Mahasiswa Sinjai Duduki Ruang Rapat Paripurna DPRD Sinjai, Air Mineral dan Kursi Sempat Melayang
Bahkan dalam aksinya, AMM yang berjumlah ratusan massa dari Kampus STIPM Sinjai, ini menduduki DPRD Sinjai hingga ke ruang rapat Paripurna DPRD Sinjai
TRIBUN TIMUR.COM, SINJAI- Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Sinjai ikut menggelar aksi unjuk rasa. Mereka tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah (AMM) Sinjai,.
Mereka melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sinjai di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Selasa (24/9/2019) sore tadi.
Begini Cara Muda Kamara Barru Dekatkan Warga dengan Masjid
Dinas PU Kota Makassar Gelar Bimtek Perencanaan dan Pengawasan Ke-PU-an
Wapres JK Diagendakan Bertemu Ratu Belanda dan Perdana Menteri Irlandia Siang Ini
Ada Lagunya, Ini Lirik Mosi Tidak Percaya dari Efek Rumah Kaca
Berkat Program Padi Gogo Kementan, Sumedang Manfaatkan Lahan di Musim Kemarau
AMM yang berjumlah ratusan massa dari Kampus STIPM Sinjai, ini menduduki DPRD Sinjai hingga ke ruang rapat Paripurna DPRD Sinjai.
Mereka menuntut dan menolak revisi RKHUP yang dinilai menekan kebebasan berekspresi, revisi UU KPK yang dianggap melemahkan KPK dan pencopotan RUU pertanahan, sembari menunggu anggota DPRD untuk menemuinya.
Begitupun dengan ratusan massa dari Mahasiswa Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai yang berada di luar gedung DPRD Sinjai.
Ratusan massa menuntut hal yang sama, termasuk penolakan dan pembubaran BPJS Kesehatan di Bumi Panrita Kitta yang dinilai mencekik masyarakat Sinjai.
Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong hadir di tengah-tengah massa. Saat berdialog, Kartini menegaskan bahwa aspirasi AMM akan ditindak lanjuti dan diteruskan hingga ke pusat bersama wakil Rakyat.
Meski demikian, Kartini mengungkapkan bahwa yang menetukan tetap ada di Pusat. " Saya sudah membaca apa yang menjadi permasalahan pada hari ini tentang penolakan RUU pertanahan. Ini juga akan kami perjuangkan bersama DPRD", kata Kartini yang didampingi Kapolres Sinjai AKBP Sebpril Sesa.
Tidak berselang lama kemudian, kericuhan terjadi saat Massa dari Mahasiswa Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai juga menerobos ke lantai II ruang paripurna.
Belum diketahui secara pasti penyebab kericuhan, namun yang pasti begitu massa IAIM Sinjai tiba di lantai dua, kericuhan terjadi. Helm, kursi dan air mineral kemasan beterbangan dari kedua belah pihak.
Beruntung petugas pengamanan dari Polres Sinjai dan Satpol PP sigap mengamankan situasi, sehingga dapat terkendali. Massa pun membunarkan diri dengan terbit yang dimulai dari Mahasiswa IAIM Sinjai, disusul dengan Massa AMM Sinjai. (*)
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Begini Cara Muda Kamara Barru Dekatkan Warga dengan Masjid
Dinas PU Kota Makassar Gelar Bimtek Perencanaan dan Pengawasan Ke-PU-an
Wapres JK Diagendakan Bertemu Ratu Belanda dan Perdana Menteri Irlandia Siang Ini
Ada Lagunya, Ini Lirik Mosi Tidak Percaya dari Efek Rumah Kaca
Berkat Program Padi Gogo Kementan, Sumedang Manfaatkan Lahan di Musim Kemarau