Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Budayakan 20 Menit Memukau Setiap Hari dengan Anak

Cara perilaku anak dimulai dari meniru orangtuanya. Meniru anak didapatkan dari melihat dan mendengar apa-apa yang dikerjakan orangtuanya.

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ansar
Bagus Dibyo Sumantri
Bagus Dibyo Sumantri Koordinator Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) Wilayah Tengah dan Timur Indonesia. 

TRIBUN-TIMUR.COM,  MAKASSAR - Merekatkan hubungan orangtua dengan anak menjadi modal utama dan pertama pembentukan karakter anak.

Cara perilaku anak dimulai dari meniru orangtuanya. Meniru anak didapatkan dari melihat dan mendengar apa-apa yang dikerjakan orangtuanya.

Untuk itu orangtua menempatkan diri sebagai role model bagi anak-anaknya.

Dipermalukan Fiorentina dan Mateo Musacchio Kartu Merah, Kini AC Milan Mendekati Zona Degradasi

Kapolres Gowa Shinto Silitonga: Kita Tak Tahu Kenapa Siswa Bisa Tergerak Ikut Aksi

Putaran Kedua Liga 3 Mulai Besok, Berikut Jadwal Gaslut Luwu Utara

Membudayakan kedekatan orangtua dan anak dimulai dengan hal-hal kecil yang dilakukan bersama dengan waktu yang memukau.

Apa 20 menit memukau?
Adalah waktu istimewa yang disepakati antara orangtua dan anak untuk menjadi waktu khusus tiap harinya.

Orangtua membuka ruang anak-anak untuk didengar, diperhatikan, didampingi dan ditemani tanpa ada hal lain yang dikerjakan orangtuanya.

Menjauhkan gawai/gadget untuk sementara waktu wajib dilakukan.

Membuka ruang cerita pada anak apa-apa yang dialaminya di sekolah, cerita tentang temannya, gurunya, hal lucu, dan mungkin tentang masalahnya.

Orangtua memberikan perhatian secara serius dengan mendengarkan dan menanggapi apa yang di sampaikan oleh anaknya.

Bisa juga membuka ruang diskusi jika anak sudah menginjak dewasa tentang info terkini yang di dapat dari berbagai media.

Ruang-ruang komunikasi seperti ini di butuhkan bagi anak untuk perekat harmonisnya anak dan orangtua.

Anak-anak butuh tempat yang aman untuk berbagi jika mereka sedang mendapat masalah tanpa merasa dihakimi, disalahkan dan disudutkan.

Peran orangtua sebagai pendengar aktif dan bijak dalam memahami yang dialami pada anak, menjadi modal utama anak untuk tumbuh berkembang sesuai masanya.

Dipermalukan Fiorentina dan Mateo Musacchio Kartu Merah, Kini AC Milan Mendekati Zona Degradasi

Kapolres Gowa Shinto Silitonga: Kita Tak Tahu Kenapa Siswa Bisa Tergerak Ikut Aksi

Putaran Kedua Liga 3 Mulai Besok, Berikut Jadwal Gaslut Luwu Utara

Potensi anak akan maksimal jika didukung oleh kondisi lingkungan yang menyayangi, mengayomi dan mendukung.

Dan diwaktu inilah saat yang tepat orang tua juga menanamkan nilai-nilai dan norma baik untuk anak.

Ragam kegiatan 20 menit yang memukau membuka ruang partisipasi anak sejak kecil dalam balutan kasih sayang ayah bunda.

Setiap anak mendapatkan kesempatan didengarkan dan ditanggapi dengan sungguh-sungguh 20 menit sehari.

Waktu yang tepat bada subuh sebelum berangkat sekolah atau selepas magrib anak-anak bisa bercerita.

Kecenderungan anak-anak yang 'bermasalah' adalah mereka yang tidak punya tempat untuk berbagi.

Di sekolahnya mereka mendapat label negative sementara di rumahnya tidak berani menyampaikan masalahnya denga orang tuanya, karena takut justru akan di salahkan atau dimarahi.

Dipermalukan Fiorentina dan Mateo Musacchio Kartu Merah, Kini AC Milan Mendekati Zona Degradasi

Kapolres Gowa Shinto Silitonga: Kita Tak Tahu Kenapa Siswa Bisa Tergerak Ikut Aksi

Putaran Kedua Liga 3 Mulai Besok, Berikut Jadwal Gaslut Luwu Utara

Anak-anak seperti itu akan mencari tempat yang menurut nyaman, tempat yang tidak menyalahkan dan melihat latar belakangnya.

Mereka terjebak dan gabung dalam komunitas atau kelompok yang berpotensi pada kegiatan negative.

Tidak sedikit anak-anak (remaja) terpaksa berurusan dengan aparat karena kegiatan yang melanggar hukum.

Kita percaya, anak punya potensi dan keunggulannya masing-masing.

Menemukan potensi anak bisa terlihat jika orang tua intens menjalin komunikasi dan kedekatan yang saling membangun.

Tidak butuh waktu banyak, namun dibutuhkan waktu istimewa bagi anak bisa berbagi cerita dengan orang tuanya.

Kita butuh anak-anak kita tumbuh dengan karakter yang baik, dimulai dari lingkungan keluarga yang merangkul.

20 menit memukau tiap hari, sebagai perekat anak dan orangtua. (*)

Ditulis: Bagus Dibyo Sumantri Koord. Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) Wilayah Tengah dan Timur Indonesia.

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved