Appi: Saya Harap Syamsuddin Umar Terlibat di PSM, Ada Tapinya

Hal itu ia sampaikan dalam diskusi publik Ada Apa dengan PSM yang digelar oleh suporter, Red Gank di Warkop Aweng, Jl Cendrawasih, Makassar, Sabtu (12

Appi: Saya Harap Syamsuddin Umar Terlibat di PSM, Ada Tapinya
Wahyu/tribuntimur.com
CEO PT PSM, Munafri Arifuddin saat menjadi narasumber pada Diskusi Publik yang dilaksanakan suporter Red Gank, di Warkop Aweng, Jl Cendrawasih, Makassar, Sabtu (12/10/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - CEO PT PSM, Munafri Arifuddin secara mengejutkan mengaku sangat menginginkan Syamsuddin Umar terlibat dalam internal PSM Makassar.

Hal itu ia sampaikan dalam diskusi publik Ada Apa dengan PSM yang digelar oleh suporter, Red Gank di Warkop Aweng, Jl Cendrawasih, Makassar, Sabtu (12/10/2019).

"Saya sangat berharap Pak Syamsuddin Umar bisa terlibat dalam tim. Tapi beliau tidak mau," beber Appi sapaan akrabnya.

Istri Kerja Ayah Disuruh Jaga Anak, Hal Tak Terduga Terjadi di Keluarga ini

Raih Rekor MuRI, Ilham Azikin: Peserta Jambore IPeKB Gratis Berwisata di Bantaeng

Jembatan Rusak Siswa Maros Baru Naik Perahu Seberangi Sungai, ACC Desak Kejari Usut!

Syamsuddin Umar memang tidak asing lagi bagi pegiat sepak bola Sulsel bahkan nasional.

Ia merupakan legenda PSM Makassar 1970 an sekaligus terlibat saat Laskar Pinisi juara pada era Liga Indonesia 1999-2000 sebagai asisten pelatih.

Selain sepak bola, SU sapaan akrabnya juga merupakan mantan Kadispora Sulsel era periode pertama kepemimpinan mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

Istri Kerja Ayah Disuruh Jaga Anak, Hal Tak Terduga Terjadi di Keluarga ini

Raih Rekor MuRI, Ilham Azikin: Peserta Jambore IPeKB Gratis Berwisata di Bantaeng

Jembatan Rusak Siswa Maros Baru Naik Perahu Seberangi Sungai, ACC Desak Kejari Usut!

Namun lanjut Appi, sayangnya SU enggan terlibat dengan PSM karena masalah administrasi.

"Soalnya Pak Syam ini hanya punya lisensi kepelatihan C nasional. Sementara standarnya di Indonesia kan bahkan berstandar AFC," papar Appi.

Diketahui, standar pelatih kepala di Liga 1 Indonesia wajib memiliki lisensi A AFC bahkan lebih.

Untuk asisten pelatih satu, standarnya juga A AFC dan asisten pelatih dua dan pelatih fisik B AFC.

"Saya selalu minta gabunh, tapi Pak Syam bilang capekma sekolah (lisensi kepelatihan). Jadi ada masalah surat-surat yang tidak lengkap. Makanya tidak bisa gabung," tegasnya.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved