Tribun Wiki
Hebat! Charles Leclerc Sesaat Lagi Bakal Pecahkan Rekor Langka F1, Ini Profilnya
Jika Leclerc mampu menjuarai F1 GP Singapura, dirinya akan menyamai rekor dua pembalap legendaris F1, Damon Hill dan Mika Hakkinen.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Nama Charles Leclerc menjadi perbincangan saat ini.
Ia berada di ambang rekor.
Namun hal itu terjadi, apabila dapat melanjutkan tren kemenangan pada balapan F1 GP Singapura 2019.
Ia sukses mengamankan pole position setelah mencatatkan waktu putaran tercepat pada sesi kualifikasi F1 GP Singapura 2019, Sabtu (21/9/2019).
Dilansir dari Bola Sport, kepastian mendapat posisi start terdepan ini semakin mendekatkan pembalap kelahiran Monako tersebut dengan kemenangan ketiganya musim ini.
Jika Leclerc mampu menjuarai F1 GP Singapura, dirinya akan menyamai rekor dua pembalap legendaris F1, Damon Hill dan Mika Hakkinen.
Rekor langka yang bisa dicatat oleh Leclerc pada balapan GP Singapura adalah meraih tiga kemenangan beruntun sejak kemenangan perdana di ajang F1.
Dikutip Bolasport.com dari Speedweek, catatan langka tersebut pertama kali ditorehkan oleh Damon Hill pada musim 1993.
Pembalap kelahiran Inggris tersebut meraih kemenangan pertama di GP Hungaria, yang kemudian dilanjutkannya di GP Belgia dan GP Italia.
Catatan Hill tersebut kemudian diulangi oleh Mika Hakkinen dalam balapan GP Jerez pada 1997.
Namun, karena GP Jerez merupakan balapan terakhir di musim 1997, Hakkinen baru meneruskan tren kemenangannya di GP Australia dan GP Brasil pada musim berikutnya.
Sementara Leclerc mencicipi podium teratas untuk pertama kali saat GP Belgia (1/9/2019) dan dilanjutkan dengan hasil serupa di GP Italia (8/9/2019).
Raihan pole position di GP Singapura pun membuat Leclerc berpeluang besar mencatatkan kemenangan ketiganya secara beruntun untuk menyamai rekor Hill dan Hakkinen.
Damon Hill sendiri sudah mengutarakan janjinya jika Leclerc mampu memenangi balapan di Singapura malam ini.
"Jika Charles sukses, saya akan mengundangnya untuk makan malam bersama dengan Mika (Hakkinen)," ujar Hill seusai kualifikasi GP Singapura.
Selain torehan kemenangan beruntun, Leclerc juga tengah ada dalam tren positif lain dalam hal merebut posisi start terdepan.
Torehan waktu tercepat dalam kualifikasi GP Singapura membuat Leclerc sudah meraih tiga pole position secara berturut-turut.
Akan tetapi, Leclerc masih terpaut cukup jauh dari rekor pole position beruntun yang ditorehkan legenda F1 lain, Ayrton Senna.
Pembalap asal Brasil tersebut sukses mencatatkan delapan pole position secara beruntun sejak GP Spanyol 1988 hingga GP Amerika Serikat 1989.
Sukses tidaknya Leclerc dapat diketahui dalam sesi balapan F1 Gp Singapura 2019 yang akan berlangsung Minggu (22/9/2019) mulai pukul 19.10 WIB.
Siapa Charles Leclerc?
Dilansir dari wikipedia, Charles Leclerc merupakan seorang pembalap mobil profesional dari Monako yang saat ini membalap di arena Formula Satu untuk tim Scuderia Ferrari.
Ia merupakan juara Seri GP3 musim 2016 dan Formula 2 musim 2017.
Leclerc naik kelas ke ajang Formula Satu di musim 2018 dengan bergabung bersama tim Sauber.
Debutnya di ajang F1 dimulai di Australia 2018. Selama musim 2018 berjalan, Leclerc meraih 39 poin dan mengantar tim Sauber bangkit dari sebelumnya posisi dasar klasemen di 2017 menjadi naik ke posisi 8.
