Produk Makanan dan Obat Diminta Pakai QR Code BPOM

Kepala BPOM Makassar, Abd Rahim mengatakan, selama ini untuk mengecek suatu produk di BPOM sebenarnya sudah dapat dilakukan, namun masih manual.

Produk Makanan dan Obat Diminta Pakai QR Code BPOM
fahrizal/tribun-timur.com
BPOM Makassar menggelar sosialisasi Smart BPOM & 2D Barcode, di Hotel Claro, Senin (7/10/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Balai Besar POM Makassar meminta produsen makanan dan obat-obatan untuk mulai memasang barcode dua dimensi (QR code) di produknya masing-masing.

QR code yang dikeluarkan BPOM, untuk memastikan keaslian produk, serta terdaftar atau tidaknya di BPOM sebagai lembaga yang mengawasi peredaran makanan dan obat-obatan di Indonesia.

Kepala BPOM Makassar, Abd Rahim mengatakan, selama ini untuk mengecek suatu produk di BPOM sebenarnya sudah dapat dilakukan, namun masih manual.

Bandingkan era Jokowi & Ahok Soal Anggaran TGUPP dengan Anies Baswedan Jabat Gubernur DKI Jakarta

Bukan Meggy Diaz, ini Inisial Penyanyi Dangdut yang Diam-diam Dipacari Tukul Arwana

Diduga Kelompok Radikal Susupi Aksi Tolak RUU KUHP dan RUU KPK

"Selama ini untuk mengecek masih manual, konsumen lihat merek, nomor izin, baru buka website dan masukkan secara manual. Dengan ini scan saja langsung keluar penjelasannya," kata Abd Rahim di sela acara sosialisasi Smart BPOM & 2D Barcode, di Hotel Claro, Senin (7/10/2019).

Ia menjelakan, QR code ini sebagai bentuk kerja sama BPOM dan pelaku usaha, agar produknya tak dipalsukan oleh pihak tak bertanggung jawab.

"Kita juga mau yang diperjual belikan terdaftar, artinya kalau terdaftar sudah ada jaminan mutu, keamanan, dan manfaatnya," kata dia.

"Produk yang memiliki QR code juga akan memudahkan kami, bisa juga masyarakat yang ingin memastikan produk sebelum membeli," bebernya.

Diungkapkan Abd Rahim, sejauh ini belum semua produsen makanan dan obat-obatan menerapkan penggunaan QR Code, meski telah ada aturan yang ditetapkan pemerintah.

"Regulasinya dari BPOM, yang siapkan produsennya, makanya sampai sekarang juga belum semua produsen mampu, kami sadari pasti ada uang yang harus mereka keluarkan, tapi ini juga untuk jaminan produk mereka," kata dia.

Bandingkan era Jokowi & Ahok Soal Anggaran TGUPP dengan Anies Baswedan Jabat Gubernur DKI Jakarta

Bukan Meggy Diaz, ini Inisial Penyanyi Dangdut yang Diam-diam Dipacari Tukul Arwana

Diduga Kelompok Radikal Susupi Aksi Tolak RUU KUHP dan RUU KPK

"Pelaku usaha diwajibkan dua tahun kalau mati izin edarnya baru menerapkan. Izin edar kan lima tahun, nah kewajibannya setelah dua tahun wajib ganti ke barcode. Makanya kita sekarang gencarkan sosialisasi," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved