Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

Hebat! Charles Leclerc Sesaat Lagi Bakal Pecahkan Rekor Langka F1, Ini Profilnya

Jika Leclerc mampu menjuarai F1 GP Singapura, dirinya akan menyamai rekor dua pembalap legendaris F1, Damon Hill dan Mika Hakkinen.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
instagram.com
Charles Leclerc 

Formula Renault 2.0

Pada tahun 2014, Leclerc mencoba peruntungannya dengan menjajal ajang balap mobil kursi tunggal.

Ia memulai perjalanannya dengan mengikuti kejuaraan Formula Renault 2.0 Alps untuk tim Inggris Fortec Motorsports.

Selama musim berjalan ia sukses meraih tujuh kali posisi podium, termasuk kemenangan ganda di Autodromo Monza.

Di akhir musim Leclerc menduduki posisi juara kedua di belakang Nyck de Vries dsri tim Koiranen GP.

Leclerc juga memenangkan gelar Kejuaraan Junior pada balapan terakhir musim yang di gelar di Jerez dengan mengalahkan pembalap asal Rusia Matevos Isaakyan.

Leclerc juga mengambil bagian dalam beberapa lomba di ajang Eurocup Formula Renault 2.0 musim 2014 dengan tim Fortec sebagai pembalap tamu.

Dalam enam balapan yang ia ikuti ia sukses meraih podium tiga kali, dengan finis kedua di Nürburgring yang diikuti dengan dua kali finis kedua di Hungaroring.

Formula Tiga

Leclerc membalap di ajang Formula Tiga pada tahun 2015 dengan mengikuti Formula 3 Eropa dengan tim Belanda Van Amersfoort Racing.

Pada lomba pembukaan musim di Silverstone, Leclerc meraih posisi pole untuk balapan kedua dan ketiga akhir pekan setelah pole sebelumnya Felix Rosenqvist terkena diskualifikasi dari lomba karena pelanggaran teknis.

Selanjutnya Leclerc sukses meraih kemenangan pertamanya di lomba ketiga akhir pekan tersebut di depan Antonio Giovinazzi dan Jake Dennis.

Ia kemudian berhasil meraih kemenangan kedua pada putaran berikutnya di Hockenheim dengan memenangkan lomba ketiga serta mengambil dua podium tambahan dan tiga kemenangan rookie selama acara berlangsung.

Leclerc mencetak kemenangan ketiganya dalam perlombaan pertama di Spa-Francorchamps yang membuatnya memimpin klasemen kejuaraan.

Namun Leclerc berada di urutan keempat dalam klasemen akhir setelah terlibat insiden dengan Lance Stroll di Zandvoort.

Pada November 2015, Leclerc finis kedua di Grand Prix Makau.

Seri GP3

Pada bulan Desember 2015, Leclerc mengikuti tes akhir musim dengan tim ART Grand Prix dan Arden International.

Pada bulan Februari 2016, Nyck de Vries mengkonfirmasi bahwa Leclerc bergabung bersama dirinya untuk berlomba di Seri GP3 musim 2016.

ART resmi mengikat Leclerc pada minggu berikutnya.

Sepanjang musim berjalan Leclerc berhasil meraih tiga kemenangan dan mengunci gelar di Abu Dhabi, meskipun mengalami kecelakaan dalam sesi feature race.

Formula 2

Pada akhir November 2016, Leclerc dikonfirmasikan akan membalap di ajang Formula 2 musim 2017 bersama tim Prema Powerteam.

Turut bergabung juga Antonio Fuoco sebagai rekan setimnya.

Leclerc mengawali perjalanannya di F2 dengan meraih pole untuk lomba feature race di Bahrain dan finis di posisi ketiga saat lomba berjalan.

Pada sesi sprint race keesokan harinya, Leclerc memilih melakukan pitstop di tengah lomba yang membuatnya turun 14 posisi.

Ia lantas menunjukan skillnya sebagai pembalap muda berbakat dengan menyalip 13 mobil dan berhasil bangkit dengan kemenangan lomba.

Leclerc kembali menang lomba di feature race Barcelona meski mengalami masalah radio komunikasi.

Leclerc tampil buruk di Monako akibat masalah suspensi di feature race dan terlibat kecelakaan dengan Norman Nato di sprint race.

Leclerc berhasil mengantongi pole yang kemudian diterjemahkan menjadi kemenangan di feature race Azerbaijan.

Kemenangan ini kemudian ia persembahkan untuk ayahnya, Herve, yang baru saja meninggal dunia.

Di sprint race Leclerc berhasil menyalip Nato namun kemudian dijatuhi penalti 10 detik karena dinilai tidak melambat saat bendera kuning berkibar.

Leclerc mengantongi kemenangan lainnya di lomba feature race Austria, Inggris serta Jerez yang kemudian mengantarnya meraih gelar juara F2 musim 2017.

Ia menjadi juara F2 termuda dalam usia 19 tahun dan 356 hari dan menjadi pembalap keempat setelah Nico Rosberg, Lewis Hamilton dan Nico Hulkenberg yang berhasil meraih gelar F2 (atau dulu Seri GP2) di musim perdananya.

Kemenangan terakhir Leclerc di F2 diraih dalam lomba sprint race Abu Dhabi usai mengalahkan pembalap Thailand Alex Albon dengan selisih tipis 1,293 detik.

Karier Formula Satu

Pembalap tes (2016–2017)

Leclerc mengendarai mobil Haas dan dibuntuti Felipe Massa (Williams) di sesi latihan bebas GP Inggris 2016.

Pada bulan Maret 2016, diumumkan bahwa Leclerc akan menjadi salah satu dari dua pembalap yang bergabung dengan Akademi Pembalap Ferrari dan ia akan bekerja juga sebagai pembalap tes untuk Haas F1 Team dan Scuderia Ferrari.

Sebagai bagian dari perannya sebagai pembalap tes, Leclerc berpartisipasi dalam sesi latihan pertama GP Inggris 2016 untuk Haas.

Diyakini bahwa jika Leclerc mampu memenangkan kejuaraan Seri GP3, ia akan mengikuti Daniil Kvyat dan Valtteri Bottas yang langsung meloncat dari GP3 ke F1 bersama Haas.

Namun ini dibantah oleh kepala tim Haas Guenther Steiner yang mengatakan bahwa Leclerc akan turun dulu di ajang Formula 2 musim 2017.

Leclerc lantas mengambil bagian dalam tes Hungaroring di pertengahan musim setelah GP Hongaria dengan mengendarai Ferrari SF70H.

Ia berhasil tampil sebagai yang tercepat pada hari pertama tes dengan melahap 98 lap dalam proses tetapi tidak mengambil bagian dalam tes hari kedua.

Sauber (2018)

Pada bulan Desember 2017, diumumkan bahwa Leclerc akan melakukan debut balapnya di Formula Satu untuk musim 2018 dengan menandatangani kontrak bersama tim Sauber yang sekaligus menandai penampilan pertama pembalap F1 asal Monako sejak Olivier Beretta pada tahun 1994.

pada lomba GP Azerbaijan, Leclerc finis di urutan keenam yang sekaligus menjadi poin pertama untuk pembalap Monako sejak Louis Chiron yang finis podium di GP Monako 1950.

Leclerc sukses mengungguli rekan setimnya Marcus Ericsson dan mampu lolos ke 10 besar kualifikasi (sesi Q3) dalam beberapa kesempatan.

Ia juga finis di posisi poin pada beberapa kesempatan, termasuk beberapa finis di urutan ke-7 selama paruh kedua musim. Ia mengakhiri musim dengan finis di urutan ke-13 dalam klasemen pembalap.

Scuderia Ferrari (2019–sekarang)

Pada 11 September 2018, Scuderia Ferrari mengumumkan perekrutan Leclerc untuk musim 2019 untuk menggantikan Kimi Räikkönen yang pindah ke Sauber.

Awalnya Leclerc hanya diumumkan untuk 2019 sebelum beberapa hari kemudian kepala tim Ferrari saat itu Maurizio Arrivabene mengindikasikan bahwa kontrak Leclerc akan berlangsung selama empat musim dan berjalan "setidaknya sampai 2022".

Leclerc menjalani hari tes pertamanya sebagai pembalap resmi Ferrari pada 28 November 2018 di Abu Dhabi.

Dalam lomba pertamanya mengendarai mobil untuk Ferrari, ia memulai dan finis di posisi kelima di Australia.

Dalam lomba keduanya untuk Ferrari, ia lolos di posisi pole.

Data Diri:

Nama: Charles Leclerc

Instagram: @charles_leclerc

Lahir: 16 Oktober 1997

Tempat Lahir: Monte Carlo, Monako

Karier dalam ajang Formula Satu:

Kebangsaan: Monako

Tim saat ini: Ferrari

Nomor mobil: 16

Jumlah lomba: 23

Juara dunia: 0

Menang: 0

Podium: 1

Total poin: 65

Posisi pole: 1

Lap tercepat: 1

Lomba pertama: Grand Prix Australia 2018

Lomba terakhir: Grand Prix Monaco 2019

Keluarga:

Hervé Leclerc (ayah)

Pascale Leclerc (ibu)

Sumber berita: https://www.bolasport.com/read/311860441/f1-gp-singapura-2019-charles-leclerc-di-ambang-rekor-langka?page=all

Foto: Instagram

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved