Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

CEO PSM Makassar Buka Turnamen Sepak Bola U-45 di Karebosi

Turnamen dibuka CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin dan pendiri Bangau Putra, Kamaluddin, Minggu (13/10/2019).

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Imam Wahyudi
fadly/tribun-timur.com
Suasana pembukaan Turnamen Sepak Bola U-45 Bangau Putra Allstar Cup 1 2019 di Lapangan 3 Karebosi Makassar Jl Kartini Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bangau Putra Allstar menggelar Turnamen Sepak Bola U-45 Cup 1 2019 di Lapangan 3 Karebosi Makassar, Jl Kartini Makassar.

Diikuti 13 tim terbagi 3 pool.

Pool A diisi Bangau Putra Allstar A FC, Daya Allstar FC, Al-Markaz FC dan KSM FC.

Pool B ada Bangau Putra Allstar B FC, MJ FC, Smansa FC, WK BL FC, PSAD FC.

Baca: Setelah Ustadz Abdul Somad Dilarang Ceramah di UGM, Kini Giliran Rocky Gerung Ditolak di IAIN Langsa

Pool C ada KKS FC, Bayang Allstar FC, Spiral FC, dab Puma FC.

Turnamen dibuka CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin dan pendiri Bangau Putra, Kamaluddin, Minggu (13/10/2019).

Hadir juga Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Makassar Junaldi Monoarfa, Pembina Bangau Putra Karman Kamaluddin, Ketua Bangau Putra Muhsin, dan beberapa mantan pemain PSM Makassar.

Appi sapaan karib Munafri sangat bahagia.

Baca: VIDEO : Intip Suasana Kedatangan 116 Pengungsi Wamena di Lanud Hasanuddin

"Ini sebuah pernghargaan sangat besar buat saya. Acara ini sebagai ajang silaturahmi seluruh mantan pemain PSM," ujarnya.

Dalam sambutannya ia prihatin, kota sebesar Makassar tidak punya banyak lapangan untuk bermain sepak bola.

"Sekitar sebulan lalu saya sudah menghadap lagi ke Kadispora. Bagaimana caranya 1 dari 3 lapangan di Karebosi ini, bisa kita kelola dengan baik," ujarnya.

"Kita ingin menggunakan rumput sintetis, kalau hari ini ada jawaban, besok kita langsung kerja," jelas Appi.

Baca: Mantan Teroris Sebut Abu Rara Bisa Membunuh Pakai Apa Saja Termasuk Pisau Dapur: Target Wiranto

Rumput sintetis adalah permukaan yang terbuat dari serat sintetis yang tampak menyerupai rumput alami.

"Mudah maintenancenya. Musuhnya hanya gula-gula karet dan api rokok. Harusnya setiap kelurahan punya lapangan, apalagi kita merupakan kiblat sepak bola yang di Indonesia Timur," katanya.

Sejak 2 tahun berturut-turut, PSM mewakili indonesia di kejuaraan Asia. Artinya dibutuhkan pemain sepak bola dari kompetisi yang teratur.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved