TRIBUN WIKI

7 Kasus Bunuh Diri Massal Tersadis dan Mengerikan, Nomor 5 Terjadi di Indonesia

7 Kasus Bunuh Diri Massal Tersadis dan Mengerikan, Nomor 5 Terjadi di Indonesia

7 Kasus Bunuh Diri Massal Tersadis dan Mengerikan, Nomor 5 Terjadi di Indonesia
Kolase Pos Kupang
7 Kasus Bunuh Diri Massal Tersadis dan Mengerikan, Nomor 5 Terjadi di Indonesia 
7 Kasus bunuh diri Massal Tersadis dan Mengerikan, Nomor 5 Terjadi di Indonesia
TRIBUN-TIMUR.COM-Bunuh diri merupakan sebuah istilah bagi seseorang yang menghabisi dirinya sendiri dan meninggal.
Peristiwa ini banyak terjadi di beberapa negara. Seperti yang baru saja terjadi seorang artis Korea Selatan ternama, Sulli yang tewas karena bunuh diri.

Namun, pernah mendengar bunuh diri massal?
Dalam sejarah dunia, ada beberapa negara yang memiliki kisah bunuh diri massal.

Mengerikan bukan. Dilansir dari Tribun Jogja, sembilan ratus sembilan mayat bergelimpangan di sebuah perkampungan kecil di tengah hutan di daerah Jonestown, Guyana pada 18 November 1978.
Sebelum Ditemukan Bunuh Diri, Inilah Sosok Pria yang Pernah Nikmati Momen Seru dengan Sulli Eks f(x)
Sebelum Ditemukan Bunuh Diri, Inilah Sosok Pria yang Pernah Nikmati Momen Seru dengan Sulli Eks f(x) (Istimewa)


Yang lebih mengerikan, mereka ternyata melakukan aksi bunuh diri massal dengan menggunakan racun sianida yang mereka sebut sebagai bunuh diri revolusioner.

Ini merupakan tragedi paling mengerikan sepanjang sejarah Amerika dan kasus bunuh diri massal terbesar sepanjang sejarah modern.

Adapun bunuh diri tersebut, melibatkan sebuah aliran kepercayaan bernama Sekte Kuil Rakyat yang dipimpin oleh Jim Jones.

Total yang meninggal sebenarnya mencapai 918 orang, sebanyak 909 meninggal di Jonestown, kemudian lima orang dibunuh di Port Kaituma, termasuk anggota kongres Amerika Serikat Leo Ryan. Serta empat anggota sekte lainnya melakukan aksi bunuh diri di George Town atas perintah pimpinan sekte Jim Jones.

Dilansir dari Wikipedia, dalam sejarah Athena kuno, orang yang melakukan bunuh diri tanpa persetujuan negara ditolak untuk dimakamkan secara wajar dengan penghormatan.

Orang tersebut akan dimakamkan sendirian, di pinggiran kota, tanpa nisan atau tanda.

Dalam sejarah Yunani Kuno dan Roma bunuh diri itu dianggap metode yang dapat diterima saat mengalami kalah perang.

Di Roma kuno, bunuh diri pada awalnya diizinkan, tetapi kemudian hal tersebut dianggap sebagai kejahatan terhadap negara karena menimbulkan biaya.
Ada 6 bunuh diri massal yang terseram dilansir dari berbagai sumber:

1. Sekte Kuil Rakyat

Beberapa pihak menyebut ini merupakan aksi bunuh diri massal, namun adapula yang menyebutkan bahwa ini merupakan pembunuhan massal.

Lantaran tak sedikit diantara para korban yang diminta meminum racun di bawah paksaan.

Apalagi sepertiga dari korbannya, sekitar 304 orang merupakan anak-anak di bawah umur.

Adapun sekte ini dibentuk di Indianapolis, Indiana, pada tahun 1955.

Jim Jones, sang pimpinan sekte tak perlu waktu lama untuk memeroleh simpati dari pengikutnya, lantaran ia kerap kali menyuarakan perlawanan terhadap kapitalisme, kesetaraan ras dan keberpihakan terhadap masyarakat miskin.

Yang juga menjadi daya tarik yakni Jim kerap kali mengangkat tema perang terhadap rasisme yang sedang gencar-gencarnya terjadi di Amerika pada tahun 1960an.

Pendek kata, Jim Jones memeroleh tempat spesial di mata warga, sehingga mampu mengumpulkan ratusan pengikut loyal.

Setelah itu, Jim Jones mengajak para pengikutnya untuk pindah ke sebuah lahan pertanian di Jonestown.

Diantara mereka ada yang pergi tanpa meminta izin kepada anggota keluarga lainnya.

Sehingga muncul keresahan dari mereka yang ditinggal oleh anak, istri maupun suami mereka untuk ikut sekte tersebut.

Hal ini memaksa seorang senator AS Leo Ryan untuk melakukan penyelidikan. Ia mendatangi perkampungan tersebut untuk
meminta keterangan.

Sepulang dari tempat ini, rombongan senator ditembaki para pengikut sekte. Lima orang tewas di Bandara Jonestown termasuk Leo Ryan.

Tak lama setelah kejadian tersebut Jim Jones memerintahkan semua pengikutnya untuk melakukan aksi bunuh diri massal lewat ritual yang ia sebut sebagai bunuh diri revolusioner sebagai bentuk protes atas ketidakadilan di dunia.

Mereka bunuh diri dengan menenggak racun sianida.

Ini merupakan aksi bunuh diri massal terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

2. Sekte Gerbang Surga

Tanggal 26 Maret 1997 silam, peristiwa yang sangat mengejutkan terjadi. Sebanyak 39 orang tewas dalam ritual bunuh diri massal di sebuah rumah di San Diego, California.

Puluhan orang ini merupakan para anggota sekte Heaven's Gate alias Gerbang Surga yang percaya bahwa mereka harus pergi meninggalkan dunia untuk mengikuti Komet Hale-Bopp dengan menumpang pesawat ekstra terestial.

Dan satu-satunya cara yakni dengan bunuh diri.

Adapun sekte ini didirikan oleh seorang pria bernama Marshall Applewhite dan Bonnie Nettles pada tahun 1974.

Mereka percaya bahwa planet bumi akan segera memasuki fase pembersihan, dan satu-satunya cara untuk selamat yakni dengan meninggalkan bumi sesegera mungkin.

Pada tanggal 19 - 20 Maret 1997, Marshall Applewhite membuat rekaman yang menjelaskan tentang ritual bunuh diri massal yang dalam keyakinannya merupakan cara beralih ke tahapan kehidupan selanjutnya.

Ini merupakan salah satu cara meninggalkan dunia, apalagi setelah ia mengklaim bahwa pesawat luar angkasa yang akan membawa mereka ikut serta dalam perjalanan Komet Hale Bopp.

Applewhite pun mengajak 38 orang pengikutnya untuk bunuh diri. Ia meyakinkan bahwa ruh mereka kemudian akan dibawa oleh UFO menuju ke pesawat luar angkasa dan akan tiba di tahapan kehidupan selanjutnya yang lebih tinggi dari kehidupan di dunia.

Mereka kemudian bunuh diri dengan mencampurkan phenobarbital dengan jus apel dan dioplos dengan vodka.

Setelah menenggak racun, mereka kemudian akan menutup kepala mereka sendiri menggunakan kain berwarna ungu, menggunakan setelah hitam dan semuanya menggunakan sepatu nike.

3. Sekte Kuil Matahari

Dalam kurun waktu 5 Oktober 1994 hingga Maret 1997, sebanyak lebih dari 50 orang melakukan aksi bunuh diri dengan cara membakar diri di Gereja Ordo Kuil Matahari yang berada di Swiss.

Enam belas orang lainnya, tewas di Kanada dengan cara yang sama.

Ini merupakan bagian dari doktrin Sekte Kuil Matahari yang didirikan oleh Joseph De Mambro dan Luc Jouret di Jenewa pada tahun 1984.

Aliran sesat yang bergerak secara rahasia ini diketahui berpusat di Swiss dan memiliki banyak pengikut di Kanada.

