Koalisi Jokowi

Inilah Bahayanya Jika Prabowo Subianto & SBY Tergiur Jatah Menteri dan Masuk Kabinet Jokowi-Maruf

Inilah Bahayanya Jika Prabowo Subianto & Demokrat Tergiur Jatah Menteri dan Masuk Kabinet Jokowi

Inilah Bahayanya Jika Prabowo Subianto & SBY Tergiur Jatah Menteri dan Masuk Kabinet Jokowi-Maruf
instagram.com/jokowi
Inilah bahayanya jika Prabowo dan SBY gabung ke koalisi Jokowi 

Inilah Bahayanya Jika Prabowo Subianto & Demokrat Tergiur Jatah Menteri dan Masuk Kabinet Jokowi

TRIBUN-TIMUR.COM - Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto dan Partai Demokrat besutan Susilo Bambang Yudhoyono dua parpol besar yang diharapkan bisa menjadi penyeimbang pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Tapi bagaimana jika elite parpol ini tergiur jatah menteri dari kekuasaan?

Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua umum DPP Demokrat SBY menggelar pertemuan terpisah dengan Presiden Jokowi.

Ada Diperiksa Polisi, Ada yang Nangis Nasib Terkini 2 Istri Tentara Akibat Nyinyir Musibah Wiranto

Gerindra dan Demokrat Fiks Dapat Jatah Menteri Usai Prabowo dan SBY Bertemu Jokowi? Ini Sinyalnya

Reaksi Tak Terduga Istri Dandim Kendari Saat Dampingi Suami Kolonel Hendi Suhendi Dicopot, Cuitan

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai, Partai Gerindra seharusnya tetap menjaga kepercayaan pemilih dengan menjadi oposisi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Jika Gerindra masuk dalam pusaran kekuasaan, menurut dia, ini akan mengecewakan pemilihnya.

Menurut Ujang, Prabowo harusnya menyadari bahwa pada Pilpres 2019, ada 68 juta pemilih yang berharap mantan Danjen Kopassus itu menjadi presiden.

"Harusnya Gerindra jadi oposisi saja. Karena pendukungnya banyak yang menginginkan Gerindra berada di luar kekuasaan. Menjadi oposisi sama-sama terhormatnya dengan berkuasa," kata Ujang saat dihubungi wartawan, Sabtu (12/10/2019).

"Bahkan, menjadi oposisi lebih terhormat karena bisa mengingatkan pemerintah ketika pemerintah salah jalan dan salah arah," ucap dosen politik di Universitas Al Azhar ini.

Oleh karena itu, Ujang menilai, langkah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang bertemu Presiden Jokowi kemarin kurang etis jika membicarakan peluang koalisi.

Halaman
1234
Editor: Mansur AM
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved