VIDEO: Serunya Murid TK Islam An-Nur Gowa Belajar di Redaksi Tribun Timur
Kunjungan tersebut merupakan agenda tahunan untuk memperkenalkan muridnya tentang dunia jurnalistik.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - TK Islam An-Nur Gowa berkunjung ke Kantor Tribun Timur Jl Cendrawasih no 430, Kota Makassar, Jumat (4/10/2019) pagi.
Para murid yang berjumlah 42 orang ditemani tujuh gurunya.
Kronologi Irma Ibu Pengantin Pria Dihalangi ke Acara Nikahan Anak hingga Sang Menantu Pilih Kabur
VIDEO: Intip Tenant-Tenant Phinisi Hospitality Fair 2019 di Pipo, Ada Fesyen Hingga Otomotif
Maju di Pilwali Makassar, Ismak Daftar di PKS
Ratusan Warga Datangi Kantor DPRD Jeneponto, Berkaitan dengan Seleksi Cakades?
Trump Secara Terang-Terangan Minta Ukraina dan China Seliidiki Joe Biden, Siapa Dia?
Diberhentikan Sebagai Dirut Bank Sulselbar, AM Rahmat: Tak Berdasar dan Mengada-ada
Kunjungan tersebut merupakan agenda tahunan untuk memperkenalkan muridnya tentang dunia jurnalistik.
Beberapa kru Tribun Timur memberi penjelasan kepada para murid.
Adapun tema kunjungan yakni Ciptakan Budaya Baca Sejak Dini.
Para murid juga didampingi guru dan orang tuanya.
Setelah menerima materi dari kru di Aula Serba Guna, rombongan kemudian diajak ke ruang redaksi dan dilanjutkan bertandang ke tempat percetakan Tribun Timur. (*)
4 Tahun Dihentikan, BKPRMI Harap Pemprov Sulsel Ikhlas Anggarkan Insentif Guru Ngaji
Ketua Umum Bada Komonukasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Selatan Hasid Hasan Palogai berharap Pemerintah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel memperhatikan nasib guru mengaji di daerah ini.
Pasalnya sudah hampir empat tahun berjalan ribuan guru mengaji di Sulsel sudah tidak menerima insentif dengan alasan telah dihentikan Pemprov Sulsel dengan alasan regulasi.
"Sudah tahun keempat guru mengaji tidak terima lagi insentif dari Pemprov. Katanya alasan regulasi, padahal ada perda (peraturan daerah) nomor 4 tahun 2016 tentang pendidikan Alquran," kata Hasid Hasan kepada Tribun.
Menurut Hasid sudah berapa kali memohon kepada pemerintah agar insentif guru mengaji kembali diadakan, namun sayangnya tidak direspon baik oleh pemerintah. Guru mengaji di Sulsel tercata sekitar 3.100 orang.
Ia m emohon kepada Pemprov Sulsel dan DPRD Sulsel agar berkenang dan iklas menganggarkan dan ikhlas tulus memperjuangkan nasib ribuan guru mengaji. Apalagi insentif yang mereka dapat hanya RP 300 ribu perbulan.
"Sebenarnya kalau hanya RP 7 sampai RPp 10 m untuk kesejahteraan guru mengaji tidak akan menggoyakan jarum APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)," harapnya.
Sekedar diketahui Pemprov Sulsel pada tahun 2020 berencana akan membeli helikopter. Rencana diketahui setelah adanya pengusulkan anggaran pengadaan Helikopter ini untuk dialokasikan dalam rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPB) pokok 2020 mendatang senilai Rp 30 miliar.