Tenunan Sekomandi Paling Diminati Wisatawan di Toko Cenderamata Sulbar
Tokoh Cendramata Sulbar yang menyediakan berbagai macam oleh-oleh (souvenir dan makan khas) merupakan salah satu tokoh pusat oleh-oleh tujuan para wis
Penulis: Nurhadi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Tenunan Sekomandi menjadi cendramata yang paling dimati para wisatawan yang berkunjung ke pusat oleh-oleh Cendramata Sulbar di Jl Cik Ditiro, Mamuju, Sulawesi Barat.
Tokoh Cendramata Sulbar yang menyediakan berbagai macam oleh-oleh (souvenir dan makan khas) merupakan salah satu tokoh pusat oleh-oleh tujuan para wisatawan yang masuk di Bumi Manakarra julukan Mamuju.
BREAKING NEWS: Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Sambut 172 Pengungsi Wamena
Dulu Pilu Intan Indah Syari, Calon Suami Meninggal saat Kecelakaan Lion Air JT 610, Keadaannya Kini
Disdik Cabang Wajo Ajak Demonstran ke Kantor DPRD Wajo Sampaikan Aspirasi
Akhir Pekan Ini, Calon Anggota Baru KMP Pinrang UIN Bakal Camping Sambil Belajar di Malino
Begini Tanggapan Pihak Dinas Pendidikan Terkait Konflik di SDN 187 Pinrang
Owner tokoh Cendramata Sulbar, Sukila (50) mengatakan, mendapat suplay barang dari berbagai daerah di Sulbar.
"Ini salah-satu bentuk membangun ekonomi mandiri masyarakat,"ujar Sukila kepada Tribun-Timur.com, Senin (7/10/2019).
Selain tenunan khas asal Kalumpang itu. toko Cenderamata Sulbar juga menyediakan beberapa macan kain tenun. Seperti lipa sa'be kain tenun khas Mandar dan kain tenun khas Mamasa.
Harga cenderamatan yang tersedia di toko Cenderamata Sulbar memiliki harga yang bervariasi. Mulai Rp 170 ribu hingga Rp 600 ribu.
"Untuk kain tenun Sekomandi harganya mulai Rp 200 ribu hingga Rp 3 Juta. Khusus kain tenun Mamasa mulai harga Rp 400 ribu hingga Rp 750 ribu,"ucap Sukila.
Sukila, rutin mendapat suplay barang khusus kain tenun setiap bulan dengan modal rata-rata Rp 20 juta. Kata dia, diantara barang jualannya paling laris terjual adalah kain tenun.
"Makanya selalu mengambil stok banyak seperti sekomandi karena barang ini paling laris dikalangan pengunjung ke Sulbar,"ungkap Sukila.
Kata Sukila, pembeli kain biasanya dari pengunjung wisatawan Mamuju yang menyempatkan mampir ke tokohnya. Juga tamu dari dinas Pemerintahan di Mamuju.
"Biasanya ada tamu dari kantor dinas tamunya diajak belanja kesini,"katanya.
Sukila juga menjual souvenir dan miniatur yang terbuat dari kayu, tempurung, dan batu, seperti sandeq, miniatur motor, dan becak, mulai dari harga Rp 150 ribu hingga Rp 750 ribu.
Untuk souvenir Sukila mendapat suplay barang sekira Rp 1 Juta hingga Rp sampai Rp 2 Juta per bulan.
Untuk makanan tradisional yang tersedia diantaranya golla kambu, dadar balanda, kasippi, ikan ambon dan penja krispy. Harganya pun bervariasi mulai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.
Sukila mengaku bisnis oleh-oleh di Mamuju cukup menjanjikan. Sebab dalam sehari ia bisa meraup keuntungan sekitar Rp 2 Juta hingga Rp 4 Juta per hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tenunan-sekomandi.jpg)