3 Tersangka Penjualan Tahura di Bulukumba Ditetapkan, Satu Diantaranya Mantan Camat

Satu diantara ketiganya, yakni AM, adalah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), yang sebelumnya menjabat sebagai camat Bontobahari.

3 Tersangka Penjualan Tahura di Bulukumba Ditetapkan, Satu Diantaranya Mantan Camat
Firki/Tribun Bulukumba
Kasi Pidsus Kejari Bulukumba Andi Thirta Massaguni (kanan) dan Kasi Intel Kejari Bulukumba Syahfrul (kiri), saat konferensi pers, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba menetapkan tiga tersangka dalam kasus penjualan Taman Hutan Raya (Tahura), di Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, Jumat (20/9/2019).

Ketiga tersangka masing-masing berisial AM, MN dan MU.

Pilkada Majene Makin Dekat, Usulan Anggaran KPU ke Pemkab Belum Disetujui

BERLANGSUNG LIVE STREAMING Persela Lamongan vs Arema FC, Siaran Langsung TV Indosiar & Vidio.com

7 Rumah di Kompleks Pesantren Ummul Mukminin Makassar Terbakar

Merasa Tak Korupsi, Kades Takkalala Luwu Utara Pertanyakan Status Tersangka

Kadis Damkar Pangkep Hembuskan Nafas Terakhir di RS Pelamonia

Satu diantara ketiganya, yakni AM, adalah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), yang sebelumnya menjabat sebagai camat Bontobahari.

Sementara MN dan MU adalah warga Bontobahari yang dalam kasus ini berperan sebagai penjual.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka, setelah kejaksaan mengantongi dua alat bukti dalam kasus penjualan tanah negara ini.

Seperti diantaranya bukti kepemilikan lahan dan akte jual beli, yang dikeluarkan oleh Camat Bontobahari kepada MN dan MU.

"Padahal ini kan lahan Tahura. Jadi sudah jelas ini adalah bukti kepemilikan palsu," jelas Kasi Pidsus Kejari Bulukumba Andi Thirta Massaguni.

Setelah ditetapkan menjadi tersangka, ketiganya langsung dititip ke Lapas Kelas IIA Bulukumba, di Desa Taccorong, menggunakan mobil tahanan.

Berdasarkan penjelasan Andi Thirta, lahan tahura yang diperjualbelikan dalam kasus ini, yakni seluas 41,2 hektare.

Lahan tersebut dijual seharga Rp6 miliar, namun belum seluruhnya dibayar oleh pembeli.

Kasi Pidsus Kejari Bulukumba Andi Thirta Massaguni (kanan) dan Kasi Intel Kejari Bulukumba Syahfrul (kiri), saat konferensi pers, Jumat (20/9/2019).
Kasi Pidsus Kejari Bulukumba Andi Thirta Massaguni (kanan) dan Kasi Intel Kejari Bulukumba Syahfrul (kiri), saat konferensi pers, Jumat (20/9/2019). (Firki/Tribun Bulukumba)
Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved