Empat Kepala Daerah Bahas Tantangan Revolusi Industri 4.0 Di Manfest Unismuh 2019
Empat Kepala Daerah Bahas Tantangan Revolusi Industri 4.0 Di Manfest Unismuh 2019
Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
Empat Kepala Daerah Bahas Tantangan Revolusi Industri 4.0 Di Manfest Unismuh 2019
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Empat kepala daerah dari berbagai Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan menjadi narasumber pada Symposium Nasional dan Public Discussion di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Senin (23/9/2019) Siang.
Symposium Nasional dan Public Discussion ini merupakan rangkaian dari Manajemen Festival (Manfest) 2019 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unismuh.
Baca: Kemarau, Debit Air Baku PDAM Makassar Menghawatirkan, HYL Minta Tambah Bukaan Pintu Air Bili-bili
Baca: Icong Serahkan Diri ke Polsek Tamalanrea Makassar
Baca: 40 Warga Antang Kena ISPA Dampak Kebakaran TPA Tamangapa Makassar
Keempat kepala daerah yang hadir yakni Bupati Wajo Amran Mahmud dan Bupati Enrekang Muslimin Bando.
Serta Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2014-2019 Syamsu Rizal.
Keempatnya membahas terkait tantangan era revolusi industri 4.0 dalam membangun daerah dengan mengedepankan kearifan lokal.
Para narasumber diberikan kesempatan memaparkan materinya selama lima menit.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang melibatkan seluruh hadirin yang mayoritas merupakan mahasiswa Unismuh.
Dibuka Dekan FEB
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Ismail Rasulong, membuka secara resmi Manajemen Festival (Manfest) di Balai Sidang Unismuh, Jl Sultan Alauddin, Senin (23/9/2019).
Manfest 2019 merupakan festival yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen FEB Unismuh.
Dalam sambutannya sebelum membuka acara Ismail Rasulong mengapresiasi kegiatan Mahasiswa Manajemen yang diniliai cukup kreatif.
"Festival ini termasuk spektakuler dikerjakan mahasiswa dengan penuh kreatifitas. Ini menandakan ada modal dari para mahasiswa menjadi SDM yang unggul," ucapnya.
Selain itu pada kesempatan yang sama ia menjelasakan terkait dengan tantangan di era revolusi industri 4.0 saat ini.
"Era Revolusi Industri 4.0, menghadirkan beberapa kekagetan-kekagetan. Kekagetan itu bukan hanya pada dunia ekonomi dan politik tetapi juga pada dunia pendidikan tinggi," tegas mahasiswa S3 Manajemen PPs-UMI ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/symposium-nasional-dan-public-discussion-1.jpg)