Adapun, alasan mereka bunuh diri yakni sebagai salah satu cara untuk lepas dari penindasan di muka bumi.

4. Sekte David Koresh

David Koresh merupakan orang Amerika pemimpin sekte yang percaya bahwa dirinya merupakan nabi terakhirnya.

Koresh menempati posisi sebagai pemimpin gerakan reformasi Shepherds Rod.

Koresh bergabung dengan kelompok spiritual yang berbasis di Mount Carmel Center di luar Waco, Texas, di mana kelompok tersebut mengambil nama "Branch Davidians".

Di sini ia bersaing untuk menempati posisi puncak mengalahkan pemimpin lain bernama George Roden, sampai Roden dipenjara karena membunuh saingan lain.

Saat memimpin sekte ini, David berhasil meyakinkan para pengikutnya hingga mereka menempati suatu kawasan pertanian di negara bagian Texas yang kerap dijadikan tempat ritual.

Banyak yang curiga dengan kegiatan mereka hingga akhirnya kepolisian mengeluarkan surat perintah penggeledahan terhadap mereka lantaran dicurigai terdapat kepemilikan senjata api, bahan peledak serta obat terlarang secara ilegal.

Tak disangka, dalam penggerebekan yang terjadi pada 28 Februari 1993 tersebut, David Koresh berserta para pengikutnya memberikan perlawanan terhadap kepolisian.

Kepolisian mengepung tempat itu selama 51 hari, hingga 19 April 1993.

Di hari terakhir itu, David Koresh dan para pengikutnya membakar rumah yang mereka tempati.

David Koresh dan 79 orang pengikutnya tewas terpanggang.

22 orang diantaranya merupakan anak-anak di bawah 17 tahun.

5. Bunuh Diri Masal di Demmim

Pada 1 Mei 1945, ratusan orang membunuh diri mereka sendiri di kota Demmin, Provinsi Pomerania (sekarang Mecklenburg-Vorpommern), Jerman.

Bunuh diri tersebut terjadi saat kepanikan massal yang ditimbulkan oleh kejahatan yang dilakukan oleh para prajurit Tentara Merah Uni Soviet, yang menjarah kota tersebut sehari sebelumnya.

Meskipun perkiraan jumlah korban tewas bervariasi, peristiwa tersebut diketahui merupakan bunuh diri massal terbesar yang pernah tercatat di Jerman.

Bunuh diri tersebut adalah bagian dari gelombang bunuh diri di kalangan masyarakat Jerman Nazi.

5. Puputan Margarana
Puputan Margarana
Puputan Margarana (Istimewa)


Pada waktu staf MBO berada di desa Marga, I Gusti Ngurah Rai memerintahkan pasukannya untuk merebut senjata polisi NICA yang ada di Kota Tabanan.

Perintah itu dilaksanakan pada 20 November 1946 (malam hari) dan berhasil baik.

Beberapa pucuk senjata beserta pelurunya dapat direbut dan seorang komandan polisi NICA ikut menggabungkan diri kepada pasukan Ngurah Rai.

Setelah itu pasukan segera kembali ke Desa Marga.

Pada 20 November 1946 sejak pagi-pagi buta tentara Belanda mulai nengadakan pengurungan terhadap Desa Marga.

Kurang lebih pukul 10.00 pagi mulailah terjadi tembak-menembak antara pasukan NICA dengan pasukan Ngurah Rai.

Pada pertempuran yang seru itu pasukan bagian depan Belanda banyak yang mati tertembak.

Oleh karena itu, Belanda segera mendatangkan bantuan dari semua tentaranya yang berada di Bali ditambah pesawat pengebom yang didatangkan dari Makassar.

Di dalam pertempuran yang sengit itu semua anggota pasukan Ngurah Rai bertekad tidak akan mundur sampai titik darah penghabisan.

Di sinilah pasukan Ngurah Rai mengadakan "Puputan" atau perang habis-habisan di Desa Margarana sehingga pasukan yang berjumlah 96 orang itu semuanya gugur, termasuk Ngurah Rai sendiri.

Sebaliknya, di pihak Belanda ada lebih kurang 400 orang yang tewas. Untuk mengenang peristiwa tersebut pada tanggal 20 November 1946 dikenal dengan perang puputan margarana, dan kini pada bekas arena pertempuran itu didirikan Tugu Pahlawan Taman Pujaan Bangsa.

Apa itu Puputan?

Puputan adalah istilah dalam bahasa Bali yang mengacu pada ritual bunuh diri massal yang dilakukan saat perang daripada harus menyerah kepada musuh.

Istilah ini berasal dari kata bahasa Bali "puput" yang artinya "tanggal" / "putus" / "habis / "mati".

Puputan yang terkenal di Bali adalah Puputan Jagaraga, dilakukan oleh Kerajaan Buleleng melawan pasukan kolonial Belanda setelah Raja Buleleng memberlakukan sistem tawan karang (menahan seluruh kapal asing yang berlabuh di dermaga Buleleng) terhadap kapal-kapal dagang Belanda, dan Puputan Margarana yang dipimpin oleh seorang serdadu Dewan Perjoeangan Republik Indonesia Sunda Kecil (DPRI SK) kelahiran Bali bernama I Gusti Ngurah Rai untuk melawan aksi militer kolonial Belanda.
 
7. Siswa Sekolah Bunuh Diri Massal di India
Beberapa waktu lalu India dikejutkan dengan terjadinya bunuh diri massal yang dilakukan oleh siswa sekolah menengah.
Dilansir NDTV pada Selasa (30/4/2019), terjadi 25 kasus bunuh diri di negara bagian Telangana, India, dalam kurun waktu 10 hari yang menimbulkan kemarahan besar di negara bagian tersebut.

Dua puluh lima siswa tersebut melakukan bunuh diri dengan alasan merasa gagal dalam ujian dewan negara bagian setelah hasil ujian mereka dirilis pada 18 April 2019.

Hasil yang dirilis oleh Globarana, agen swasta yang dikontrak pemerintah untuk memberikan dukungan teknis ujian, menyatakan bahwa 33 persen siswa dinyatakan gagal.

Setelah terdapat 25 siswa yang melakukan bunuh diri, barulah kemudian muncul fakta yang membuat geram dan menimbulkan sesal.

Ternyata, ada kesalahan perhitungan yang dilakukan oleh agen swasta tersebut.

Fakta lainnya, bahwa Globarana diduga tidak memenuhi kriteris tender, yang mencakup pengalaman dalam menangani dewan Negara bagian atau hasil ujian universitas.

Meski akhirnya diberikan hasil yang benar, seperti siswa yang diralat mendapat nilai 99 persen setelah sebelumnya mendapat nilai nol.

Namun, berita tersebut datang terlambat. Dua puluh lima siswa sudah terlanjur kehilangan nyawa.

Dua diantaranya adalah gadis Mahbubnagar, Hyderabad. Satu melakukan bunuh diri dengan membakar diri dan lainnya melakukannya dengan gantung diri.

Menunjukkan kemarahannya, politisi K Laxman yang merupakan kepala unit Negara BJP (Bharatiya Janata) melakukan mogok makan tanpa batas waktu untuk menunjut penyelidikan atas masalah tersebut.

Dia juga meminta pemindahan Menteri Pendidikan Guntakandla Jagdishwar Reddy dan meminta Sekretaris Dewan Pendidikan Menengah untuk dipecat.

Laxman menyebut bahwa kejadian tersebut merupakan penipuan,

“Kami menuntut penyelidikan yudisial terhadap hal ini. Atau bahkan oleh CBI. Ini bukan hanya salah urus. Ini adalah penipuan besar. Perusahaan yang diberi kontak untuk dukungan teknis end-to-end sama sekali tidak memenuhi syarat untuk menangani masa depan 9,7 lakh (970.000) anak-anak. ”

Di sisi lain, guru yang menandai kertas ujian salah mendapatkan hukuman. Yaitu denda sebesar INR5.000 setelah adanya laporan yang ditunjukkan kepadanya. Juga dipecat oleh administrasi sekolah.
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved