48 Warga Enrekang Diajar Service Handphone
Pelatihan diadakan di Pendopo Rujab Bupati Enrekang, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, Selasa (8/10/2019).
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Sudirman
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar bekerja sama dengan Baznas Enrekang, menggelar pelatihan berbasis kompetensi di Kabupaten Enrekang.
Pelatihan diadakan di Pendopo Rujab Bupati Enrekang, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, Selasa (8/10/2019).
Ada 48 peserta yang mengikuti pelatihan.
Tanpa Duet Rahman-Evans, Pertahanan PSM Rawan
Pelatih Persib, Robert Alberts Tak Ingin Laga Lawan Persebaya Ditunda Gegara Situasi Politik
Ini Lirik dan Terjemahan Lagu Terbaru Ed Sheeran South of the Border, Feat Camila Cabello & Cardi B
Hadir pada pembukaan, Wakil Bupati Enrekang Asman, Kepala seksi program BLK Makassar Harif, pimpinan Baznas Enrekang, Ilham Kadir, Kadir Lesang dan Baharuddin.
Pelatihan kali ini, merupakan tindak lanjut kerjasama dengan model mobile training unit (MTU) antara Baznas Enrekang dan BLK Makassae.
Dimana Baznas menyiapkan peserta sesuai standar yang ditetapkan, dan BLK Makassar menyiapkan tim instruktur, logistik makanan, pakaian dan peralatan.
Ada dua jenis pelatihan berbasis kompetensi yang dilangsungkan secara bersamaan yakni, service HP dan mesin pendingin.
Wakil Bupati Enrekang Asman mengatakan, pelatihan ini sejalan dengan program pemerintah Indonesia yakni SDM unggul, Indonesia Maju.
Untuk itu, dirinya mendorong anak muda Enrekang membekali diri dengan keterampilan.
Bahkan, para honorer yang tidak memiliki kompetensi harusnya dapat mengikuti kegiatan seperti ini.
Balasan Hotman Paris Soal Komentar Dokter Tompi Usai Unggah Video & Sebut Malapraktik
Olivia Jensen Kini Jadi Dubber Animasi Indonesia Balpil & Bhinnekaz, Ini Profilnya
Adzan Subuh yang Tak Lagi Sakit Kini Kasat Binmas Polrestabes Makassar
"Saya jempol kalau honorer yang ikut pada hari ini, karena saya lihat ada peserta dari honorer di KTSP dan dinas lain. Ini saya jempol dari pada yang menunggu hal yang tidak pasti, kalau ini lebih menjanjikan masa depan," kata Asman.
Asman melanjutkan, sudah lama dirinya berpikir tentang perlunya BLK Enrekang.
"Tahun lalu sempat cek di Jakarta tentang program pemerintah pusat, ternyata dimoratorium," tambah Asman.
Perwakilan BLK Makassar, Harif mengatakan, sebenarnya yang dimoratorium itu infrastruktur bangunan.
"Kami siap membantu peralatan pelatihannya sesuai jurusan yang tersedia," ujarnya.
Sementara Pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin, berharap kegiatan hari ini cikal bakal lahirnya BLK Enrekang.
Jika BLK ini bisa diwujudkan, maka ini akan menjadi satu instrumen pengentasan kemiskinan di Kabupaten Enrekang.
Menurutnya, orang miskin dan menganggur karena tidak ada keterampilan hidupnya.
Tapi jika seluruh pelatihan di dinas mengacu pada standar BLK, tutornya disediakan oleh BLK Enrekang.
"Jika membayangkan jika target volume pelatihan 1000-2000 orang peserta setiap tahun, dengan system standarisasi BLK, maka itulah solusi mengurangi kemiskinan dan pengangguran," tuturnya.
Sedangkan Komisioner Baznas Enrekang, lham Kadir mengatakan, untuk mengurai benang kusut kemiskinan sala satunya peningkatan kompetensi.
Sekarang ini, orang yang dianggap kompeten adalah orang yang telah mengikuti pelatihan dan lulus dibuktikan dengan sertifikat.
Jadi ke depan tidak ada lagi profesi yang tidak disertifikasi, Baznas Enrekang dalam mendayagunakan zakat lebih mengarah pemberdayaan Mustahik fakir miskin.
(tribunenrekang.com)
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/blk-makassar-bekerja-sama-dengan-baznas-enrekang.jpg)