Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Novianus dan Misriyani Beri Klarifikasi, KPU Sulsel Bilang Begini

Keduanya, Novianus YL Patanduk dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel dan Misriyani Ilyas dari Partai Gerindra.

Penulis: Abdul Azis | Editor: Syamsul Bahri
Abd Azis/Tribun Timur
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) terpilih pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu, Novianus YL Patanduk 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Koordinator Divisi Umum, Rumah Tangga, dan Organisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Muhammad Asram Jaya, mengakui telah meminta klarifikasi kepada dua calon anggota legislatif (caleg) terpilih DPRD Sulsel.

Keduanya, Novianus YL Patanduk dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel dan Misriyani Ilyas dari Partai Gerindra.

Kronologi Kader Prabowo Subianto Ketua DPRD Tampar Anak Buah Ridwan Kamil, Ini Pengakuan Bambang

PP Akar Bentuk Pengurus Baru di Luwu Timur, Ini Struktur Pengurusnya

Sebelum Video Syurnya Beredar di Instagram, Bebby Fey Beberkan Tanggal Ngamar Bareng Atta Halilintar

Dishub Kota Makassar Belum Bisa Tertibkan Geliat Pak Ogah

Golkar Segera Umumkan Nama Ketua Defenitif DPRD Sulsel

Mereka tak dilantik dan diambil sumpahnya bersama 83 legislator Sulsel periode 2019-2024 di ruang paripurna DPRD, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (24/9/2019).

"Sudah diklarifikasi. Masih proses," ungkap mantan Koordinator Forum Informasi dan Komunikasi Organisasi Non-Pemerintahan (FIK Ornop) Sulsel itu kepada Tribun Timur, Minggu (6/10/2019).

Hanya saja, Asram enggan membeberkan hasil klarifikasi keduanya dengan alasan kasus caleg terpilih tersebut masih dalam proses.

"Belum bisa disampaikan hasil klarifikasinya karena itu bagian dari keterangan yang bersangkutan. Semuanya nanti kami sampaikan setelah prosesnya selesai," jelas Asram.

Novianus dan Misriani Urung Dilantik, Ini Kata Jubir Gerindra

Sebelumnya, dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) terpilih pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu, batal dilantik bersama 83 legislator periode 2019-2024 mendatang.

Mereka, Novianus YL Patanduk dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Misriani Ilyas, partai Gerindra.

Keduanya terpilih melalui Daerah Pemilihan (Dapil) II Sulsel atau Makassar B. Meliputi, Panakkukang, Manggala, Tamalanrea, dan Biringkanaya.

Novianus dan Misriani tidak ikut dilantik dan diambil sumpahnya di ruang paripurna DPRD, Jl Urip Sumoharjo, Makassar pada Selasa (24/9/2019), karena masih bersoal di partainya masing-masing.

Pengucapan sumpah dan janji jabatan dipimpin Ketua Pengadilan Tinggi Makassar, Sunaryo. Sedangkan Surat Keputusan (SK) tentang pelantikan dibacakan Sekretaris DPRD Sulsel M Jabir.

Juru Bicara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulsel, Sawaluddin Arief, mengatakan, Misriani sudah dipecat.

"DPP yang pecat, kami tidak tahu prosesnya," tegas Sawal sapaannya kepada Tribun, Selasa (24/9/2019).

Sawal mengakui, pemecatan anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Makassar periode 2004-2009 silam itu tanpa sepengatahuan Gerindra Sulsel. Ia membantah, DPD yang mengusulkan Misriani dipecat.

"Bukan, bahkan kami tidak tahu," ujarnya.

Menurut Sawal, Misriani tidak dilantik karena Undang-Undang menegaskan bahwa ada tiga penyebab caleg terpilih tidak dilantik, yaitu berhalangan tetap atau mati, mengundurkan diri, dam dipecat dari partai.

Ketua Bidang Kehormatan DPD DDIP Sulsel Andi Anshari Mangkona mengatakan, pemecatan Novianus sebagai kader bukan tanpa alasan, secara dadakan dan tanpa bukti-bukti kuat.

"Semuanya sudah melalui proses panjang, melalui mekanisme partai, melalui proses di dewan kehormatan sebelum surat pemecatannya keluar," tegas Anshari kepada Tribun, Senin (16/9) lalu.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) terpilih pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu, Novianus YL Patanduk
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) terpilih pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu, Novianus YL Patanduk (Abd Azis/Tribun Timur)

Sebelumnya, Novianus meminta ampunan PDIP

" Saya berharap PDIP tetap memberi saya ruang dan waktu agar bisa menjalankan amanah yang diberikan rakyat kepada saya," ujarnya di ruang paripurna DPRD, Minggu (22/9) kemarin.

“Saya besyukur karena masih diberikan kesepampatan untuk bisa menghadiri undangan gladi bersih,” katanya.

Sebagai kader partai berlambang moncong putih, Novianus memohon kepada partai besutan Megawati Soekarno Putri untuk menyikapi pemecatannya sebagai kader sesuai dengan aturan yang ada.

“Saya berharap Ibu ketua umum beserta jajaran untuk bisa melihat dan mempertimbangkam kembali SK (surat keputusan) pemberhentia saya,” jelasnya.(*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved