Hadiri Pesta Panen di Dua Pitue Sidrap, Syaharuddin Alrif Janjikan Ini ke Petani

Pesta itu dihadiri langsung Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan,Syaharuddin Alrif.

Hadiri Pesta Panen di Dua Pitue Sidrap, Syaharuddin Alrif Janjikan Ini ke Petani
Syaharuddin Alrif
Sebanyak 12 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Bila riawa Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan syukuran dan pesta panen, Jumat (18/10/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sebanyak 12 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Bila Riawa Kecamatan Dua pitue, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan syukuran dan pesta panen, Jumat (18/10/2019).

Pesta itu dihadiri langsung Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan,Syaharuddin Alrif.

Di hadapan legislator DPRD Sulsel dari Partai NasDem, seorang anggota Gapoktan, Hasyim menyampaikan hasil produksi panen di Desa Bila Riawa rata-rata mencapai 7.3 ton per hektar (ha).

Benarkah Honorarium Pegawai Non PNS Pemkot Makassar Dihapus?

Darmawangsa Muin Bertarung di Pilkada Gowa atau Pilih Anggota DPRD Saja?

Peringati HUT ke-51 Semen Tonasa, KIKST Anjangsana & Beri Bantuan Ponpes Tahfizhul Quran Al-Adewiyah

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan kendala yang dialami petani untuk peningkatan produksi karena di daerah Desa Bila Riawa mengalami kelangkaan pupuk dan kekurangan irigisi.

Warga juga mengeluhkan murahnya harga gabah milik petani.

Syaharuddin Alrif mengaku sangat bisa hadir acara pesta panen karena bisa mengetahui langsung kendala dan hambatan dialami petani dalam meningkatkan produksinya.

Benarkah Honorarium Pegawai Non PNS Pemkot Makassar Dihapus?

Darmawangsa Muin Bertarung di Pilkada Gowa atau Pilih Anggota DPRD Saja?

Peringati HUT ke-51 Semen Tonasa, KIKST Anjangsana & Beri Bantuan Ponpes Tahfizhul Quran Al-Adewiyah

“Kalau tidak ada pertemuan ini, kita mungkin tidak tahu kebutuhan petani di lapangan. Saya bersyukur sudah disampaikan apa kebutuhannya,” kata Syahar dalam rilisnya.

Soal kelangkaan pupuk, kata Syahar, memang selalu menjadi persoalan karena kewenangan berada pemerintah pusat.

“Kita sudah meminta sesuai data yang kita berikan, namun tidak bisa diakomodir secara keseluruhan dan tahun depan Insya Allah kita anggarkan alat pertanian berupa Hand Sprayer otomatis,” tandasnya. (*)_

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved