Apa Kabar Naturalisasi Marc Klok dan Ezra ? Begini Jawaban Sekretaris Kemenpora
Menyusul Fabiano Beltrame, setelah administrasi pengubahan kewarganegaraan diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Beredar kabar Otavio Dutra, sudah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) per Jumat (27/9/2019).
Menyusul Fabiano Beltrame, setelah administrasi pengubahan kewarganegaraan diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
Lalu bagaimana dengan Marc Anthony Klok?
Untuk Klok menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI) masih dalam proses.
Berprestasi di Pra PON, Pertina Sulsel Pecahkan Rekor Baru
Kunker ke Bulukumba, Syamsul Bachri Pamit dan Minta Maaf
VIDEO : Detik-detik Rumah Panggung di Perumahan Nusa Idaman Maros Terbakar
Hal tersebut diutarakan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, lewat akun media sosial Twitternya @gsdewabroto.
Dalam ciutanya ia menuliskan "Klok semoga sgr menyusul, sedangkan Sandy, usulan dr PSSI nggak ada. Ezra hanya PSSI yg bisa ngatasi masalahnya dgn FIFA Mas." tulisnya.
Ciutan Gatot setelah ia mendapat pertanyaan dari pendukung PSM Makassar yakni @hmedianto, terkait proses naturalisasi jenderal lini tengah Laskar Pinisi itu.
Pemilik akun bernama lengkap Hadhian Medianto sebelumnya menayakan seperti ini.
"Alhamdulillah akhirnya Pak kl marck klock n Sandy Walsh kapan? Sama tolong selesai Kan masalah Ezra walian Pak biar bisa Bela timnas koq smpe skrng Ezra Blm bs perkuat timnas," ciut Hadhian.
Marc Klok memang harus melewati proses yang cukup panjang untuk menjadi WNI.
Setidaknya, pemain berusia 25 tahun itu harus menetap minimal lima tahun di Indonesia.
Proses naturalisasi Marc Klok bisa cepat selesai andai ia memiliki darah dari keluarganya asal Indonesia.
Kabar Marc Klok memiliki kakek buyut yang berdarah Indonesia.
"Kami meminta agar naturalisasi itu rampung karena usia dia baru 25 tahun, dan ada silsilah orang Indonesia," kata CEO PSM, Munafri Arifuddin belum lama ini.
"Kami hanya bisa memohon saja, kalau diterima ya jalan, kalau tidak ya mundur," ucapnya menambahkan.
Sementara itu, Gatot mengendus permasalahan striker PSM Makassar Ezra Walian yang tidak bisa membela Timnas Indonesia.
Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, sempat mempertanyakan penyelesaian masalah administrasi Ezra agar bisa memperkuat Tim Garuda Muda.
Seperti diketahui, pemain berusia 21 tahun itu sempat menghebohkan publik pecinta sepak bola nasional pada Maret lalu.
VIDEO : Detik-detik Rumah Panggung di Perumahan Nusa Idaman Maros Terbakar
Berikut Besaran Anggaran Pilkada 2020 di Luwu Utara dan Gowa
Jadwal MotoGP Thailand 2019 di Sirkuit Buriram, Lihat Selisih Poin Marc Marquez dan Valentino Rossi
Ezra saat ini sudah memegang paspor WNI setelah dinaturalisasi dari kewarganegaraan Belanda.
Dia juga sudah tampil beberapa Timnas Indonesia level usia hingga Timnas Indonesia senior.
Debutnya di Timnas Indonesia senior terjadi saat melawan Myanmar pada Maret 2017.
Namun, dia tidak bisa tampil dalam kualifikasi Piala AFC U-23 2020 yang digelar Maret lalu karena larangan dari AFC dan FIFA.
Setelah diselidiki ternyata PSSI belum melakukan pelaporan kepada FIFA, terkait alih status kewarganegaraan dan hak Ezra untuk memilih tim nasional.
Makanya Gatot menegaskan dalam ciutannya.
"Permasalahan Ezra hanya PSSI yang bisa ngatasi masalahnya dengan FIFA." tulisnya.(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/gelandang-psm-makassar-marc-klok-saat-tampil-di-laga-psm-vs-persebaya.jpg)