Pengungsi Wamena Pakai Baju sebagai Handuk Habis Mandi

"Kami berbagi kasih dengan pengungsi korban kerusuhan anarkis Wamena, 4 Oktober lalu di tongkonan Jayapura," kata Sindra Maraya.

Pengungsi Wamena Pakai Baju sebagai Handuk Habis Mandi
Sindra Maraya
Pengusaha asal Toraja Utara, Sindra Maraya ikut mengurus pengungsi di Wamena, Papua, Senin (7/10/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pengusaha asal Toraja Utara, Sindra Maraya ikut mengurus pengungsi di Wamena, Papua, Senin (7/10/2019).

"Kami berbagi kasih dengan pengungsi korban kerusuhan anarkis Wamena, 4 Oktober lalu di tongkonan Jayapura," kata Sindra Maraya.

Sindra Maraya membagikan susu untuk anak-anak dan balita serta pakaian dalam wanita dan laki-laki dewasa.

"Selain itu, ada juga bahan-bahan keperluan darurat lainnya," kata Sindra Maraya.

Vokalis Band Kunci Dendy Mikes Meninggal, Ini Lagunya yang Pernah Populer Lengkap dengan Lirik

Kronologi Penarik Becak Sesak Napas karena Emosi saat Pergoki Istri Selingkuh dengan Pria Bermobil

 Fraksi Nasdem dan Gerindra Walk Out Saat Pemilihan Ketua BK DPRD Luwu Timur, Ada Apa ?

Sindra juga membagikan handuk karena pengamatan di lokasi penampungan masyarakat korban kerusuhan ini sehabis mandi pakai baju di badan sebagai handuk.

Menurutnya, banyak sekali pengungsi.

"Mereka berasal dari berbagai daerahnya, pengungsi kerukunan keluarga Sulawesi Selatan," katanya.

Sebelumnya, Ketua Harian Kombongan Sangtorayaan (Ikatan Keluarga Toraja Makassar), Marthen Rantetondok menjemput pengungsi dari Kota Wamena Papua di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (5/10/2019).

Marthen pun memfasilitasi sebanyak 193 warga Toraja dan Luwu Raya pulang kampung.

"Kita jemput langsung karena ini adalah masalah kemanusiaan," kata mantan anggota DPRD Sulsel ini.

Halaman
123
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved