terkena kutipan sang wali kota.
Ia tidak ikut berangkat ke Jepang.
Namun, Isa Ansyari merasa berutang budi kepada Dzulmi Eldin karena diangkat ke jabatan yang sekarang diembannya.
"Di dalam daftar tersebut, IAN ( Isa Ansyari ) juga ditargetkan untuk memberikan dana sebesar Rp 250 juta," ujar Saut Situmorang.
Pengiriman uang Pada 13 Oktober 2019 tepatnya, Syamsul Fitri Siregar menghubungi Isa Ansyari.
Mereka berkoordinasi bagaimana cara pengiriman uang tersebut.
Keesokan harinya, Syamsul Fitri Siregar menyampaikan lagi kepada Isa Ansyari supaya membagi uang kutipan itu ke dalam dua jenis pengiriman, yakni transfer dan menyerahkannya secara langsung.
Syamsul Fitri Siregar meminta Isa Ansyari mentransfer sebagian besar uang ke rekening bank atas nama salah satu kerabat dari Aidiel Putra Pratama.
Tanggal 15 Oktober 2019, Isa Ansyari melaksanakan instruksi Syamsul Fitri Siregar.
Setelah selesai mentransfer, ia juga sempat mengonfirmasi pengiriman uang itu kepada Syamsul Fitri Siregar.
"SFI ( Syamsul Fitri Siregar ) kemudian bertemu dengan APP ( Aidiel Putra Pratama ) dan menyampaikan bahwa uang Rp 200 juta sudah ditransfer ke rekening kerabatnya. APP menghubungi kerabatnya dan meminta agar uang diserahkan ke rekan APP sesama ajudan ( bernama Andika ) yang kemudian disimpan di ruangan bagian protokoler," papar Saut Situmorang.
Andika kemudian bertanya kepada Isa Ansyari tentang sisa uang sebesar Rp 50 juta yang harus dikirimkan.
Isa Ansyari menyampaikan, uang itu ada di rumahnya.
Ia meminta Andika datang untuk mengambilnya sendiri.