Atas prestasinya tersebut, Leclerc kemudian mendapat promosi naik kelas ke tim Ferrari di tahun 2019 untuk menggantikan Kimi Raikkonen dan menjadi rekan setim Sebastian Vettel.
Kehidupan pribadi
Selama masa kecilnya, Leclerc yang lahir di Monako adalah teman dari almarhum Jules Bianchi yang berasal dari Nice, yang memenangkan kejuaraan balap pertamanya ketika Leclerc masih berusia 10 tahun.
Leclerc mulai mengendarai gokart di lintasan yang dikelola oleh ayah Bianchi di Brignoles.
Seperti Bianchi, Leclerc bergabung dengan perusahaan manajemen ARM yang dipimpin oleh Nicolas Todt.
Dalam sebuah wawancara pada tahun 2018, Leclerc mengungkapkan bahwa Bianchi juga ayah baptisnya.
Leclerc memiliki kakak laki-laki, Lorenzo, dan adik laki-laki, Arthur.
Ayahnya, Hervé, juga berprofesi sebagai pembalap mobil dan pernah membalap di Formula Tiga pada dekade 1980-an dan 1990-an serta menjadi sosok yang cukup dihormati di ajang karting.
Herve meninggal setelah lama sakit dalam usia 54 tahun, hanya empat hari sebelum putranya memenangkan feature race di Baku, Azerbaijan.
Leclerc saat ini tengah menjalin hubungan dengan Giada Gianni asal Italia sejak Januari 2015.
Karier junior
Karting
Leclerc memulai karir balapannya di ajang gokart pada tahun 2005.
Ia berhasil memenangkan Kejuaraan PACA Prancis pada tahun 2005, 2006 dan 2008.
Pada tahun 2009 ia menjadi juara Kadet Prancis sebelum naik ke kelas KF3 pada tahun 2010, di mana ia memenangkan Piala Kart Junior Monako.
Ia lantas melanjutkan di kelas KF3 untuk 2011 dan berhasil memenangkan Piala Dunia KF3 CIK-FIA, Piala Akademi Karting CIK-FIA dan ERDF Junior Kart Masters.
Selama tahun tersebut Leclerc juga menjadi anggota perusahaan All Road Management milik Nicolas Todt.
Leclerc lantas naik kelas ke kategori KF2 pada 2012 dengan tim ART Grand Prix dan memenangkan gelar WSK Euro Series.
Ia juga berhasil menjadi runner-up di Kejuaraan KF2 Eropa CIK-FIA dan CIK-FIA Under 18 World Karting Championship.
Pada tahun terakhir karting di tahun 2013, Leclerc meraih posisi keenam di Kejuaraan KZ Eropa CIK-FIA dan menempati posisi kedua di Kejuaraan KZ Dunia CIK-FIA, di belakang Max Verstappen.
Formula Renault 2.0
Pada tahun 2014, Leclerc mencoba peruntungannya dengan menjajal ajang balap mobil kursi tunggal.
Ia memulai perjalanannya dengan mengikuti kejuaraan Formula Renault 2.0 Alps untuk tim Inggris Fortec Motorsports.
Selama musim berjalan ia sukses meraih tujuh kali posisi podium, termasuk kemenangan ganda di Autodromo Monza.
Di akhir musim Leclerc menduduki posisi juara kedua di belakang Nyck de Vries dsri tim Koiranen GP.
Leclerc juga memenangkan gelar Kejuaraan Junior pada balapan terakhir musim yang di gelar di Jerez dengan mengalahkan pembalap asal Rusia Matevos Isaakyan.
Leclerc juga mengambil bagian dalam beberapa lomba di ajang Eurocup Formula Renault 2.0 musim 2014 dengan tim Fortec sebagai pembalap tamu.
Dalam enam balapan yang ia ikuti ia sukses meraih podium tiga kali, dengan finis kedua di Nürburgring yang diikuti dengan dua kali finis kedua di Hungaroring.
Formula Tiga
Leclerc membalap di ajang Formula Tiga pada tahun 2015 dengan mengikuti Formula 3 Eropa dengan tim Belanda Van Amersfoort Racing.
Pada lomba pembukaan musim di Silverstone, Leclerc meraih posisi pole untuk balapan kedua dan ketiga akhir pekan setelah pole sebelumnya Felix Rosenqvist terkena diskualifikasi dari lomba karena pelanggaran teknis.
Selanjutnya Leclerc sukses meraih kemenangan pertamanya di lomba ketiga akhir pekan tersebut di depan Antonio Giovinazzi dan Jake Dennis.
Ia kemudian berhasil meraih kemenangan kedua pada putaran berikutnya di Hockenheim dengan memenangkan lomba ketiga serta mengambil dua podium tambahan dan tiga kemenangan rookie selama acara berlangsung.
Leclerc mencetak kemenangan ketiganya dalam perlombaan pertama di Spa-Francorchamps yang membuatnya memimpin klasemen kejuaraan.
Namun Leclerc berada di urutan keempat dalam klasemen akhir setelah terlibat insiden dengan Lance Stroll di Zandvoort.
Pada November 2015, Leclerc finis kedua di Grand Prix Makau.
Seri GP3
Pada bulan Desember 2015, Leclerc mengikuti tes akhir musim dengan tim ART Grand Prix dan Arden International.
Pada bulan Februari 2016, Nyck de Vries mengkonfirmasi bahwa Leclerc bergabung bersama dirinya untuk berlomba di Seri GP3 musim 2016.
ART resmi mengikat Leclerc pada minggu berikutnya.
Sepanjang musim berjalan Leclerc berhasil meraih tiga kemenangan dan mengunci gelar di Abu Dhabi, meskipun mengalami kecelakaan dalam sesi feature race.
Formula 2
Pada akhir November 2016, Leclerc dikonfirmasikan akan membalap di ajang Formula 2 musim 2017 bersama tim Prema Powerteam.
Turut bergabung juga Antonio Fuoco sebagai rekan setimnya.
Leclerc mengawali perjalanannya di F2 dengan meraih pole untuk lomba feature race di Bahrain dan finis di posisi ketiga saat lomba berjalan.
Pada sesi sprint race keesokan harinya, Leclerc memilih melakukan pitstop di tengah lomba yang membuatnya turun 14 posisi.
Ia lantas menunjukan skillnya sebagai pembalap muda berbakat dengan menyalip 13 mobil dan berhasil bangkit dengan kemenangan lomba.
Leclerc kembali menang lomba di feature race Barcelona meski mengalami masalah radio komunikasi.
Leclerc tampil buruk di Monako akibat masalah suspensi di feature race dan terlibat kecelakaan dengan Norman Nato di sprint race.
Leclerc berhasil mengantongi pole yang kemudian diterjemahkan menjadi kemenangan di feature race Azerbaijan.
Kemenangan ini kemudian ia persembahkan untuk ayahnya, Herve, yang baru saja meninggal dunia.
Di sprint race Leclerc berhasil menyalip Nato namun kemudian dijatuhi penalti 10 detik karena dinilai tidak melambat saat bendera kuning berkibar.
Leclerc mengantongi kemenangan lainnya di lomba feature race Austria, Inggris serta Jerez yang kemudian mengantarnya meraih gelar juara F2 musim 2017.
Ia menjadi juara F2 termuda dalam usia 19 tahun dan 356 hari dan menjadi pembalap keempat setelah Nico Rosberg, Lewis Hamilton dan Nico Hulkenberg yang berhasil meraih gelar F2 (atau dulu Seri GP2) di musim perdananya.
Kemenangan terakhir Leclerc di F2 diraih dalam lomba sprint race Abu Dhabi usai mengalahkan pembalap Thailand Alex Albon dengan selisih tipis 1,293 detik.
Karier Formula Satu
Pembalap tes (2016–2017)
Leclerc mengendarai mobil Haas dan dibuntuti Felipe Massa (Williams) di sesi latihan bebas GP Inggris 2016.
Pada bulan Maret 2016, diumumkan bahwa Leclerc akan menjadi salah satu dari dua pembalap yang bergabung dengan Akademi Pembalap Ferrari dan ia akan bekerja juga sebagai pembalap tes untuk Haas F1 Team dan Scuderia Ferrari.
Sebagai bagian dari perannya sebagai pembalap tes, Leclerc berpartisipasi dalam sesi latihan pertama GP Inggris 2016 untuk Haas.
Diyakini bahwa jika Leclerc mampu memenangkan kejuaraan Seri GP3, ia akan mengikuti Daniil Kvyat dan Valtteri Bottas yang langsung meloncat dari GP3 ke F1 bersama Haas.
Namun ini dibantah oleh kepala tim Haas Guenther Steiner yang mengatakan bahwa Leclerc akan turun dulu di ajang Formula 2 musim 2017.
Leclerc lantas mengambil bagian dalam tes Hungaroring di pertengahan musim setelah GP Hongaria dengan mengendarai Ferrari SF70H.
Ia berhasil tampil sebagai yang tercepat pada hari pertama tes dengan melahap 98 lap dalam proses tetapi tidak mengambil bagian dalam tes hari kedua.
Sauber (2018)
Pada bulan Desember 2017, diumumkan bahwa Leclerc akan melakukan debut balapnya di Formula Satu untuk musim 2018 dengan menandatangani kontrak bersama tim Sauber yang sekaligus menandai penampilan pertama pembalap F1 asal Monako sejak Olivier Beretta pada tahun 1994.
pada lomba GP Azerbaijan, Leclerc finis di urutan keenam yang sekaligus menjadi poin pertama untuk pembalap Monako sejak Louis Chiron yang finis podium di GP Monako 1950.
Leclerc sukses mengungguli rekan setimnya Marcus Ericsson dan mampu lolos ke 10 besar kualifikasi (sesi Q3) dalam beberapa kesempatan.
Ia juga finis di posisi poin pada beberapa kesempatan, termasuk beberapa finis di urutan ke-7 selama paruh kedua musim. Ia mengakhiri musim dengan finis di urutan ke-13 dalam klasemen pembalap.
Scuderia Ferrari (2019–sekarang)
Pada 11 September 2018, Scuderia Ferrari mengumumkan perekrutan Leclerc untuk musim 2019 untuk menggantikan Kimi Räikkönen yang pindah ke Sauber.
Awalnya Leclerc hanya diumumkan untuk 2019 sebelum beberapa hari kemudian kepala tim Ferrari saat itu Maurizio Arrivabene mengindikasikan bahwa kontrak Leclerc akan berlangsung selama empat musim dan berjalan "setidaknya sampai 2022".
Leclerc menjalani hari tes pertamanya sebagai pembalap resmi Ferrari pada 28 November 2018 di Abu Dhabi.
Dalam lomba pertamanya mengendarai mobil untuk Ferrari, ia memulai dan finis di posisi kelima di Australia.
Dalam lomba keduanya untuk Ferrari, ia lolos di posisi pole.
Data Diri:
Nama: Charles Leclerc
Instagram: @charles_leclerc
Lahir: 16 Oktober 1997
Tempat Lahir: Monte Carlo, Monako
Karier dalam ajang Formula Satu:
Kebangsaan: Monako
Tim saat ini: Ferrari
Nomor mobil: 16
Jumlah lomba: 23
Juara dunia: 0
Menang: 0
Podium: 1
Total poin: 65
Posisi pole: 1
Lap tercepat: 1
Lomba pertama: Grand Prix Australia 2018
Lomba terakhir: Grand Prix Monaco 2019
Keluarga:
Hervé Leclerc (ayah)
Pascale Leclerc (ibu)
Sumber berita: https://www.bolasport.com/read/311860441/f1-gp-singapura-2019-charles-leclerc-di-ambang-rekor-langka?page=all
Foto: Instagram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/charles-leclerc-88.jpg)