BMKG Perkirakan Pinrang Alami Musim Hujan Lebih Awal
Hal ini sesuai dengan prediksi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Makassar saat dihubungi melalui aplikasi pesa
Penulis: Hery Syahrullah | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Musim Kemarau tampaknya akan segera berakhir di Pinrang.
Pasalnya, hampir di seluruh wilayah Kabupaten Pinrang mulai diguyur hujan, beberapa hari terakhir.
Penyebab Kematian Sulli Diduga Bunuh Diri Seperti Jonghyun SHINee, Jang Ja Yeon, dan 4 Kpop Idol Ini
Sandy Harun Bongkar Hubungan Terlarang dengan Tommy Soeharto, Akui Lahirkan Seorang Anak Perempuan
Dapat Penghargaan Bidang Sanitasi, Pemkab Pinrang Minta Warga Pertahankan Hidup Sehat
Kecewa dengan Prabowo, Rocky Gerung Minta Para Cebong Usir Bos Fadli Zon itu dari Kubu Jokowi
Sebar Foto Hoax Sadis Korban Bentrokan di Makassar, Mamat Diciduk Polisi
Hal ini sesuai dengan prediksi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Makassar saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat, Senin (14/10/2019).
Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Makassar Siswanto, mengatakan, prediksi awal musim penghujan khusus untuk Kabupaten Pinrang pada bulan November.
"Namun hujan biasanya sudah mulai turun 2 – 3 pekan sebelum penentuan akhir musim kemarau," katanya.
Siswanto menyebutkan, puncak musim penghujan diperkirakan bakal terjadi pada bulan Desember hingga Januari 2020 mendatang.
"Demikian prediksi dari BMKG," jelasnya.
Siswanto menambahkan, beberapa kabupaten akan dilanda hujan lebih awal dan basah. Di antaranya Kabupaten Pinrang, Jeneponto dan Bantaeng.
"Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mempersiapkan segala sesuatu jika ingin beraktifitas," pungkasnya.
(TribunPinrang.com)
Warga Salipolo Pinrang Tolak Rencana Galian Tambang di Desanya, Ini Masalahnya
Aliansi Masyarakat Pesisir Sungai Saddang di Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selaran, menggelar aksi solidaritas, Minggu (13/10/2019).
Mereka mendatangi lokasi tambang untuk menolak keras adanya galian di Sungai Saddang tersebut.
Salah seorang warga, Muh Sakir (42) mengatakan, pihak PT Alam Sumber Rezki berencana akan melakukan aktifitas tambang pasir di pesisir sungai tersebut.
Hari Farmasi Sedunia, Ketua IAI Sulsel Sebut Seluruh Apoteker di Gowa Sudah Kantongi Izin
Ungkapan Hati Kolonel Kav Hendi Suhendi Usai Dicopot dari Dandim Kendari, Mata Istrinya Berkaca-kaca
Nikita Mirzani Blokir WhatsApp Uya Kuya Setelah Pagi-pagi Pasti Happy Dihentikan, Gini Balasannya
"Namun masyarakat menolak keras hal itu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/siklus-cuaca-hujan-di-pinrang.jpg)