Bupati Mamuju Tengah Kecewa Putrinya Tak Jadi Ketua DPRD Sulbar

Ketua DPD Demokrat Sulbar Suhardi Duka (SDK) telah menerima surat pengunduran diri Ketua Demokrat Mamuju Tengah itu.

Penulis: Nurhadi | Editor: Mahyuddin
tribunmamuju.com/nurhadi
Bupati Mamuju Tengah H Aras Tammauni 

TRIBUNMAMUJU.COM - Bupati Mamuju Tengah H Aras Tammauni hengkang dari Demokrat.

Uwe Aras, sapaan Bupati Mamuju itu mengajukan pengunduran diri ke DPD Demokrat Sulbar Senin, 23 September 2019.

Ketua DPD Demokrat Sulbar Suhardi Duka (SDK) telah menerima surat pengunduran diri Ketua Demokrat Mamuju Tengah itu.

"Saya kira setiap orang punya hak memilih partai mana yang cocok. Jadi kalau Uwe Aras mundur dari Demokrat saya tidak bisa menghalangi, saya no problem. Saya pikir haknya Uwe Aras untuk mundur," kata SDK via telepon.

Mantan Bupati Mamuju dua periode itu tidak mengetahui alasan Uwe Aras mundur sebagai kader Demokrat.

Baca: Kata ZODIAK Hari Ini Kamis 26 September 2019 - Leo Dapat Pujian, Capricorn Anda Pilar Kesuksesan

Baca: Waduh, Rachel Maryam Perang Twit Lagi dengan Joko Anwar, Kok Bisa? Begini Kronologis dan Profilnya

Baca: Niat Puasa Senin Kamis Lengkap Keutamaannya untuk Kesehatan dari Turunkan Lemak hingga Obat Stres

Namun, informasi diperolehnya terkait posisi kursi Ketua DPRD Sulbar.

Putrinya Uwe Aras, Amalia Fitri Aras gagal mengisi kursi itu.

Posisi tersebut diisi Sitti Suraidah Suhardi, putri Suhardi Duka.

"Masa anaknya semua. Anaknya (Arsal Aras) juga di Mamuju Tengah (Ketua DPRD). Dan itu adalah kewenangan DPP menilai tingkat loyalitas seseorang," ujar Suhardi Duka.

Aras Tammauni menyebutkan, pengunduran dirinya sebagai ketua Demokrat diputuskan Senin, pukul 12.00 Wita.

"Itu waktu kelahiran saya. Kemarin baru diantarkan ke DPD," kata Aras Tammauni.

Aras menilai, penunjukan Ketua DPRD Sulbar menyalahi petunjuk teknis (Juknis) partai.

Baca: Ini Pasal-Pasal Kontroversial di RKUHP yang Jadi Alasan Unjuk Rasa

Baca: Maroon 5 Rilis Single Memories, Ini Video dan Liriknya

Baca: Tak Hanya Mahasiswa, 9 Artis Ini Ikut Tolak RKUHP & RUU KPK, Ada Iwan Fals hingga Dian Sastrowardoyo

Sepengetahuannya, sebelum pemilihan sudah ada komitmen siapapun peraih suara terbanyak maka dialah yang menjadi unsur pimpinan.

Ia merujuk suara putrinya dalam pemilu 2019 adalah terbanyak dari seluruh caleg Demokrat mencapai 22.622 suara.

Sementara suara Suraidah hanya 9.820 suara.

Selain itu, Amalia Fitri Aras adalah mantan Ketua DPRD Sulbar periode 2014-2019.

Kalaupun bukan Amalia yang ditunjuk menjadi ketua, partai mestinya memberikan posisi itu kepada Kalma Katta yang juga mantan Bupati Majene dengan perolehan 10 ribuan suara.(tribunmamuju.com)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved