Respon Wacana Pembentukan Kabupaten PUS, Mahasiswa di Mamasa Lakukan ini
Sebelumnya, wacana pembentukan kabupaten PUS yang akan memisahkan diri dari Kabupaten Mamasa, Sulbar, sudah diwacanakan sejak lama.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Ansar
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Merespon wacana pembentukan Kabupaten Pitu Ulunna Salu (PUS), Pemuda dan Mahasiswa buat kepanitiaan tandingan.
Sebelumnya, wacana pembentukan kabupaten PUS yang akan memisahkan diri dari Kabupaten Mamasa, Sulbar, sudah diwacanakan sejak lama.
Wacana itu pertama kali dicetuskan oleh mantan Gubernur Sulbar dua periode, Anwar Adnan Saleh (AAS) saat masih menjabat.
Namun hingga periode kedua AAS berakhir, pembentukan Kabupaten PUS pun tak kunjung terwujud.
Ditunjuk Careteker KNPI Sulbar, Wahyu Hamdani Siap Lakukan Ini di Kampung Ibnu Mundir
BUKTI Bukan Robby Purba Tapi Drummer Ini Calon Suami Ayu Ting Ting Sahabat Ruben Sesuai Ramalan
Polda Sulsel Larang Unjuk Rasa Jelang Pelantikan Jokowi, Begini Reaksi Presiden Mahasiswa UINAM
Baru-baru ini wacana itu kembali muncul setelah AAS tak menjabat dan Bupati Mamasa kembali diduduki H Ramlan Badawi.
Bahakan dilansir tribunmamasa.com beberapa bulan lalu, Bupati Mamasa mengaku akan membentuk kepanitiaan baru, setelah moratorium dicabut oleh Presiden RI Jokowi Dodo.
Kata Ramlan, moratorium yang membatasi sehingga wacana pembentukan Kabupaten PUS selama ini terhenti.
Namun, jika moratorium itu dicabut tahun 2020, maka kepanitiaan pembentukan kabupaten PUS akan dibentuk.
Tapi ternyata wacana kepanitiaan yang akan dibentuk Bupati Mamasa diragukan oleh mahasiswa dan pemuda asal Dapil tiga atau yang lebih dikenal dengan sebutan wilayah tiga.
Seperti diketahui, wilayah tiga nantinya akan mencakup Kabupaten PUS jika dapat terwujud.
Ditunjuk Careteker KNPI Sulbar, Wahyu Hamdani Siap Lakukan Ini di Kampung Ibnu Mundir
BUKTI Bukan Robby Purba Tapi Drummer Ini Calon Suami Ayu Ting Ting Sahabat Ruben Sesuai Ramalan
Polda Sulsel Larang Unjuk Rasa Jelang Pelantikan Jokowi, Begini Reaksi Presiden Mahasiswa UINAM
Dengan demikian, kepanitian oleh mahasiswa dan pemuda dibentuk sebagai tandingan wacana kepanitiaan yang akan dibentuk oleh bupati beberapa bulan ke depan.
Hal itu disampaikan Doni Kumala Putra mahasiswa asal wilayah III Kabupaten Mamasa yang juga masuk dalam kepanitiaan yang dibentuknya, dengan jabatan sebagai penasehat.
Menurut Doni sapaan Doni Kumala Putra, bahwa kepanitiaan itu lahir dari keraguan pemuda dan mahasiswa atas kepanitiaan yang diwacanakan akan dibentuk Bupati Mamasa.
Doni menginginkan, wacana pembentukan kabupaten PUS bukan hanya formalitas atau janji manis belaka saat musim politik tiba.
Namun kenyataannya berbanding terbalik, wacana pembentukan Kabupaten PUS hanya muncul ketika musim politik, setelahnya wavana itu menghilang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/struktur-kepanitian-pembentukan-kabupaten-pus-oleh-pemuda-dan-mahasiswa.jpg)