Begini Respon OJK Saat AFPI Minta Batas Pinjaman Fintech Rp 2 Miliar Dicabut

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) tengah berupaya meningkatkan batas penyaluran pinjaman yang telah diatur oleh OJK.

Begini Respon OJK Saat AFPI Minta Batas Pinjaman Fintech Rp 2 Miliar Dicabut
tribunnews.com
ilustrasi Fintech 

Begini Respon OJK Saat APFI Minta Batas Pinjaman Fintech Rp 2 Miliar Dicabut

TRIBUN-TIMUR.COM - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) tengah berupaya meningkatkan batas penyaluran pinjaman yang telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Harian AFPI, Kuseryansyah bilang asosiasi mengusulkan agar limit pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending dicabut.

“Kami usulkan limitnya dicabut karena kami punya benchmarking di dalam negeri seperti equity crowdfunding itu Rp 10 miliar. Sedangkan di Singapura, fintech bisa salurkan pinjaman sampai Rp 50 miliar. Tapi keputusannya ada di OJK,” ujar Kuseryansyah beberapa waktu lalu.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 77/POJK.01/2016 tentang pinjaman uang berbasis teknologi finansial pada pasar 6 diatur batas maksimal pemberian pinjaman dana.

Baca: Bank Mandiri Target Rp 10 Miliar Transaksi Non-Tunai

Baca: PHF 2019 Bakal Digelar, Phinisi Hospitality Ajak Pelaku Kreatif Makassar Ikut Bergabung

Baca: Siapkan Pinjaman Usaha, Fintek Amartha Sasar Emak-emak di Sulsel

Baca: Siap Kolaborasi, BPR Hasamitra Kesulitan Gaet Fintech Legal

Dalam beleid ini, batas maksimum total pemberian pinjaman dana oleh fintech peer to peer lending sebesar Rp 2 miliar.

Peminjam boleh meminjam kembali selama pinjaman sebelumnya sudah dilunaskan.

Kuseryansyah mengakui permintaan pinjaman mikro memang masih besar peluangnya.

Namun untuk peminjam dengan nominal besar bila sudah mencapai batas, sedangkan kebutuhan masih ada.

Biasanya peminjam seperti ini tetap nyaman menggunakan sumber pinjaman dari P2P lending dibandingkan institusi keuangan lainnya.

Halaman
123
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved