Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mantan Polisi Terpilih Jadi Kades di Luwu, Simak Kisahnya Perjalanannya

Sebelumnya, Mawardi Hermawan (38), calon Kepala Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, lahir di Desa Lamasi Pantai, sebuah wilayah pesi

Penulis: Desy Arsyad | Editor: Syamsul Bahri
Mawardi Hermawan
Mawardi Hermawan, berjabat tangan dengan dua calon kades lainnya usai pencoblosan, di Desa Lamasi Pantai. 

TRIBUNLUWU.COM, LAMASI - Mawardi Hermawan, mantan anggota Polri terpilih jadi kepala desa di Kabupaten Luwu.

Mawardi maju pemilihan kepala desa serentak di Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Lamasi, Rabu (18/9/2019).

Ratusan Mahasiswa KKN UNM Belajar di Majene

Akui Ada 14 Pasal Bermasalah, Presiden Jokowi Minta Pengesahan RKUHP Ditunda

Cabuli 8 Anak, Begini Kronologi Penangkapan Oknum Penjual Bakso di Enrekang

Yunarto Wijaya Ungkap Alasan Kritik Jokowi padahal Dulu Dukung, Rocky Gerung: Akhirnya Mulai Paham

DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Buka Pendaftaran LKTI Nasional

Dia berhasil mengalahkan dua pesaingnya dengan selisih suara sangat jauh.

Dari 1.034 masyarakat menggunakan hak suaranya, Mawardi meraih 536 suara.

Sementara calon lainnya yang berada di nomor urut dua raih 275 suara, dan nomor urut tiga 221 suara.

Saat masih jadi anggota polisi, Mawardi bertugas di Polres Bone selama 10 tahun.

"Alhamdulillah terpilihnya saya membawa amanah masyarakat ini tidak mencoreng nama baik Polri," ujarnya kepada TribunLuwu.com, Jumat (20/9/2019).

" Saya tidak akan melakukan praktik-praktik yang bisa berhubungan dengan hukum selama memimpin Desa Lamasi Pantai," katanya.

Sebelumnya, Mawardi Hermawan (38), calon Kepala Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, lahir di Desa Lamasi Pantai, sebuah wilayah pesisir teluk bone daerah Walenrang Lamasi (Walmas).

Tepatnya 8 Nopember 1981. Ia sekolah dasar di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) 25 Lamasi Pantai tahun 1987.

Kemudian melanjutkan pendidikan ke Kota Palopo di SMPN 2 dan SMU 2 Palopo kemudian pindah dan tamat di SMU Makassar pada tahun 2001.

Pernah mengabdi di institusi kepolisian pada tahun 2002 hingga 2010 di Polres Bone.

Lalu pindah ke Kota Palopo menekuni dunia jurnalis. Dan kemudian akhirnya lolos menjadi pendamping lokal desa pada tahun 2017 hingga sekarang.

Ia ikut bertarung pada Pilkades serentak kabupaten Luwu 2019 yang akan digelar pada 18 September mendatang. Visinya membangun Desa Lamasi Pantai yang Mandiri, Religius dan Inovatif.

Pada tanggal 25 Juli 2019 sekira pukul 13.30 Wita ditemani pendukungnya, Mawardi Hermawan mendaftar sebagai bakal calon kades Lamasi Pantai kecamatan Walenrang Timur.

Berbekal pengalaman sebagai pendamping desa dan punya jaringan luas, Mawardi Hermawan optimis jika terpilih dapat membangun desa Lamasi pantai.

Jika terpilih kata mantan anggota polri ini, akan mengusung visi mewujudkan desanya yang Mandiri, Religius dan Inovatif.

Desa Mandiri menurutnya adalah yakni desa yang dapat membangun desa melalui sumber dana yang dihasilkan sendiri oleh desa.

Semangat undang-undang desa yang memberikan hak dan kewenangan desa untuk mengatur dan merencanakan arah pembangunan desa membuatnya optimis mewujudkan hal tersebut.

Kata Mawardi, Dana Desa yang selama ini diandalkan dalam membangun desa Itu tidak lah cukup jika kita mengacu pada perencanaan pembangunan desa yang biasa disebut RPJMDes.

Mawardi Hermawan, berjabat tangan dengan dua calon kades lainnya usai pencoblosan, di Desa Lamasi Pantai.
Mawardi Hermawan, berjabat tangan dengan dua calon kades lainnya usai pencoblosan, di Desa Lamasi Pantai. (Mawardi Hermawan)

Sehingga menurutnya potensi desa Lamasi pantai 70 persen wilayah tambak atau pesisir dan selebihnya perkebunan dan pertanian. Sangat banyak potensi sumber pendapatan desa yang dapat dihasilkan dalam usaha Bumdes.

"Ada beberapa sumber pendapatan desa yang selama ini tidak pernah diusahakan yakni, Pendapatan Desa melalui unit usaha Bumdes," ucapnya, Selasa (13/8/2019).

Selain itu banyak perencanaan pembangunan yang bisa ditarik masuk ke desa baik dari kabupaten, provinsi maupun kementrian pusat.

"Pembangunan desa berkembang pesat jika program desa sejalan arah pembanguan daerah maupun pusat. Banyak kegiatan di kementrian maupun di dinas-dinas bisa dibawa masuk ke desa," kata Mawardi. (*)

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, @desy_arsyad

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Ratusan Mahasiswa KKN UNM Belajar di Majene

Akui Ada 14 Pasal Bermasalah, Presiden Jokowi Minta Pengesahan RKUHP Ditunda

Cabuli 8 Anak, Begini Kronologi Penangkapan Oknum Penjual Bakso di Enrekang

Yunarto Wijaya Ungkap Alasan Kritik Jokowi padahal Dulu Dukung, Rocky Gerung: Akhirnya Mulai Paham

DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Buka Pendaftaran LKTI Nasional

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved