Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

9 Kecamatan Sulit Air, Pegawai Perumda Air Minum Makassar Salat Minta Hujan

9 Kecamatan Sulit Air, Pegawai Perumda Air Minum Makassar Salat Minta Hujan

Tayang:
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Humas Perumda Air Minum Makassar
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Hamzah Ahmad mengajak semua pegawainya melaksanakan Salat Istisqa di Kantor Pusat Ratulangi, Makassar Selasa (1/10/2019). 

9 Kecamatan Sulit Air, Pegawai Perumda Air Minum Makassar Salat Minta Hujan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Musim kemarau terjadi sejak Juni 2019 hingga Oktober saat ini.

Data dari Perumda Air Minum Kota Makassar menyebutkan, ada 9 kecamatan yang mendapatkan imbasnya.

Diantaranya Tamalanrea, Biringkanaya,Tallo, Ujung Tanah, Wajo, Bontoala, Panakkukang, Makassar dan Manggala sangat merasakan betapa sulitnya mendapatkan air bersih secara Normal.

Melihat kondisi ini, Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Hamzah Ahmad mengajak semua pegawainya melaksanakan Salat Istisqa di Kantor Pusat Ratulangi, Selasa (1/10/2019).

Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Hamzah Ahmad mengajak semua pegawainya melaksanakan Salat Istisqa di Kantor Pusat Ratulangi, Makassar Selasa (1/10/2019).
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Hamzah Ahmad mengajak semua pegawainya melaksanakan Salat Istisqa di Kantor Pusat Ratulangi, Makassar Selasa (1/10/2019). (Humas Perumda Air Minum Makassar)

Ini dilakukan untuk memanjatkan doa dan beristigfar bersama memohon kepada Allah SWT dengan menurunkan hujan.

Hamzah mengatakan, manusia tidak mempunyai kemampuan dan kekuatan untuk menghalau dan menghentikan musim kemarau ini terkecuali atas kehendak Allah.

"Makanya saya mengajak semua Pegawai untuk melaksanakan Salat Istisqa dengan harapan Allah dapat mengijabah dia kami," ujarnya.

Hamzah menegaskan, hanya musim hujan yang dapat mengakhiri krisis ini.

"Sumber air baku kita di sungai Lekopancing sudah kering kerontang sementara sumber lain di sungai Moncongloe setiap 2 minggu mengalami masalah yaitu naiknya air laut saat pasang sehingga pompa harus dihentikan karena Kadar Cloridanya naik," jelasnya.

Tidak sekadar salat, pertemuan tersebut jiga diselipi ceramah agama oleh Ustad Musrifai.

Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh warga Kota Makassar untuk perbanyaklah doa dan istigfar agar semua terhindar dari marabahaya dan bencana.

"Musim kemarau yang parah tahun ini jangan dianggap Bencana tapi memang sudah ketentuan Allah. Syukurilah nikmat yang diberikan dengan senantiasa sujud kepadanya," katanya.

"Jangan kufur kalau tidak mau ditimpa bencana. Tumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama agar tercipta suasana yang nyaman dalam bekerja," ujarnya menambahkan.

Air PDAM Tak Mengalir, Warga BTP Blok AD Makassar Terpaksa Mandi Pakai Air Galon

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved