Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 14.094 per Dolar AS, Harga Emas Antam Stagnan

Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 14.094 per Dolar AS sementara Harga Emas Antam Stagnan

Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 14.094 per Dolar AS, Harga Emas Antam Stagnan
Thinkstockphotos.com
Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 14.094 per Dolar AS, Harga Emas Antam Stagnan 

TRIBUN-TIMUR.COM - Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 14.094 per Dolar AS sementara Harga Emas Antam Stagnan

Nilai tukar rupiah kembali melemah setelah kemarin gagal bertahan di bawah Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Selasa (17/9/2019) pukul 08.17 WIB, kurs rupiah spot berada di Rp 14.094 per Dolar AS.

Kurs rupiah melemah 0,37% daripada harga penutupan kemarin.

Dalam dua hari terakhir ini, nilai tukar rupiah mengakumulasi pelemahan 0,91% dari Rp 13.967 per Dolar AS pada akhir pekan lalu.

Hasil China Open 2019-Tommy Sugiarto Lewati Ujian Pertama, Gregoria Mariska Tunjung Tersingkir

Alasan Cinta Sejati, Ridwan Kamil Setuju Bandara Kertajati Diganti Nama Jadi Bandara BJ Habibie

100 Doktor Ikuti Pelatihan Reviewer Penelitian PT Kemenristek, 30 Dari UMI Makassar

Tak sendirian, rupiah melemah bersama dengan mayoritas mata uang Asia. Pagi ini hanya dolar Hong Kong yang menguat 0,01% terhadap the greenback.

Khoon Goh, head of Asia research ANZ Singapura mengatakan bahwa perang dagang AS-China kini tidak menjadi perhatian utama setelah adanya serangan ke fasilitas minyak Arab Saudi.

"Dampaknya ke mata uang Asia akan menjadi tiga kali lipat. Pertama lewat risk aversion, kedua antisipasi efek terhadap neraca dagang dari kenaikan harga minyak, dan ketiga dampak tingginya harga minyak terhadap ekonomi global," kata Goh seperti dikutip Bloomberg.

Hasil China Open 2019-Tommy Sugiarto Lewati Ujian Pertama, Gregoria Mariska Tunjung Tersingkir

Alasan Cinta Sejati, Ridwan Kamil Setuju Bandara Kertajati Diganti Nama Jadi Bandara BJ Habibie

100 Doktor Ikuti Pelatihan Reviewer Penelitian PT Kemenristek, 30 Dari UMI Makassar

Goh menambahkan bahwa efek serangan ini akan buruk bagi mata uang Asia secara umum.

"Current account deficit negara importir minyak akan lebih buruk," kata dia. Goh melihat, rupee, rupiah, dan peso akan underperform.

Halaman
123
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved