Ketua DPRD Gowa Kenalkan Diri ke Polres Gowa
Ia pun memberi arahan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Gowa Periode 2019-2024. Tak lupa ia juga menyampaikan komitmen bersama untuk mewujudkan Pilkada Gow
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Syamsul Bahri
Rumah Baca Aksara Panrannuanta dan Komunitas Pecinta Alam Bontonompo Selatan (Turpala) menggelar Peduli Gowa Bontonompo Selatan di Pantai Mangesu', Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, Sabtu-Minggu (21-22/9/2019).
Kegiatan ini sebagai salah satu langkah taktis menyukseskan "World Cleanup Day 2019" berbagai wilayah kota di Indonesia.
Kegiatan ini diawali dengan acara camping pesisir yang melibatkan kurang lebih 500 peserta dari berbagai komunitas, lembaga-lembaga di bontonompo selatan, siswa-siswi sekolah menengah atas sederajat di kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar.
Baca: Pemkab Gowa Anggarkan Pasar Bontorea Rp24 M, Sebagai Solusi Urai Kemacetan Poros Gowa-Jeneponto
Baca: Demokrat dan Nasdem Belum Serahkan Susunan Fraksi ke DPRD Gowa
Baca: Dianggarkan Rp 50 M, Dinas PUPR Gowa Rutin Awasi Pengerjaan Pedestarian
Selain itu, ada juga pemuda-pemuda lokal pesisir serta mahasiswa dari berbagai universitas di makassar.
"Ini menjadi pertanda adanya gejolak perubahan para pemuda yang senantiasa ada tetapi wadah pemersatu yang kadangkala tak hadir dalam hal itu," kata Rafli Adistian, ketua panitia World Cleaning Day (WCD) 2019, Senin (23/9/2019).
Menurutnya, malam camping diisi dengan sharing lingkungan dengan Ketua Umum Peduli Gowa dan praktisi lingkungan dan pengelola limbah yang menjadi narasumber.
Kemarin, aksi bersih seribu kantong sampah sepanjang pesisir pantai manngesu' dan pembersihan hilir yang sudah tercemar oleh sampah rumah tangga.
"Tak hanya itu minggu produktif itu lebih diperindah dengan penanaman pohon di sekitaran pantai dan dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam di halaman rumah masing-masing," kata Rafli Adistian.
Ia mengatakan, kegiatan ini adalah cara bermanfaat dan berbuat baik sebagai bentuk kecintaan pada alam, manusia dan penciptanya.
"Hanya orang yang berani berbuat yang akan dicatat namanya dalam sejarah, hari ini bukan saatnya kita sebagai pemuda sibuk membakar mimpi ditempat tidur," katanya.
Ia pun berharap ada kejelasan secara teritorial batas kepemilikan pantai di kabupaten Gowa.
"Harus ada perhatian penuh dan solusi pihak terkait terhadap keselamatan masyarakat sekitar pantai yang kian hari abrasi. Sehingga, mengancam kehidupan dan budaya yang mengakar di dalamnya," katanya. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rafiuddin-raping-memimpin-apel-di-hadapan-personel-polres-gowa.jpg)